[ketimpringan Afrika] Musafir di Padang Pasir

Kami, 12 orang yang berasal dari berbagai negara sedang menjadi musafir
melintasi padang pasir menuju tenda suku Berber.
Ya! Maksud hati ingin segera menyelesaikan postingan bersambung tentang liburan pendek kami ke Maroko, apa daya tangan tak sampai. Tetapi biar lambat asal selamat bukan? Inilah kelanjutan cerita kami...

Setelah hampir seharian kami, dua belas orang turis, melintasi pegunungan Atlas yang memukau itu, menjelang sore hari kami tiba di pinggiran kota Zagora, dimana mobil tidak lagi bisa terus berjalan karena ada padang pasir didepan.

Aku harus memuji pak sopir atas jadwal yang bagus karena tentu saja kami akan mengkerut-mengering jika harus melintasi padang pasir mengendarai unta pada tengah hari bolong. Dan ini sudah hampir senja, tentu saja tak masalah bagi kami berada diluar mengingat suhu udara tidak lagi terlalu panas, dan matahari sudah sangat condong hampir tenggelam.


Briefing sejenak, pak supir bilang bahwa dia akan melepas kami sampai disini, didepan ada dua orang suku Berber pemandu unta yang akan membawa kami melintasi padang pasir selama satu setengah jam untuk mencapai tenda mereka, dan dia akan berada lagi disini besok pagi jam 9 ketika kami diantar lagi keluar dari padang pasir.

Pemandu itu tidak berbahasa Inggris atau Perancis, begitu juga dengan teman-teman mereka yang sudah menunggu kami di tenda. Mereka hanya berbicara dalam bahasa Arab dan bahasa lokal. Jadi pak sopir menjelaskan bahwa kami akan mendapat makan malam jam 8 malam, dibangunkan jam 7 pagi, terus mendapat sarapan dan diantar keluar dari padang pasir kembali. Diluar itu kami bebas melakukan apas saja asal tidak terlalu jauh dari tenda.

Jika ada yang bertanya, sekarang adalah kesempatan terakhir, katanya.
Jadi ya begitu deh, ada yang bertanya tentang toilet, kamar mandi, cermin.... Toilet ada, tapi kamar mandi tidak ada, jadi harus tayamum... eh maksudnya, biar bau badan apeknya ndak ketulungan ya harus ditahan-tahan karena tidak ada yang akan bisa mandi, cermin harus bawa sendiri-sendiri...

"What about snake and scorpion?" Tanyaku, ingat tentang film-film Firaun itu yang banyak mengandung ular dan kalajengking padang pasir...
Tapi pak sopir bilang bahwa sang pemandu akan melindungi kami. Pokoknya aman!

Ini untaku, manis ya... :)
Perjalanan memasuki padang pasir;
Musafir di padang pasir....
Senja yang tenang, angin bertiup dengan lembut, udara hangat, sunyi,
hanya terdengar langkah kaki unta-unta kami dan suara
penadu unta kami bernyanyi riang dalam bahasa mereka.
Sunset di padang pasir yang memukau
Prince of Desert, hihi...
Itu lho tenda kami, setelah 1,5 jam naik unta akhirnya kami sampai tujuan.
Nah kami tidur di tenda yang ini, berempat, tidak cuma threesome
tapi foursome, heboh kan... Tapi sayang si bapak dari perancis itu ngoroknya kenceng banget!
Ini tenda makan. Mirip di film-film klasik padang pasir ya...
Setelah makan malam dan semua kekenyangan, eh makan Tajine lho, dan ternyata mereka
memberi kami tajine terlezat yang pernah aku makan.
Jadi setelah kekenyangan, tuan rumah menyalakan api unggun ditengah-tengah koloni tenda kami
dan mengajak kami berpesta model padang pasir, menyanyi dan menari bersama... Ada musiknya lho, ketipung Afrika!
Pagi menjelang, tuan rumah membangunkan kami agar kami bisa menikmati sunrise.
Aku bisa mengatakan bahwa aku beruntung bisa melihat pagi yang indah ini.
Langit luas biru membentang, gurun pasir yang tenang dan misterius, matahari mengintip dibalik bukit batu, sementara sayup-sayup terdengar suara unta kami mengaum atau mengembek, seorang dari suku Berber itu kembali bernyanyi riang.... Pagi yang sempurna!
Lihat... Masih ada bulan di pagi itu...
Indah sekali bukan?
Ini lho serangga padang pasir yang muncul di film-film horor itu,
ternyata mereka bertingkah manis kok...
Tahukah kalian benda aneh apakah ini? Betuuuul... Tahi unta....!
Terus setelah sarapan roti selai, kopi dan teh mint, juga buah-buahan segar plus jus jeruk segar tanpa bahan konservasi sedikitpun, kami diantar kembali keluar dari gurun pasir....

Dan... sepertinya masih ada satu atau dua buah tema foto-foto tentang liburan kami. Tunggu kelanjutannya ya..... 

2 comments:

  1. Aku jadi pengen pergi ke maroko juga -_-'' mudah-mudahan disertasiku lancar jaya nggak ada masalah, dan aku bisa ngerjain proposal PhD secepatnya jadi ada waktu untuk liburan ke sana. Kalo solo travelling ke sana berbahaya nggak, Djo?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Byq, pergi saja, asik banget! kenangan yang tak terlupakan deh kayaknya, apalagi yang nginep-nginep di gurun itu... Dan kayaknya ndak bahaya deh pergi sendirian, aman banget kok...

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)