Berkendara ke Luar Negri

Hari minggu lalu kami mengunjungi emaknya Tommy yang sedang melakukan seminggu liburan bersama dua orang saudara perempuannya di Blåvand, Denmark.

Blåvand adalah sebuah kota mungil di pesisir Nordsee/North Sea, sekitar 150 km dari perbatasan. Jadi waktu itu aku punya pengalaman baru; Nyupir mobil ke luar negri! Karena kami gantian nyupir. Berangkatnya aku dan pulangnya Tommy yang nyupir.

Pengalaman yang menyenangkan dan aku jadi terbengong-bengong melihat alangkah santunnya pengendara mobil di Denmark.
So, singkat cerita kami memasuki perbatasan Denmark. Ternyata perbatasan negara Denmark dan Jerman adalah sebuah selokan. Terlalu kecil untuk dibilang sungai.
Jadi itu adalah daerah pertanian, tidak ada lagi rumah, yang ada cuma selokan itu tadi, dan juga simbol Europe Union dimana itu adalah lingkaran bintang-bintang kecil, ditengahnya ada tulisan EU dengan warna dasar biru. Terus dibawahnya ada tulisan DANEMARK. Itu saja. Tidak ada lagi gerbang pemeriksaan dan semacamnya.

Nah, Tommy bilang bahwa aku harus hati-hati, sekarang batas kecepatan maksimum adalam 80km/h, bukan lagi 100km/h, padahal masih berada di Bundesstrasse (arti bebasnya: Jalan Raya). Dan benar, tak lama kemudian aku melihat papan yang besar sekali dipinggir jalan raya itu tentang aturan kecepatan maksimum di Denmark: Perumahan dan kota 50km/h, Jalan Raya 80km/h, Autobahn (high way) 130km/h.

Idih, kapan sampainya.....

Okay, sama... Di Jerman batas kecepatan maksimum di pedesaan dan kota adalah 50km/h, tapi di jalan raya kami boleh berkendara dengan kecepatan 110km/h, dan di autobahn/high way batas kecepatan minimumnya adalah 80km/h.

Lho kok kecepatan minimum? Iya... kalau orang berkendara dengan kecepatan rendah di Autobahn akan di berhentikan polisi, disuruh keluar secepat mungkin dari autobahn, mengganggu kelancaran lalu lintas.
Artinya? Autobahn atau Highway, atau mungkin di Indonesia namanya jalan tol, di Jerman tidak punya  batas kecepatan maksimum, artinya berkendaralah semampu mobilmu. Karena sekencang apapun orang berkendara di Autobahn, akan ada yang lebih kencang lagi, begitu.
Lha wong dulu saja pas masih sekolah mengemudi aku harus berani mencoba 250km/h, eh Tom Hanks, yang punya pengalaman mengemudi di Autobahn Jerman dengan kecepatan 200km/h sudah ribut dan kalang kabut... Lihatlah video dia bercerita tentang pengalamannya berkendara di autobahn yang lucu pada akhir postingan ini....

So, kembali pada jalan raya di Denmark. 80km/h pada jalan semulus, selebar dan selengang itu tentulah sangat membosankan. Dan benar, itu adalah 150kilometer yang membosankan!

Tapi kok ya benar ya, mereka itu pada tertib, rapi, tidak salip-menyalip, tetap pada kecepatan 80km/h.
Hampir tidak bisa dipercaya; pada jarak 150 km itu, dengan kecepatan 80km/jam, hanya sekali kami disalip mobil lain, itupun pada sebuah pertigaan, dimana aku salah masuk gigi persneling dan akibatnya mobilku melambat. Sisanya benar-benar tidak bisa di percaya.
Coba di Jerman, hedeh.... pastilah aku sudah disalip ratusan mobil dan puluhan truk.....

Berkendara di Denmark tidak menyenangkan, karena berkendara yang menyenangkan itu dimulai dari 150km/h.

Bahkan aku sampai berolok-olok... Orang Denmark tidak perlu mobil sport dan mobil-mobil bagus lainnya karena mereka tidak boleh ngebut!
Tapi jawaban Tommy ada benarnya juga, bahwa mobil itu seperti halnya rumah, lebih mengarah pada status sosial.

Okay, untuk turis seperti kami dimana pada saat berkendara bisa dengan asik lihat-lihat pemandangan yang kami lalui tentulah menyenangkan berkendara dengan kecepatan bekicot seperti itu. Tetapi jika aku benar-benar tinggal di Denmark, sepertinya aku akan memilih naik kereta api saja.

Ah sudahlah, berkendara di Jerman lebih asik, apalagi kalau sudah masuk A7, dimana itu adalah Autobahn yang menghubungkan Flensburg dengan Hamburg. Jerman memang terkenal dengan autobahn tanpa batas kecepatan maksimumnya.

Lihatlah video Tom Hanks tentang pengalaman lucunya berkendara di Autobahn, Lha kalau dia bercerita sampai seheboh itu, aku jadi bertanya, berapakah kecepatan orang Amerika berkendara di high way mereka, oh sweety America....

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)