Cruising, Kiel - Oslo Bab 2

Ini adalah bagian kedua dari postingan bersambung tentang perjalananku naik cruising ship Colorline - Color Fantasy jurusan Kiel - Oslo.
Bagi yang tertarik untuk membaca bagian pertama silahkan klik disini >>


Seperti diketahui bersama, mmm... atau aku kasih tahu yak... bahwa menurut orang-orang beriman cruising ship itu adalah tempat segala kemaksiatan terjadi. Bagaimana tidak wong disitu segala bentuk perjudian bisa dengan bebasnya dilakukan di casino, alkohol bisa ditemui dimana-mana, pesta pora sepanjang malam. Cuma tidak ada pelacuran tapi kan bisa dengan mudah cari teman kencan bagi yang cakep dan cantik, atau agak cakep dan agak cantik, atau apapun lah... tapi yang jelas aku sangat tidak menyarankan orang-orang yang terlalu beriman naik cruising ship. Makan hati, jadinya...

Well, cruising ship adalah a place for pleasure, relaxing, fun, crazy, happiness... Tak ada nada kesedihan sama sekali kecuali bagi mereka yang tidak membawa cukup uang kemudian tiba-tiba kartu kreditnya terblokir atau out of limit dan kartu debitnya hilang. Bakalan menderita sepanjang masa...

So, inilah suasana malam kami di cruising ship colorline itu...

Setelah rapat selesai aku kembali ke kabin, Markus sudah hilang entah kemana sementara yang lain melakukan kesukaan masing-masing. Ada yang mau shopping, tidur, main air di aqua land, duduk di Oriental cafe atau Tapas Bar di Promenade, orientasi keliling kapal dan lain-lain.

Masih ada waktu satu jam sebelum janjian dinner. Jadi, karena aku ini adalah  seorang photographer professional (meskipun hanya sebatas cita-cita yang tak pernah kesampaian) maka aku jalan kemanapun membawa Nikon D40-ku, bahasa kerennya Photowalking, gitu... Dan inilah hasilnya:


Dinner jam 18.00 sudah dimulai. Aku pergi ke restoran Grand Buffet mengenakan celana katun hitam, baju batik lengan pendek yang cuma kelihatan kerahnya karena aku mengenakan sweater putih dan slayer warna khaki bergaris hitam dan pink (Iya bok, catat: PINK!) yang aku beli di Matahari Kuta Square waktu mudik dulu.

Sampai pintu restoran bertanya kepada resepsionis dimana meja reservasi grup perusahaan sambil menunjukkan kartu kabin. Dan dia menunjuk ke bagian dalam sebelah kanan.

Ini adalah restoran yang megah. Ada lampu kristal ditengah langit-langit, jendela-jendela besar disisi kanan dan kiri ruangan ditutup dengan gordyn putih transparan yang dibiarkan setengah menggantung, jadi orang bisa meikmati pemandangan keluar, melihat laut dan kerlip lampu dari daratan. Seorang pianis bermain disudut ruangan, iramanya lembut. Semua meja bertaplak putih.

Beberapa meja sudah terisi, beberapa masih kosong tapi ada tulisan 'Reserved'.

Aku lihat beberapa temanku sudah ngumpul disudut kanan ruangan, dimana lantainya setapak lebih tinggi dari lantai lain. Disebelah kanan adalah jendela kaca setinggi langit-langit dan rendahnya mencapai lantai.

Aku mengucapkan selamat malam kepada semua orang dan Yvonne mengundangku untuk duduk disebelahnya. Dia terlihat manis kalau rambut pirangnya lagi dibiarkan terurai seperti ini (Kalau kerja selalu diikat ekor kuda) dan sekilas tadi aku lihat dia pakai eyeshadow samar. Pipinya juga sedikit merah...

Kami ngobrol ngalor-ngidul sambil menunggu yang lain dan aku pesan segelas red wine waktu mbak Kellnerin bertanya.

Well, ini adalah makan malam yang mewah, benar-benar excellent mulai dari ruangannya, permainan pianonya, pelayanan yang berkelas dan yang paling penting, menu makannya itu sendiri.

Judulnya adalah 'Scandinavian Grand Buffet' - Makan Malam Model Orang Skandinavia.

Untuk vorspeise/makanan-pembuka aku ambil beberapa buah olive yang dicampur dengan irisan keju padat dan olive oil, paprika yang dicampur dengan ketimun dan irisan daun kol putih dan sesendok salat kentang. Juga beberapa sayur yang aku tidak tau namanya, kemudian menyiramnya dengan saus minyak (Sebenarnya daritadi aku cari-cari saus sambel pecel, tapi sayang sekali tidak tersedia, jadi ya... makan saja yang ada).

Kemudian sebagai Hauptspeise/makanan-utama aku memilih sepotong steak domba, kemudian lagi aku nemu potongan daging menjangan yang lumayan besar, dan waktu jalan kedepan dalam giliran aku tergoda untuk mencomot sepotong daging menjangan yang dikasih bumbu lain. Dan beberapa potong kentang goreng.

Sekilas aku ingat dengan dinner buffet model Oriental, ada nada citarasa yang sama, tapi aku tidak bisa menemukan dimana kesamaannya.

Kami makan sambil ngobrol yang tidak jelas temanya, menceritakan apa yang barusan dilihat didalam kapal dan aku bilang masih bingung dengan Krone. Seseorang menjelaskan 1 Euro kira-kira 8 Krone.

Semua sudah kenyang. Makan sudah selesai dan kami sepakat untuk keluar. Sebelumnya kami janjian untuk ketemu lagi di Show Longue jam 21.00, ada acara musical show dan disambung dengan live band selama 2 jam.

Aku pergi ke promenade dengan beberapa teman, jalan-jalan sambil menurunkan makanan didalam perut. Tapi tergoda untuk masuk ke Tapas Bar yang selalu penuh pengunjung. Aku pesan secangkir capuccino agar mataku tetap terbuka lebar untuk party nanti malam. Disini aku tinggal beberapa lama kemudian pamit ke teman-teman untuk pergi ke duty free shop.

Aku beli sebotol red wine sekaligus pembuka botolnya yang ada tulisan 'Colorline'-nya, sebuah gantungan kunci dengan gambar bendera Norwegia yang bisa berputar, dua kotak coklat yang diisi rum didalamnya dan beberapa botol kecil Jägermeister (Minuman yang mengandung 40% alkohol, sengaja aku beli untuk Markus agar supaya mulutnya tidak monyong terus).

Kembali ke centralnya promenade, didepan tapas bar aku diteriaki teman-teman yang masih ngumpul disitu dan aku mampir lagi, memamerkan apa saja yang baru aku beli dan untuk apa saja barang-barang itu.

Malam masih terlalu muda, meskipun jam sudah menunjukkan tengah malam, karena diskotik sedang penuh-penuhnya waktu kami kesana.
Entah jam berapa kami kembali ke kamar masing-masing tetapi dari jendela kecil bulat di kabin kami, aku melihat semburat mentari mulai muncul.

2 comments:

  1. schöne bilder! wann schreibste den dritten teil?

    ReplyDelete
  2. Das ist ja sehr suess ;).
    Also... wo ist der schlingel Teil? Hihihi...

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)