Seminggu setelah tahun baru semua pohon natal dan pernak-pernik hiasan natal dan tahun baru sudah harus menghilang dari pandangan. Itu berdasarkan adat kebiasaan orang-orang Jerman, dan kehidupan baru di awal tahun baru mulai rutin kembali. Rencana baru untuk mengisi tahun ini sudah disusun, bagi yang belum merencanakannya harus buru-buru bikin rencana.
Tentu saja aku sudah bikin rencana untuk tahun ini, bahkan rencana besar. Tapi berdasarkan pengalaman yang terdahulu, kalau aku menggembar-gemborkan rencanaku maka itu akan gagal. Jadi aku tidak akan menuliskan di blog ketimpringan.com. Nanti saja kalau rencananya sudah berlangsung....
Dan tentu saja karena Tommy dan aku sudah mantap berpasangan, maka kami juga harus menyusun rencana baru bersama-sama. Bukan... Bukan rencana menikah untuk tahun ini tapi kami sadar bahwa ternyata kami belum membuat rencana liburan untuk tahun ini, jadi hari-hari terakhir ini kami sibuk berbicara tentang rencana liburan kemanakah enaknya?
Ngomong-ngomong, aku belum menulis tentang apa yang telah kami lakukan pada malam tahun baru lalu. Jika tidak ditulis maka aku tidak akan bisa lagi mengingatnya....
Jadi, pada sore hari tanggal 31 Desember kami tinggal dirumah, berlagak jadi home-boys yang manis....
Kami duduk-duduk dengan nyaman berdua di sofa. Tiger, kucingnya, sepertinya juga puas hari ini karena dia bertingkah super manis dengan ikut duduk di kotak duduknya, melihati kami sambil sesekali menggerak-gerakkan ekornya.
Kami cuma menikmati kebersamaan disamping pohon natal yang menyala, dengan beberapa hadiah natal masih berada dibawahnya sambil bermanja-manja...
Jam 5 sore rombongan pertama Rummelpottlaufen memencet bel pintu. Rummelpottlaufen adalah gerombolan anak-anak (dan orang dewasa juga) yang datang dari pintu ke pintu pada malam tahun baru. Mereka mengenakan kostum beraneka macam dan menghias wajahnya lucu-lucu. Dan ketika pintu rumah dibuka maka mereka akan menyanyi sekencang-kencangnya tidak peduli bagaimana suara mereka, dan setelahnya si tuan rumah akan memberikan permen atau coklat kepada mereka. Mereka membawa kantong kain yang lumayan besar untuk mengumpulkannya (Selengkapnya baca disin: http://de.wikipedia.org/wiki/Rummelpottlaufen).
Tommy tinggal di desa, jadi acara ini masih meriah. Dia sudah mempersiapkan sebuah meja kecil dibelakang pintu penuh dengan coklat, permen dan schnaps. Setidaknya setiap 15 menit bel pintu rumahnya akan berdering.
Suatu waktu emaknya datang, dia memberi kami masing-masing dua buah jeruk segar sambil bertanya sampai jam berapa kami malam ini akan tinggal dirumah, kemudian pulang kembali. Tak lama kemudian datang lagi dibelakang rombongan anak-anak rummelpottlaufen. Dan kami sepakat untuk mempersilahkan dia tinggal bersama kami sampai jam 8 malam, karena dia sepertinya kesepian tinggal sendirian di malam tahun baru.
Jam 8 malam seperti yang telah disepakati bersama kami pergi ke rumah mas-nya Tommy yang tinggal di desa sebelah, sekitar 10 km. Mereka menyelenggarakan pesta malam tahun baru dan kami diundangnya, sementara calon mertua pergi dengan teman-temannya sesama oma-opa ke suatu tempat untuk makan malam dan dilanjutkan dengan main kartu dan bersenang-senang sampai pagi.
Bukanlah pesta besar-besaran. Yang hadir adalah sepuluh pasang tamu bersama tuan rumahnya. Sementara kedua anak mereka yang sudah menginjak remaja pergi bersama pacar dan teman-teman mereka untuk melakukan rummelpottlaufen dan dilanjutkan dengan party di suatu tempat.
