[ketimpringan Afrika] Marrakech yang Cantik



Foto-foto tentang Marrakech medina kota tua bisa dilihat pada postingan yang ini: http://www.ketimpringan.com/2012/05/ketimpringan-afrika-marrakech-kota.html
Tapi percayalah, Marrakech bukanlah kota yang kumuh dan jorok. Memang suasana kota tua ya seperti itu namun tentang sampah, medina tua ini bersih. Aku pernah sekali melihat bagaimana pengelolaan sampah di medina ini, itu mirip seperti di Jerman. Mungkin itu adalah binaan dari Perancis mengingat dalam sejarahnya Maroko adalah koloni dari Perancis. Merekapun berbicara dalam bahasa Perancis.

Tetapi biar bagaimanapun juga ini adalah sebuah medina di tengah padang pasir, jadi berdebu. Meskipun tidak kasat mata tetapi sedikit mengganggu bagi pemakai lensa kontak seperti aku. Jalan satu-satunya ya harus melindungi mata yang berkontak lensa dengan sunglass.



Nah terus, pada hari kedua kami pergi keluar dari tembok medina menuju kota baru. Dan tepat diluar benteng ini suasana benar-benar berbeda. Inilah metropolis Marrakech; Modern, rapi, bagus dengan gedung-gedung berwarna terrakotta suasana khas Afrika dan banyak taman menghijau.

Gueliz dan Hivernage adalah area luxus tempat the rich, beauty and famous berada. Shopping mall, hotel mewah, restoran dan kafe maupun klub berada... Dan kami makan siang disini lho... Gaya kan...?

Tuh kan, Marrakech ijo royo-royo... Tapi panas bok, 45°C

'Ngadem' dulu, minum dan makan di Gueliz...



Tiga foto diatas adalah kawasan Gueliz dan Hivernage,
metropolisnya Marrakech.

Tapi ya begitu, semakin hari suhu semakin naik, hari itu pada tengah hari suhu mencapai 45°C. Pyuh... kepala rasanya mau pecah! Kami sampai berlari-lari untuk mencapai pohon selanjutnya jika sedang berjalan diluar. Hasilnya pada hari keempat aku mimisan tanpa alasan, tengkukku nyeri, lecet karena terbakar matahari dan aku jadi terlihat seperti orang somalia... Okay, berkulit lebih terang sedikit, tetapi sepertinya ini adalah warna kulit tergelap yang pernah aku punya sepanjang perjalanan hidupku :)) Tommy sampai tergeli-geli menertawakanku ketika dia mengoleskan krim pada kulitku dimalam hari...

Tetapi ya begitulah, berada dalam suhu 45°C itu tidak nyaman. Pada suatu saat kami berteduh didalam sebuah restoran untuk minum, kemudian ada angin semilir datang berhembus. Tapi yaoloooo... hembusan anginnya itu kok ya panas seperti udara yang keluar dari pemanas ruangan kami di rumah...!

Ini di Cyber Park, meskipun nama tamannya tidak cyber sama sekali.

Itu lho menara masjid terbesar, dan semua menara masjid bentuknya seperti itu.
Aku sampai beli suvenir menara kecil...



Ketiga foto diatas ada di Medina old town, yang paling bawah
 berada diluar benteng

Inilah tembok tebal yang mengelilingi medina. Pintu gerbangnya namanya Bab,
banyak bab ada disitu, dan Bab Doukkala adalah gerbang terdekat
untuk mencapai riad tempat kami tinggal.

Bergaya dulu...

Sekarang aku jadi tahu kenapa perempuan-perempuan dari negara padang pasir lebih menyukai untuk memakai pakaian yang meutupi seluruh tubuhnya, bahkan bercadar; Udara yang panas membara, sinar matahari yang menyengat dan debu dari padang pasirlah yang membuat mereka berpakaian seperti itu. Tentulah tidak menyenangkan bagi mereka untuk mencuci rambut dan melakukan perawatan ekstra untuk kulit mereka setiap hari. Jadi itulah alasan yang sebenarnya mereka berpakaian seperti itu. Jadi, aku tidak akan lagi nyinyir mengkritik mereka. Mereka lebih tahu apa yang harus mereka kenakan. Hari itu aku benar-benar bisa memahami itu setelah mengalami hari yang membara seperti itu.... Eh ngomong-ngomong, tunggu kemunculan fotoku pada saat mengendarai unta di padang pasir ya... Saking panasnya aku juga berkerudung-kerudung centil lho... Pokoknya serasa jadi Queen of Sahara deh....

3 comments:

  1. Pengalaman yang sungguh luar biasa. Pergi ke negara dimana sampai saat ini buat saya hanya sebatas cerita. Saya bermimpi untuk ke tempat di mana anda pernah ke sana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang... Asik banget bang... Mimpi akan menjadi kenyataan bang... tengang saja bang... :))

      Delete
  2. Segera aku menjelajahi kota ini :)

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)