Kasih Tak Sampai

Saking seriusnya aku mempelajari soal-soal latihan ujian teori untuk mendapatkan SIM B, sampai-sampai blog cap Bagong ketimpringan.com terlantar dan hanya berisi beberapa posting dalam bulan Desember, bahkan foto-foto cantik tentang pasar natal Hamburg itu belum sempat ter-upload.

Tak apalah, aku memang membiasakan diri dengan istilah 'Kerjakan yang penting terlebih dulu', agar aku bisa lolos dalam ujian teori dan segera mendapatkan SIM kelas B untuk PKW (Personenkraftwagen/mobil penumpang).

Dan pada akhirnya aku lolos ujian teori...! Aku harus mengucapkan selamat kepada diriku sendiri.

Iya bok... Ini tadi aku baru pulang dari ujian teori. Dari 30 soal ujian, aku bisa menyelesaikan semuanya dengan nilai kesalahan cuma 3 point. Itu adalah point kesalahan yang bisa dibilang sangat amat bagus. Aku hampir bisa tahu kesalahan soal yang manakah itu,  itu adalah pertanyaan tentang jarak parkir. Detail pertanyaannya adalah; Berapakah jarak minimum yang diperbolehkan untuk memparkir kendaraan pada zebra cross dan rambu lalu lintas? Dan aku menjawab 10 meter.... Dan itu salah... Jadi berapakah jarak minimum yang benar? 5 meter atau 10 meter atau 15 meter?

Ndak tau, aku ndak pernah bisa menjawab pertanyaan dengan benar jika itu menyangkut tentang angka-angka.... Jadi nanti kalau sudah mendapatkan SIM aku ndak bakalan parkir didekat zebra cross dan rambu lalulintas, biar ndak kena denda!

Soal-soal ujian teori untuk mencari SIM di Jerman memang bisa dibilang mbulet dan menggemaskan. Itu adalah soal-soal pilihan ganda dan soal isian cuma untuk memasukkan angka. Nah soal pilihan ganda inilah yang menggemaskan, karena bisa jadi dalam pilihan yang harus di centang itu, dalam satu soal ada dua buah jawaban yang benar, benar semua, atau cuma satu jawaban yang benar. Tipikal soal yang menggemaskan dan bikin ragu-ragu bukan?

So... Ada pertanyaan dasar dan pertanyaan tambahan; ada lima buah tema dengan 30 pertanyaan tentang keamanan di jalan 11 soal, perilaku dalam lalu lintas jalan 11 soal, prioritas berkendara 3 soal, rambu lalulintas 2 soal, Environmental Protection 2 soal dan sebuah soal tentang tehnik. Thanks Lord, i've only got one question about technic...


Ujiannya berlangsung selama satu jam, tapi aku telah menyelesaikannya dalam waktu 30 menit. Masing-masing peserta ujian akan mendapatkan pertanyaan yang berbeda-beda (biar tidak contek-contekan) pada PC didepannya.


Kemudian setelah yakin dengan jawaban-jawabannya, maka ada sebuah tombol "selesai' atau seperti itu, setelahnya kita akan melihat sendiri hasil ujian kita, hasil itu akan di cetak langsung pada komputer pengawas ujian, kemudian setelah di stempel dan tandatangan, peserta ujian akan mengantongi sertifikat hasil ujian.


Dasar orang Jerman, selaluuuuu... saja ngirit tenaga kerja, kali ini untuk mengoreksi soal secara manual....


Oh iya, tahukah kalian bahwa untuk mencari SIM ini, orang sama sekali tidak berhubungan dengan polisi. Proposal untuk mencari SIM dikirim ke balai kota, tes mata ke optikal, Fahrschule/sekolah mengemudi adalah lembaga pendidikan, seminar 6 jam tentang P3K diselenggarakan oleh palang merah atau Maltese, lembaga penguji berasal dari TÜV ( Technischer Überwachungs-Verein - Lembaga penguji).

Lalu polisi berperan sebagai apa? Tidak sama sekali. Kecuali nanti, jika aku sudah berkendara betulan....

Lha terus apakah aku akan mendapatkan SIM sebelum liburan tahun baru seperti targetku? Ternyata tidak!