Itu adalah acara makan malam yang ramah dan menyenangkan. Kami mendapatkan Fondue dan dua macam salad, sementara minumnya ada red wine, beer, sari buah dan air mineral.
Begitulah, menu makan malam spesial untuk tahun baru adalah Fondue, dimana itu adalah campuran dari tiga jenis keju ditambah dengan sedikit rum dan rempah-rempah yang dilelehkan pada sebuah panci, kemudian dihidangkan panas-panas diatas meja dalam sebuah panci khusus yang dibawahnya ditaruh lilin utuk menjaga agar keju tetap mencair dan panas.
Cara makan Fondue adalah dengan mencolekkan sepotong roti yang telah dipotong pendek-pendek dengan garpu panjang bergigi dua hingga kedasar panci. Jika fondue sudah melekat dengan roti, mereka ditaruh pada piring kita dan dimakan bersama salad.
Jadi malam itu untuk memperingati pergantian tahun baru, kami, sepanjang malam cuma main colek-colekan... Maksudnya mencolek-colek keju fondue dengan potongan roti kemudian memakannya dari piring masing-masing.
Sambil makan sambil ngobrol ramah, ketawa-ketiwi, minum pilihannya masing-masing... Sekali waktu ada interupsi yang menyenangkan dari beberapa rombongan rummelpottlaufen.... Nyanyi bersama mereka rame-rame sementara aku cuma bisa cengengesan karena mereka menyanyi dalam bahasa Plattdeutsch yang mbulet itu.... Dan sampai pada sesaat sebelum tengah malam....
Tuan rumah mempersiapkan champagne dalam gelas masing-masing, kami sibuk mempersiapkan kembang api yang kami bawa masing-masing dan pada jam 00:00 kami mengangkat gelas bersama-sama, mengucapkan selamat tahun baru antara satu dengan lainnya, berciuman dan berbisik-bisik mesra sedikit dengan pasangannya masing-masing, "Ich liebe dich, es ist wirklich wunderschön Silvesterabend mit Dir zusammen feiern..." Tommy juga berbisik-bisik mesra dong....
Diangkasa kembang api sudah menyala bersahutan dari segala arah, letusan-letusan ringan bersahutan dari semua penjuru dan kami tak mau ketinggalan. Kami segera pergi ke halaman depan dan menjadikan tempat itu sebagai pangkalan kembang api kami.
Sepertinya semua rumah di desa itu saling berlomba tinggi-tinggian kembang api. Suasana langit jadi terang benderang diiringi oleh turunnya salju tipis. Dan kami menghabiskan waktu setengah jam kedepan bermain kembang api untuk mengusir setan dan roh jahat yang menyelimuti bumi pada tahun yang lalu sambil minum champagne yang tak pernah kering dari gelas kami masing-masing (Sumpah deh, itulah makna kembang api pada malam tahun baru yang sebenarnya, setidaknya menurut para leluhur mereka).
Dan akulah yang pertama kali masuk rumah karena jari tanganku sudah membeku, lagipula kembang api kami juga sudah habis, dan juga malam lambat laun mulai sunyi kembali.
Kami tinggal sampai jam tiga pagi dan Tommy memutuskan untuk menelpon taksi untuk membawa kami pulang kerumah karena dia terlalu banyak minum.
Paginya, jam sebelas siang aku terbangun dengan kepala berat dan setelah kopi ke tiga pada saat makan siang kondisiku mulai normal kembali....
Dan berpikir... Benarkah komunitas gay itu tetap berada pada jumlah 10% dari jumlah keseluruhan populasi manusia? Tadi malam kami duapuluh orang dan dua diantaranya adalah gay...

oo...kucing toh yg gerak-gerakin ekornya, kirain siapa (mata yg udah terbelalak jelalatan liat tulisan redup kembali cekikikik)
BalasHapusIya lho, padahal kami yang sedang bermesra-mesraan tapi kok malah dia yang horny ya... Dasar kucing porno....
BalasHapusHot cheese...
BalasHapusHot boyfriend...
Hot pet...
gak kedinginan lagi dong. Harusnya tambah satu lagi,
Yaitu; Hot night. Ya kan? hot bitch...
Hihihihi...maaf saya cuma becanda
Lho... Kalao terlalu hot takutnya jadi gosong Wil...
BalasHapus