[ketimpringan Afrika] Tajine dan Kefta


Ini lho yang namanya tajine...

Makanan khas Maroko adalah Tajine dan Kefta. Tajine adalah daging atau ayam berbumbu, kemudian diatasnya ditaburi sayuran seperti buncis dan wortel dan  buah olive dan lain-lain, ditaruh dalam sebuah pot keramik bertutup dan dibakar menggunakan arang, ada sedikit kuah didalamnya dan disajikan langsung seperti itu dalam keadaan masih panas. Sementara kefta adalah daging giling berbumbu yang dibakar, baik menggunakan tusuk sate maupun sebagai pergedel. Keduanya disajikan bersama roti.

Keduanya mempunyai rasa yang spesial, menurutku itu adalah rasa yang kuat dari korriander, tetapi aku tidak tahu dengan pasti, hanya rasanya seperti itu.

Orang Maroko tidak mengenal cabe dalam masakannya.

Makan malam pertama kami makan Tajine pada sebuah restoran lokal, dan... Rasanya terlalu kuat dan spesial sehingga pada saat makan selanjutnya kami memutuskan untuk makan pada restoran-restoran untuk turis yang hidangannya disesuaikan dengan lidah internasional; Berasa lebih lembut dan ringan.

Iya, lidah kami perlu beberapa waktu untuk bisa merasakan nikmatnya Tajine dan Kefta dengan rasa asli.

Pada hari ketiga kami kembali mencari restoran lokal untuk makan, dan tajine maupun kefta menjadi terasa nikmat. Begitu pula dengan marrokan salad.

Itu bukanlah rasa makanan oriental, tetapi rasa Afrika atau rasa selera Maroko.
Kue kering Maroko yang manis-manis,
enak untuk makanan penutup
Makan siang, kami hanya sanggup untuk makan salad dan
jus jeruk mandarin, mengingat panasnya suhu udara.
Pada tengah hari seperti hari ini suhu mencapai 45°C, bisa jadi
kami akan ngadem di restoran sambil minum air dingin. 

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)