Sex-Holiday Berlin; Gemerlapnya Ibukota ;)

Masih tentang cerita liburan singkatku bersama Thomas ke Berlin. Kami pelan-pelan berkendara ke Berlin setelah semalam menikmati meriahnya Hamburg yang aku ceritakan pada postingan sebelumnya yang bisa dibaca disini >>

Berlin loves us!
Kami sampai jam 3 sore, tak ada halangan sedikitpun dan Thomas segera menemukan sebuah tempat parkir longgar dipinggir kota. Rupanya dia sudah paham daerah ini. Itu adalah tempat parkir untuk Wohwagen dan mobil-mobil truk besar antar negara di Eropa.

Langit berwarna biru dan udara musim dingin terasa bersahabat. Maksudnya dinginnya tidak terlalu menggigit.

Thomas segera melepas wohnwagen dari mobil penyeretnya kemudian memasang dongkrak disebelah depan karena posisinya agak nungging, lalu memasang bola pengaman agar wohnwagennya tidak lari menggelinding sendiri.

Well, kami akan tinggal dipinggiran ibukota selama beberapa hari. Beberapa tetangga juga sudah kelihatan nyaman tinggal di wohnwagen mereka. Dan supir-supir kontainer dan truk besar-besar yang ndut-ndut itu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang menungging-nunggingkan pantatnya sampai jauh menjulang tinggi ke angkasa disamping truk membetulkan sesuatu disitu, ada yang berjalan kesana-kemari sambil membetulkan celananya yang melorot terus.... dan lain-lain pemandangan seperti itu...

Wah, tetangga kami punya wohnwagen yang lebih
besar, ada anten parabola-nya lagi....

Masalah pertama muncul. Aku kebelet!
Thomas segera memberi instruksi kilat; Itu disamping tempat parkir ada hotel Avis, hotel khusus buat supir dan para pengembara seperti kami, buka 24jam, toilet dan kamar mandi ada dibawah, bayar 50 cent untuk buang-buang sesuatu dan bayar 2,60€ untuk mandi. "Harus bayar meskipun tidak dijaga, jangan curang," Katanya menegaskan.  Tapi harus bawa kertas toilet basah yang ada desinfektan-nya untuk mengelap bibir toilet sebelum mendudukinya. Dan bawa handuk dua kalau mandi, satu untuk wajah dan badan dan satunya untuk mengelap kaki, karena kita tidak tahu penyakit kulit apa yang ada di kaki orang yang baru mandi sebelum kita. Demi kesehatan bersama.

Malam hari setelah makan malam dari sisa makanan tadi siang kami jalan-jalan menikmati gemerlapnya ibukota. Tentu saja tujuannya adalah Brandenburger Tor yang terkenal itu. Letaknya di Pariser Platz, tengah kota.

Kami naik U-bahn (Kereta api bawah tanah) dan harus ganti kereta sebanyak 3 kali. 

Dan sampailah kami di Pariser Platz tempat Brandenburger Tor berada itu. Tapi dasar aku bukan tukang poto profesional, jadi aku lupa bawa tripod. Padahal kalau mau memfoto pada tempat yang minim cahaya seperti malam hari, tripod kan jadi alat vital. Jadi beginilah hasil fotonya, kabur semua.


Tapi aku masih punya banyak foto yang aku ambil pada siang hari yang bagus-bagus, pasti nanti pada saatnya akan muncul pada postingan selanjutnya....

Jadi waktu itu suasana natal sudah mulai terasa, udara yang mulai membeku juga sudah mulai terasa.

Terus setelah puas jalan-jalan, kami menghabiskan malam mencari kehangatan di kafe Heile welt. Sebuah kafe yang seru terletak di pusat party scene Berlin. Tapi kami berbuat kebodohan disini................

1 comment:

  1. Apa yang kalian lakukaaan... hiks.. digantung gini pembaca.. xixixixi...

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)