Sex-Holiday Berlin; Pasar Natal

Pada suatu senja di Berlin
Dikala gerimis mengiringi suasana
Dan lonceng gereja bertalu-talu...

Warna merah - putih dan hijau terbalut putihnya salju
Disela maraknya sinar lampu
Dua tangan bertaut menjadi satu
Menyusuri maraknya pasar natal yang syahdu...





Wadoh... Ternyata bikin puisi itu sulit ya, dan sepertinya itu adalah puisi pertama sekaligus terakhir yang akan muncul di Blog Tjap Bagong.

Aku cuma mau bilang bahwa setelah kami melakukan culture holiday keliling kota Berlin yang foto-fotonya bisa dilihat disini, pada sore harinya setelah makan malam di supermal KaDeWe kami pergi ke pasar natal yang baru dibuka hari itu.

Di Berlin, seperti di kota-kota besar lainnya banyak sekali pasar natal yang buka sampai tahun baru dan kami mengunjungi salah satu dari mereka. Inilah foto-fotonya:

Tapi dua foto terakhir itu bukan foto dari pasar natal melainkan diambil dari mall Euro Center.

-----

Terus sebagai penutup acara liburan singkat, pada keesokan harinya kami pergi ke perbatasan Polandia, belanja-belanji barang murah yang harganya lebih rendah sampai 50% jika dibandingkan di Jerman.
Dan aku juga tertarik untuk pergi ke salon, mengeriting rambut, karena rambutku sudah panjang.

Kemudian pada malam harinya kami nongkrong di Hard Rock Cafe Berlin. Tapi aku sangat tidak merekomendasikannya. Ini adalah kafe yang biasa-biasa saja - Tak layak rasanya disebut sebagai Hard Rock Cafe, cuma harga minumannya saja yang lebih mahal dari tempat nongkrong lainnya, tidak ada life show seperti di Hard Rock Cafe Kuta dan tidak seru blas!

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)