Sex-holiday Berlin: Persiapan

Hari ini akhirnya aku terbebas dari semua aktifitas. Thomas sudah menjemputku tadi malam dan sekarang aku sudah tinggal dirumahnya dia, sementara dia masih harus bekerja menjalani hari terakhirnya.

Kemarin dia sudah mengeluarkan Wohnwagen-nya dan telah memberikan tutorial kepadaku bagaimana menggunakan semua hal yang ada didalam mobil, mulai dari cara membuka jendela, melipat meja, menyalakan kompor, menghidupkan radio, memutar kran air dan semua hal yang seharusnya aku ketahui. (Wohnwagen berasal dari kata Wohnen/Wohnung=Tinggal/Tempat-tinggal dan Wagen=Kereta, gerbong; Mobil yang bisa dipakai sebagai tempat tinggal pada saat melakukan perjalanan liburan, dimana didalamnya ada tempat tidur, kamar mandi, dan dapur. Sangat umum dipakai di Jerman dan sudah menjadi gaya hidup sebagian orang dalam melakukan liburan)
Dia juga telah mengisi semua tangki air, gas, baterei, dan juga sudah mengganti semua ban mobil dengan ban untuk musim dingin (Aku belum kasih tahu sebelumnya kan? bahwa ban mobil untuk musim salju itu adalah ban spesial, dimana ban ini di desain dengan daya cengkeram yang lebih kuat sehingga tidak akan tergelincir jika melintasi jalanan yang membeku karena salju).



Aku belum pernah tinggal di Wohnwagen sebelumnya dan pengalaman pertama tentu saja membuat aku exciting.

Apakah aku akan menyukai tinggal di Wohnwagen atau tidak, aku harus menjalaninya terlebih dulu.
Okay, tinggal di Wohnwagen menurut bayanganku akan sedikit menderita dimana kami akan mempunyai fasilitas yang sangat pas-pasan. Air pas-pasan jumlahnya, begitu juga dengan gas dan baterei. Kita harus pergi ke kolam renang untuk mandi.

Sepertinya ini akan mirip dengan petualangan sebagai nomaden dan hidup kembali ke masa lalu dimana semua harus dilakukan secara manual. Pada dua atau tiga hari pertama mungkin semuanya akan berjalan normal, tapi nanti pada akhirnya baterei kami juga akan habis strom-nya yang artinya kami harus gosok gigi secara manual lagi; nyikat gigi kemuar-masuk dan kalau terlalu bersemangat sampai bisa berdarah-darah, Cukur kumis pakai cukuran manual lagi dan kalau tidak hati-hati bisa tergores.

Biar bagaimanapun juga aku sudah tidak sabar menunggu waktu berangkat nanti sore. Aku sudah memasukkan semua barang-barangku dan juga seperti yang diminta Thomas bahwa aku yang haus bertanggung-jawab dalam urusan dapur selama perjalanan. Semua sudah masuk; trassi, kecap manis, kecap asin, olive oil, beras 2 kilo, brambang, bawang.... Dan nanti malam kami akan tinggal di Hamburg, besok pagi belanja di Toko Indonesia Hamburg beli perbekalan, dan pelan-pelan kita berjalan ke Berlin.

Aku jadi ingat kura-kura, yang jalannya pelan-pelan karena kemanapun dia pergi selalu membawa serta rumahnya. Seperti itulah kami...

Oh iya, judulnya terlalu diheboh-hebohkan. Maksudku, holiday-nya ke Berlin dan Sex-nya tidak ada. Jadi jangan harap aku akan menuliskan reportase sex-holiday dari Berlin. 


Piring kertas, gelas plastik, sendok-garpu plastik untuk keamanan di jalan.
Itu, nanti kalau mau tidur mejanya bisa dilipat lho...

Dapur & kamar mandinya lucu ya?

Tidaklah jelek, jendela besar di semua sisi bisa bikin ruangan
wohnwagen mungil ini  terasa longgar.



3 comments:

  1. Wah, bakal jadi pengalaman seru tuh. Wohnwagen-nya lumayan nyaman ya... ikuuut!!! biar gw aja yg bikin reportase soal kegiatan sex-holiday Berlin, bedjo vs thomas he he he...

    ReplyDelete
  2. bedanya sama caravan apa?? atau beda istilah ajaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samarindang... Caravan is English for Wohnwagen.

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)