Let it Snow, and Happy Holiday

If you ask me what Christmas is, It is.... Snow, white, cold, dark, illuminations, warm, excellent food, tannenbaum, family, happy, gift, tradition...

And what about church? I don't know about it!

And what about a religion which celebrate this christmas? I have no experience about it...

Perayaan natal memang selalu heboh di Jerman, bahkan lebih heboh daripada perayaan lebaran di Jawa.

Foto-Serial: Putri Salju



Udara berada pada suhu -14c (minus 14, bukan 14C), matahari bersinar cerah dan salju sudah berhenti turun.
Yang ada adalah keindahan alam tiada tara. Putih salju menyelimuti apapun yang ada, sementara sinar matahari yang menimpa permukaan salju membias ke segala penjuru.

Jadi pada hari itu aku mengenakan pakaian yang cukup (Tips berpakaian musim dingin ada disini) dan pergi keluar, menikmati sinar matahari yang menerangi alam dalam kilauan putih salju yang memukau di desanya Tommy; keindahan alam yang memukau....

Inilah ceritaku hari ini yang aku tulis dengan foto......

For the Love of Prague


Masih melanjutkan cerita perjalanan kami pergi ke selatan beberapa waktu lalu. Ini adalah tulisan kedua, tulisan pertama bisa dibaca disini....

Ada dua pilihan untuk makan siang, makan di Praha atau ke Wina.


Bingung kan? Dua-duanya adalah tempat yang asik buat dipakai makan siang dan jalan-jalan menikmati suasana setelahnya. Jadi harus pakai voting. Hari itu Tipi sedang libur sementara Mark harus bekerja.

Dan hasil voting pagi itu dimenangkan oleh Praha, ibukota Czech Republic dengan suara mutlak 100%. Maka kami berkendara sekitar 300km untuk menuju Praha.

Southern Comfort: Berkendara ke Bavaria

Kami baru melakukan perjalanan ke Jerman selatan dan Prague selama seminggu untuk mengunjungi teman-teman dan mengenal kota tempat tinggal mereka lebih detail. Kota-kota yang kami kunjungi adalah kota tua di dalam benteng Nürnberg, Metropolis Frankfurt, sebuah kota kecil yang cantik dan idealis diatas pegunungan Bavaria Bodenmais, Kota tua yang sunyi Allenburg di Bavaria dan Prague di Checz Republik.

Itu adalah perjalanan bermobil yang nyaman dan menyenangkan melintasi Autobahn (Highway) A7 atau dalam peta perjalanan internasional dikenal dengan highway E25 sepanjang negara Jerman dari ujung ke ujung. A7 adalah jalur internasional yang sibuk tetapi karena lebar dan kesederhanaan tikungan maupun ketertiban pengguna jalan, jalur ini adalah jalur yang nyaman dan aman dipakai buat kebut-kebutan secara bertanggung jawab tanpa batas kecepatan maksimum.


Tips Traveling Musim Dingin



Biar bagaimanapun juga musim dingin tidaklah terlalu nyaman buat dipakai jalan-jalan. Tetapi pada kenyataannya musim dingin itu indah dan pemandangan alam yang tertutup salju itu benar-benar memukau.

Dan lagi, inilah saat yang tepat untuk mengunjungi Jerman karena pada musim dingin akan banyak salju dimana-mana...

Ngaco..!
Maksudnya adalah jika diantara kalian ada yang berencana buat melakukan traveling to Germany, do it in winter. Especially if you would like to make a culture holiday.

Why?

Jerman kaya tradisi dan tradisi ini akan muncul kebanyakan pada musim dingin. Sebut saja Weihnachtsmarkt dimana itu adalah pasar natal yang khas dan indah. Orang akan merasakan atmosfir yang hangat, ramah, tradisional dan intim setiap kali mengunjungi pasar natal.

