Pasar Natal Hamburg


Ini lho postingan yang aku gembar-gemborkan itu, tentang foto-foto acara ketimpringan kami pergi ke pasar natal di Hamburg.

Di Hamburg setiap tahun ada banyak pasar natal diselenggarakan sebagai acara untuk menarik turis dan yang lebih penting dari itu, juga sebagai ajang untuk menghidupkan kembali acara tradisional mereka.

Hamburg BERSINAR


Kemarin malam minggu kami ketimpringan ke Hamburg. Tidak ada tujuan khusus, cuma jalan-jalan cari angin menikmati indahnya metropolitan Hamburg dimalam hari.

Jadi setelah melintasi highway dengan kecepatan rendah karena jalanan licin tertutup salju, akhirnya kami sampai dengan segar di Hamburg.

Tujuan pertama: Beli tahu dan tempe di toko Indonesia.

Tapi... Hedeh... waktu keluar keranjang belanjaku penuh!  Karena Tommy telah mengambil lima pak kroepoek kampung Rapindo warna-warni siap goreng, jus guava, jus leci, jus mangga, beberapa botol M-150, teh botol sosro.... Sementara aku jadi ingat bahwa beberapa tepung seperti terigu, kanji dan tepung beras sudah habis.... Karena akhir-akhir ini aku sedang suka bikin percobaan bikin macam-macam kue.

Salju Pertama

Kemarin sedari pagi kami telah mendapatkan salju pertama untuk tahun ini. Tidaklah terlalu banyak tetapi cukup untuk membuat permukaan tanah berwarna putih meskipun hanya sesaat, karena saljunya langsung mencair mengingat tanah masih hangat.

Bukan cuma salju yang turun kemarin, tetapi juga hujan es. Iya... es yang membeku itu lho, jadi kalau kena jidat rasanya gatel-gatel-geli-sakit-dingin....

Katanya, es itu jatuh dan tidak menjadi salju karena suhu di mendung sana sudah terlalu dingin sementara suhu diatas permukaan belum minus, jadi yang turun bola-bola es, bukan salju.

Kadang bola es-nya terlalu besar sehingga bikin mobil penyok-penyok dan kacanya pecah.