Musikal "König der Löwen" Hamburg

Jika sebuah opera panggung atau teater atau sebuah film dijadikan film animasi, maka hasilnya akan menjadi lucu, lebih klir, lebih imut, atau gerakan para tokohnya akan menjadi lebih lentur dan lembut...

Bagaimana jika kasusnya dibalik? Film animasi dirubah menjadi teater musikal? Dimana semua tokohnya bukan lagi hasil animasi melainkan manusia betulan?

Itulah yang terjadi pada opera 'König der Löwen' (Sang Raja Singa The Lion King) yang aku tonton di Musicaltheater kemarin malam di pelabuhan Hamburg. Itu adalah hasil terjemahan film animasi Disney - The Lion King dengan tokoh utama Simba. Ingat film animasi itu kan?
Dan ini sama seperti musikal The Lion King lainnya di Minneapolis, New York, London, Sydney, Melbourne, Las Vegas, Tokyo, Shanghai, Johannesburg, Paris, dan Singapura. Bedanya, di Hamburg berbahasa Jerman, termasuk semua lagunya.

Musikal yang memukau...!


Assalam-eleikum, Ismi Bedjo, smitik?

Marhaba... Aschnu käyn fil-makla?
Aschnu hada?
Bismillah... Chukran... Afak...
Hadi trek Djema el Fna?

Ach ne... ich weiß es nicht mehr....

Kami sedang belajar bahasa Arab, karena orang Maroko berbahasa Arab dan kami akan liburan kesana pada bulan Mei nanti. Tentulah menyenangkan jika kami sedikit bisa bercanda dengan mereka dalam bahasa mereka.