Jalan-jalan Centil: Sepur-sepuran

Hari kedua pada acara Classic-Rally adalah muter-muter pedesaan dan persawahan disekitar Wesel, niederrhein kemudian melenceng agak jauh ke Krannenburg. Disini ada stasiun kereta api jaman dulu yang tidak dipakai lagi. Jadi daripada nganggur, jalur relnya yang menuju ke Belanda dipakai main sepur-sepuran, dimana sepurnya tanpa mesin tapi dikayuh oleh empat orang dan penumpangnya 10 orang.

Yang ngayuh ngos-ngosan, penumpangnya asik kipas-kipas... Menyenagkan sekali, bukan?

Terus penumpang yang duduk dekat pintu juga bertugas sebagai masinis, jadi jika relnya berlintasan dengan jalan raya dia harus turun dan lari terbirit-birit menutup pangklangan sepur, agar tidak tabrakan dengan mobil. Dan salah seorang penumpang lain bertugas untuk ngerem. Aku lebih suka bertugas jadi klakson, jadi kalau mau masuk pangklangan aku berteriak kencang-kencang, Tuuut... Tuuut... 

Mau berangkat


Itu lho, yang medal empat orang.

Horeee... Akhirnya sampai di Belanda!




Kembali pulang ke tanah air.....


No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)