Ini lho, aku tuh masih saja terkagum-kagum dengan printer baruku. Ini bukan sembarang printer, melainkan juga scanner, mesin fotokopi dan bahkan mempunyai alamat email didalamnya. Dan semua bekerja secara wireless (Tanpa kabel).
Jadi ini adalah mesin all in one yang langsung mengalahkan printerku terdahulu yang besarnya hampir sama dengan gajah bengkak itu. Okay, gajahnya ndak bengkak... atau lebih kecil dari itu... Jauh lebih kecil... Ya pokoknya printerku yang dulu itu besar sekali dan ndak praktis.
Sakti kan?
Belum... Bahkan ada beberapa apps yang canggih, misalnya bisa dipakai browsing dan langsung bisa mencetak halaman web yang dikehendaki.
Terus, jika misalnya aku berada nun jauh disana, terkoneksi dengan internet dan ingin mencetak sesuatu, bagaimana caranya? gampil... aku bisa langsung mengirimnya ke email yang ada didalam mesin ini. Jika sedang aku hidupkan (silent mode - ngirit setrum), maka ketika aku pulang halaman-halaman itu sudah tercetak.
Dan bukan itu saja. Ternyata mesin canggih ini menggunakan tehnologi 'sentuhan mesra' (Touch screen).
Ah, berbicara tentang tehnologi touch screen jadi ingat Thomas... Saking nge-trend-nya touch screen ini Thomas-pun jadi ikut-ikutan. Jadi jika aku ingin dia melakukan sesuatu, ndak bakalan dia akan bergerak sebelum aku menyentuhnya. Terserah apa saja yang disentuh, apa itu pantatnya, dadanya, perutnya, pipinya.... Pokoknya harus disentuh dulu baru bisa bekerja.
Dasar bencoooong..! Ikut-ikutan tehnologi masa kini...!
Bagaimana cara kerjanya? Ndak pakai kabel kan? Ternyata mesin serbaguna HP PhotoSmart ini menggunakan WLAN Router yang sama dengan yang aku gunakan untuk koneksi internet laptop-ku. Jadi pada saat proses instalasi aku akan disuruh memasukkan beberapa digit angka untuk koneksi internet, selanjutnya baik MacBook Pro (yang sudah terkoneksi internet dengan WLAN router ini) maupun HP PhotoSmart ini akan saling mencari, menemukan, berjodoh dan selalu terhubung. Tinggal mengatakan pada MacBook Pro bahwa HP PhotoSmart akan menjadi default printer dan scanner. Semudah itu. Apapun menjadi mudah jika sudah ketemu dengan jodohnya!
So, highly recommended product. Instalasi mudah, pengoperasian gampang, menggunakan tinta terpisah (Pilihan pertama jika akan beli printer - ringan diongkos selanjutnya) dan cukup sesuai untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak perlu mencetak beratus-ratus lembar per hari.
Ngomong-ngomong, dipojokan ada yang berdecak kagum, "Wah... Bedjo ini semakin canggih saja ya peralatan kerjanya...."
Hihi... Ternyata tidak....! Samasekali tidak canggih....!
Tahukah kalian bahwa pada jaman yang canggih seperti ini aku tidak punya smart phone apalagi iPhone?
Yang ada.... Aku cuma punya handphone SonyEricsson kecil mungil ini!
Kuno dan jadul ya....?
Ya biar to... Wong aku juga ndak tau untuk apa gunanya smartphone atau iPhone.
Untuk apa hayo.... Koneksi internet? fesbukan? Twitteran? shopping online? Grindr? Baca peta pada saat liburan? Video call?
Benarkah aku memerlukan semua itu disaat aku terkoneksi internet selama 24 jam menggunakan laptop-ku?
Sepertinya dalam hal ini aku akan tetap konvensional dengan menggunakan telepon genggam hanya sebagai sarana untuk menelpon dan sms, bukan yang lain-lain. Aku ingin hidup dengan orang-orang disekitarku, bukan hidup secara virtual.
Sampai kapan aku bisa bertahan dengan hp-kuno-kecil-mungil ini? Sampai hp-ku rusak!
Bahkan nanti aku akan membeli hp lagi (bukan smart phone atau iPhone) kecuali T-Mobile memberikannya secara cuma-cuma, seperti pada saat dulu aku mendapatkan hp ini secara gratis.
Ih, ndak malu to, nelpon pake hp bukan pake iPhone? Gengsi dong ih...!
Halah... What the fuck gengsi is....? Yang penting nyaman, ndak usah ngurusi punya tetangga... Dan kamu akan berbahagia....



hahaha... aku udah kebiasa pake geblekberi sejak di indo, kenapa? karena beda sama km, dulu aku ga bs konek inet terus2an...
BalasHapuslagipula ini cara yg paling gampang aku konek dengan orang2 di rumah, dan juga teman2 lamaku... cuma itu kok fungsinya... bukan karena gengsi lho, Djo...
dan... kamu tetep lebih melek teknologi kok... kalau dulu printerku bisa makan kertas dengan ajaibnya, sekarang aku malah ga punya printer sama sekali...
Oooo... Itu ya gunanya smartphone? *Nepuk-jidat*
BalasHapustetep ndak tertarik ah...