Rombongan ke Hamburg

Akhir pekan beberapa waktu lalu kami pergi ke Hamburg bersama teman-teman kerjanya Tommy. Acaranya seru, firmenausflug (perjalanan perusahaan) dengan tujuan Dungeon Hamburg, dilanjutkan dengan makan malam.
Kami beraangkat tengah hari setelah makan siang, rombongan naik kereta api.

Nah Tommy kan pegawai negri, jadi teman kerjanya sedikit. Waktu itu kami totalnya ada 15 orang, itupun cuma sekitar separohnya adalah karyawan, sisanya adalah partnernya, termasuk aku.


Adventure ke Jawa (Pertanyaan)

Tahun depan kami punya jadwal untuk liburan ke Jawa. Dan kami baru saja bikin rencana heboh: Kami akan menyewa mobil di Jakarta, berkendara selama dua minggu melintasi pulau Jawa dari ujung barat ke ujung timur, artinya start dari Jakarta dan garis finish-nya di kota paling timur (Banyuwangi) dengan berhenti disana-sini.

Rencana yang heboh bukan? Tapi sayangnya kami, terutama aku sebagai orang yang paling paham pulau jawa diantara kami berdua, tidak tahu sama sekali bagaimana cara untuk melakukannya secara detail.

Jika rencana itu terlaksana, tentulah semakin seru saja isi blog ketimpringan.com ini dengan laporan perjalanan kami nantinya.
Untuk itu saat ini kami sedang mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, dan aku punya beberapa pertanyaan buat teman-teman, kami akan sangat amat menghargai informasi yang kalian berikan, apapun itu, agar rencana kami bisa terlaksana dengan mulus.


Berkendara ke Luar Negri

Hari minggu lalu kami mengunjungi emaknya Tommy yang sedang melakukan seminggu liburan bersama dua orang saudara perempuannya di Blåvand, Denmark.

Blåvand adalah sebuah kota mungil di pesisir Nordsee/North Sea, sekitar 150 km dari perbatasan. Jadi waktu itu aku punya pengalaman baru; Nyupir mobil ke luar negri! Karena kami gantian nyupir. Berangkatnya aku dan pulangnya Tommy yang nyupir.

Pengalaman yang menyenangkan dan aku jadi terbengong-bengong melihat alangkah santunnya pengendara mobil di Denmark.

[Rally Bavaria] Bukan Sekedar Berkendara


Hari kedua acara Rally Bavaria bersama Tommy dan grup pecinta mobil antik (Old timer) kali ini tujuannya adalah... Tanpa tujuan!

Eh maksudnya ya gitu deh, namanya juga rally, jadi intinya berkendara, melalui jalan yang seharusnya singkat tapi dibikin panjang, muter-muter kesana kemari melintasi rute-rute cantik di daerah pegunungan Bavaria.

Dan ini bukan cuma sekedar Rally lho ya, tetapi ada permainannya, sama seperti kemarin, tahun lalu, atau mungkin memang mereka membikin permainan seperti ini. Pokoknya asik...

[Rally Bavaria] Arber, Naik-naik ke Puncak Gunung

Lihat, aku sudah sampai di puncak gunung Arber
yang berselimut kabut.
Hari pertama rally Bavaria tujuannya adalah gunung Große Arber yang puncaknya setinggi 1.455m dpl. Gunung Große Arber ini unik, selalu menjadi tujuan wisata sepanjang tahun. Jika musim dingin bisa dipakai untuk main ski salju dan pada musim lainnya dipakai untuk wisata wander, nordic walking dan wisata jalan-jalan lainnya. Untuk mencapai ke puncak, bagi pemalas yang tidak ingin bercapek-capek naik gunung seperti kami bisa menggunakan Gondel (kereta kabel).

[Rally Bavaria] Start: Bodenmais


Acara Rally kami sampai diliput oleh koran lokal lho bok...


Tommy adalah penggemar Oldtimer (mobil antik), dia punya BMW tua entah seri apa aku tidak tahu namanya, dan dia tergabung dengan organisasi penggemar mobil antik MotorBoys.
Motorboys menyebar secara nasional bahkan sampai ke Swiss, dan di tiap Bundesland/Negara bagian ada MotorBoys Regional.