Minggu lalu aku sudah nantang kepada pak guru, "Karl... Aku sudah siap lahir batin, aku mau ujian sebelum tahun baru....!" Kataku... Iya bok, aku ketularan brondong-brondong sini yang tidak mau bersopan-santun kepada gurunya, mereka memanggil gurunya begitu saja tanpa bapak atau ibu, dan menyebut dengan Du (kamu), bukan dengan Sie (Anda) kepada gurunya....


Terus Karl si bapak guru itu mengatakan bahwa aku sudah melewati 14 kali pertemuan di kelas, artinya boleh ikut ujian teori dan ternyata.... untuk praktek nyupir aku kekurangan empat jam mengemudi di Autobahn/highway, artinya aku belum boleh ikut ujian praktek.


Aku ngeyel dong... Besok pagi saja nyupir, terus lusa ujian.... 


"Ndak bisaaaa.....! Jadwalku penuh dan kamu akan nyupir lagi tanggal 2 Januari, setelahnya boleh ujian praktek" katanya tak mau di eyel-eyel....


jadi ya begitu deh... target tak tercapai.... Tapi ya ndak apa, yang penting tahap tersulit yaitu ujian teori sudah selesai, aku tidak perlu lagi belajar, tidak perlu lagi pergi ke kelas di malam hari yang membosankan itu...



7 comments:

  1. Yaah.. sayang sekali, Djo...

    Ya syudahlah... lihat sisi positipnya. Setidaknya ujian teorinya udah lewat...

    Ngemeng2, selama di Jakarta aku nyupir ga pake SIM. AHAHAHA...

    BalasHapus
  2. Begityulah Byq, yang penting yang tersulit sudah lewat, sekarang sudah bisa kipias-kipas cari angin lagi ;)

    Eh ndablek, nyupir ndak pake sim (Padahal aku dulu jugak... hihi... )

    BalasHapus
  3. Mas kok nama TÜV juga ada di deket lambang sekolah saya ya... ada tulisan iso 9001 nya lagi

    emang TÜV itu apaan sih?

    BalasHapus
  4. Selamat ya, ujiannya lulus...

    Tadi saya juga ada sesi interview di Hilton Bandung.
    Sesi interview tapi kok saya ngerasa kayak lagi ujian...
    Tinggal nunggu kepastian deh di terima prakerin ato enggaknya di hilton..

    BalasHapus
  5. Lho kamu sudah mulai praktek kerja ya Wil? sebentar lagi lulus dong... Belajar yang rajin ya...

    TÜV itu kepanjangannya adalah Technischer Überwachungs-Verein (Technical Monitoring Association/Asosiasi Pengontrol Tehnik), tugasnya adalah mengontrol produk dan/atau perusahaan.
    Kalau mengontrol produk mereka akan melihat kualitas, keamanan, dan kegunaannya, apakah sebuah produk boleh diperdagangkan di Jerman.
    Kalau mengontrol perusahaan mereka akan melihat sistem keamanan kerja, kualitas manajemen dan kesejahteraan pekerja.
    TÜV sudah mulai diinternasionalkan (mereka akan melakukan deregulasi dan liberalisasi).

    Dan kalau sebuah produk atau perusahaan memenuhi standar uji dari TÜV, maksudnya sudah memenuhi standar kualitas minimum Jerman, maka mereka akan mendapatkan segel/stempel, dengan ini orang tidak perlu lagi kuatir akan kualitas mereka, begitu penjelasan panjang lebarnya Wil...

    BalasHapus
  6. Oh iya, TÜV juga akan menguji orang apakah dia boleh mendapatkan SIM atau tidak, dan ini sulit, karena mereka tidak mempan disuap.
    TÜV juga akan menguji kendaraan setiap dua tahun sekali(Kayak kir mobil gitu deh) apakah mobil layak jalan atau harus dibesi-tua-kan.

    BalasHapus
  7. ampun deh mas bedjo... Habis, kalo di Indo, ga bakalan kenapa2 nyetir tanpa sim. Kalo kena tilang tinggal bayar. Kalo nggak mau dibayar di sana kasih aja stnk... terus bayar tebusan stnk...>_<

    tapi kalo di sini...

    Ndak beraniii

    BalasHapus