[ketimpringan Afrika] Marrakech Kota Labirin



Ya, inilah labirin berukuran raksasa; Marrakech!
Turis yang tidak pernah tersesat di lorong-lorong kota Marrakech berarti hebat, punya naluri orientasi tingkat tinggi.

Tadi waktu kami berada disebuah lorong entah dimana didalam kota dan sibuk membaca peta, datang sepasang turis yang ternyata sama seperti kami; kehilangan arah. Mereka bertanya, "Do you know where we are?" Dan kami tidak bisa membantu mereka, "the only one thing what i know is, we are in labyrint, we will go to this direction, and good luck..." 



Marrakech adalah kota ditengah padang pasir yang dikelilingi tembok tebal. Mempunyai sejarah panjang dibelakangnya. Djemaa el Fna, sebuah square besar ditengah medina ini bahkan dinobatkan sebagai tempat yang berada dalam naungan UNESCO karena keunikannya.

Nah, yang ada didalam tembok benteng adalah kota tua Marrakech, sementara yang berada diluarnya adalah metropolitan yang modern dan kami tinggal di dalamnya. Didalam tembok inilah terdapat medina yang unik dan sangat Arab atau sangat Afrika; Setiap saat tercium aroma makanan yang khas, pasar-pasar kecil di jalan-jalan sempit yang penuh sesak, tembok kasbah berwarna terrakotta sambung menyambung membentuk labirin, pengendara sepeda pancal dan motor yang menyerobot pejalan kaki, penjual sayur  atau buah dengan gerobak yang ditarik keledai berkeliling kota, perempuan bercadar, anak-anak yang menyapa 'Bonjour Monsiour'...

Bahkan tadi ketika Tommy mengajakku masuk sebuah lorong untuk membeli cermin dinding, aku gamang untuk memasukinya; Berapa panjang labirin ini nantinya? Karena seperti halnya ketika memasuki sebuah labirin maka orang harus terus berjalan sampai berhasil keluar atau tersesat pada sebuah cul de sac.

Meskipun begitu Marrakech adalah medina yang menarik dengan segala kesemrawutannya, dan memang begitulah seharusnya. Tidak ada atau sedikit sekali lorong dan jalan yang bernama, kalaupun ada bertuliskan huruf Arab atau berbahasa Perancis.








Itu adalah foto-foto didalam Medina dan gerbang masuknya. Postingan mendatang adalah tentang Marrakech dengan sudut yang cantik, Heartbeat square Djemaa el Fna, dan jangan ketinggalan untuk melihat foto-fotoku pada saat kami melakukan safari ke padang pasir, naik unta dan bermalam ditengah padang pasir bersama suku Berber didalam tenda mereka.

***This Travel Story listed on BEST TRAVEL TALES***

3 comments:

  1. Mas Bedjo,
    Do you have the recipes on the food you ate there?
    Thanks a bunch and happy holidaying
    :X

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pity, i don't have one.
      Thanks also for visited my blog, don't forget to come back again, this journey isn't end here, stil continue.. :)

      Delete
  2. Wah penasaran pengen menelusuri kota labiri ini :)

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)