Tahun ini mereka punya program Rally diikuti oleh 75 mobil rongsokan antik ke Bodenmais, sebuah kota kecil yang cantik di daerah pegunungan Bavaria. Dan aku ikut serta didalamnya. Jadi inilah pengalaman seru dan tak biasa tentang liburan di Jerman menelusuri wilayah Bavaria.

[ketimpringan Afrika] Musafir di Padang Pasir

Kami, 12 orang yang berasal dari berbagai negara sedang menjadi musafir
melintasi padang pasir menuju tenda suku Berber.
Ya! Maksud hati ingin segera menyelesaikan postingan bersambung tentang liburan pendek kami ke Maroko, apa daya tangan tak sampai. Tetapi biar lambat asal selamat bukan? Inilah kelanjutan cerita kami...

Setelah hampir seharian kami, dua belas orang turis, melintasi pegunungan Atlas yang memukau itu, menjelang sore hari kami tiba di pinggiran kota Zagora, dimana mobil tidak lagi bisa terus berjalan karena ada padang pasir didepan.

Aku harus memuji pak sopir atas jadwal yang bagus karena tentu saja kami akan mengkerut-mengering jika harus melintasi padang pasir mengendarai unta pada tengah hari bolong. Dan ini sudah hampir senja, tentu saja tak masalah bagi kami berada diluar mengingat suhu udara tidak lagi terlalu panas, dan matahari sudah sangat condong hampir tenggelam.


[ketimpringan Afrika] Melintasi Pegunungan Atlas

Lihat... Puncak pegunungan Atlas yang selalu bersalju itu....

Ini adalah pengalaman yang tidak akan begitu saja terlupakan. Pada hari ke tiga kami memutuskan untuk melakukan perjalanan keluar medina, pergi ke padang pasir untuk bermalam di tendanya suku Berber, suku asli yang mendiami sebagian wilayah Maroko.

Untuk menuju tenda ini kami harus bermobil selama kurang lebih 8 jam melintasi pegunungan atlas yang puncaknya selalu bersalju, kemudian melintasi padang pasir selama satu setengah jam naik unta, barulah kami sampai di tenda mereka yang berada ditengah-tengah padang pasir luas.

[ketimpringan Afrika] Marrakech yang Cantik



Foto-foto tentang Marrakech medina kota tua bisa dilihat pada postingan yang ini: http://www.ketimpringan.com/2012/05/ketimpringan-afrika-marrakech-kota.html
Tapi percayalah, Marrakech bukanlah kota yang kumuh dan jorok. Memang suasana kota tua ya seperti itu namun tentang sampah, medina tua ini bersih. Aku pernah sekali melihat bagaimana pengelolaan sampah di medina ini, itu mirip seperti di Jerman. Mungkin itu adalah binaan dari Perancis mengingat dalam sejarahnya Maroko adalah koloni dari Perancis. Merekapun berbicara dalam bahasa Perancis.

Tetapi biar bagaimanapun juga ini adalah sebuah medina di tengah padang pasir, jadi berdebu. Meskipun tidak kasat mata tetapi sedikit mengganggu bagi pemakai lensa kontak seperti aku. Jalan satu-satunya ya harus melindungi mata yang berkontak lensa dengan sunglass.

[ketimpringan Afrika] Tajine dan Kefta


Ini lho yang namanya tajine...

Makanan khas Maroko adalah Tajine dan Kefta. Tajine adalah daging atau ayam berbumbu, kemudian diatasnya ditaburi sayuran seperti buncis dan wortel dan  buah olive dan lain-lain, ditaruh dalam sebuah pot keramik bertutup dan dibakar menggunakan arang, ada sedikit kuah didalamnya dan disajikan langsung seperti itu dalam keadaan masih panas. Sementara kefta adalah daging giling berbumbu yang dibakar, baik menggunakan tusuk sate maupun sebagai pergedel. Keduanya disajikan bersama roti.

Keduanya mempunyai rasa yang spesial, menurutku itu adalah rasa yang kuat dari korriander, tetapi aku tidak tahu dengan pasti, hanya rasanya seperti itu.

[ketimpringan Afrika] Marrakech Kota Labirin



Ya, inilah labirin berukuran raksasa; Marrakech!
Turis yang tidak pernah tersesat di lorong-lorong kota Marrakech berarti hebat, punya naluri orientasi tingkat tinggi.

Tadi waktu kami berada disebuah lorong entah dimana didalam kota dan sibuk membaca peta, datang sepasang turis yang ternyata sama seperti kami; kehilangan arah. Mereka bertanya, "Do you know where we are?" Dan kami tidak bisa membantu mereka, "the only one thing what i know is, we are in labyrint, we will go to this direction, and good luck..." 

[ketimpringan Afrika] Bonjour, Salam-eleikum



Singkat cerita kami tiba di Bandara Menara Marakech, tadi di pesawat sempat terlelap karena sebelumnya harus bangun pagi. Bangun-bagun waktu makan siang, terus dua-duanya terlelap lagi, bangun lagi sesaat sebelum pesawat mendarat.

Sesuai informasi yang aku terima bahwa pemegang paspor RI tidak perlu mengajukan visa untuk berkunjung ke Marokko, maka petugas pemeriksa hanya berkata kepadaku waktu aku menunjukkan pasporku, bahkan sebelum membukanya. Rupanya dia sangat bersahabat dengan pemegang paspor warna hijau kita, "Ah,  Indonesia! welcome!" Katanya riang dan menyerahkan kembali pasporku.

[Ketimpringan Afrika] Marhaba Marrakech

Ya, akhirnya besok kami terbang ke Marrakech, sebuah kota di Marokko selatan untuk melakukan liburan pendek selama 8 hari. Semua sudah masuk koper, semua sudah rapi jali, tinggal berangkat.

Oh tapi ini sudah jam 22 malam, sekian saja postingan untuk kali ini karena mau tidak mau aku harus tidur sekarang, besok jam 3 pagi harus berangkat ke bandara Hamburg.

Apakah yang akan terjadi pada acara liburan kami? Apa yang menarik dari liburan kami nanti? Aku juga penasaran dengan apa yang akan aku atau kami alami disana nanti....

Yang jelas, tunggu saja postingan serial dalam acara liburan kami dengan foto-foto cantik tentu saja....

Musikal "König der Löwen" Hamburg

Jika sebuah opera panggung atau teater atau sebuah film dijadikan film animasi, maka hasilnya akan menjadi lucu, lebih klir, lebih imut, atau gerakan para tokohnya akan menjadi lebih lentur dan lembut...

Bagaimana jika kasusnya dibalik? Film animasi dirubah menjadi teater musikal? Dimana semua tokohnya bukan lagi hasil animasi melainkan manusia betulan?

Itulah yang terjadi pada opera 'König der Löwen' (Sang Raja Singa The Lion King) yang aku tonton di Musicaltheater kemarin malam di pelabuhan Hamburg. Itu adalah hasil terjemahan film animasi Disney - The Lion King dengan tokoh utama Simba. Ingat film animasi itu kan?
Dan ini sama seperti musikal The Lion King lainnya di Minneapolis, New York, London, Sydney, Melbourne, Las Vegas, Tokyo, Shanghai, Johannesburg, Paris, dan Singapura. Bedanya, di Hamburg berbahasa Jerman, termasuk semua lagunya.

Musikal yang memukau...!


Assalam-eleikum, Ismi Bedjo, smitik?

Marhaba... Aschnu käyn fil-makla?
Aschnu hada?
Bismillah... Chukran... Afak...
Hadi trek Djema el Fna?

Ach ne... ich weiß es nicht mehr....

Kami sedang belajar bahasa Arab, karena orang Maroko berbahasa Arab dan kami akan liburan kesana pada bulan Mei nanti. Tentulah menyenangkan jika kami sedikit bisa bercanda dengan mereka dalam bahasa mereka.