Rombongan ke Hamburg

Akhir pekan beberapa waktu lalu kami pergi ke Hamburg bersama teman-teman kerjanya Tommy. Acaranya seru, firmenausflug (perjalanan perusahaan) dengan tujuan Dungeon Hamburg, dilanjutkan dengan makan malam.
Kami beraangkat tengah hari setelah makan siang, rombongan naik kereta api.

Nah Tommy kan pegawai negri, jadi teman kerjanya sedikit. Waktu itu kami totalnya ada 15 orang, itupun cuma sekitar separohnya adalah karyawan, sisanya adalah partnernya, termasuk aku.





Jam 13 siang kami semua harus berkumpul di stasiun karena kereta api RE (Regional Express) dari pulau akan melewati stasiun pada jam 13.15, berhenti selama 2 menit untuk menaik-turunkan penumpang, dengan tujuan akhir Hamburg HBf.

Baru ngumpul di stasiun sudah ada yang aneh-aneh. Ada yang langsung foto-foto narsis, ada yang mengeluarkan bekal, ada yang bagi-bagi bir dalam kaleng....

"Hoey... Apakah kalian sudah mendengar bahwa sekarang di dalam kereta dilarang minum alkohol?" Seseorang menegur dengan kuatir.

"Ah... itu di S-Bahn, disini masih bebas...." Yang lain menjawab hampir berbarengan dan, Prost...!

Bekal minuman kami. Harus banyak minum biar sehat, prost...!
Kereta penuh, isinya kebanyakan adalah para turis kota yang pulang dari liburan di pulau luxus Sylt, sementara kami belum punya tiket karena mesin tiket otomatis di stasiun tidak melayani pembelian tiket rombongan, sementara seperti kebanyakan di stasiun-stasiun kereta api, tak ada seorangpun yang menjual karcis, bahkan tak ada loket, yang ada cuma mesin.

Jadi, inilah aturan Jerman yang kaku nan menggemaskan (Bacanya harus cepat dan tegas ya): Jika kamu naik kereta tanpa tiket, apapun alasannya maka kamu adalah penumpang gelap, akan kena denda 50€ tetapi.... Jika kamu naik kereta tanpa tiket maka jangan ambil tempat duduk dan dengan bahasa tubuh kamu harus menunjukkan bahwa kamu sedang mencari kondektur penjual/pemeriksa tiket, dengan ini maka kamu tidak akan di denda, lol....

Singkat cerita ibu kondektur mendatangi kami, menawarkan tiket rombongan yang 50% lebih murah, mengatakan bahwa kereta sedang penuh tapi ada satu gerbong reservasi yang tidak di reservasi dan kami boleh duduk disana tanpa reservasi.... Asik!

Ketawa-ketiwi ngobrol sesuka hati di kereta... Tak terasa kereta sampai di stasiun Hamburg Altona setelah perjalanan 2 jam, padahal rombongan kami harus sampai di Dungeon yang terletak di HafenCity pada jam 15.00 sore.
Okay ada waktu beberapa menit lagi.

10 orang yang malang menunggu 5 orang
lainnya yang beruntung.
Jadi ya begitu deh, namanya rombongan, masing-masing punya kepala beserta isinya yang macam-macam, jadi sampai stasiun bukannya lari ke stasiun bawah mencari U-Bahn untuk pergi ke stasiun selanjutnya, tetapi malah ada yang beli pizza, foto-foto dulu... kebelet pipis, naruh bir yang masih banyak di locker stasiun karena didalam U-Bahn dan S-Bahn tidak boleh bawa alkohol....

Begitu terus sampai beberapa saat, saling menunggu, yang menunggu jadi kepingin makan pizza-nya yang ditunggu tapi tidak boleh jadi harus beli sendiri... Yang lain gantian nunggu.... Mau berangkat tiba-tiba ada yang kebelet pipis lagi...... Pipisnya sudah selesai tapi belum bikin-bikin foto....

Pokoknya itu adalah perjalanan rombongan terkacau yang pernah aku ikuti. Aku juga ikut-ikutan bikin kacau dong.... Beli coffe to go, dibelakang antrian 10 orang!

Akhirnya 15 orang dari desa itupun berhasil turun ke stasiun bawah.... Banyak lorong dengan orang-orang yang berjalan hampir berlari mengejar kereta.

Reiner yang berjalan paling depan karena katanya dia sudah hafal hamburg luar dalam itu tiba-tiba berhenti dengan bego, "Kita naik U-Bahn yang mana....?"

Dodol...!

Dan dia banyak mendapat umpatan, membela diri, katanya dia hafal Hamburg luar dalam jika naik mobil, kalau naik kereta lupa-lupa terus.....

Kami berlarian membaca informasi di salah satu dinding, dan setelah sekali turun di stasiun yang salah akhirnya kami sampai di HafenCity, untuk pergi ke Dungeon, dimana itu adalah lorong-lorong rumah hantu yang seperti di pasar malam itu, tetapi dengan nilai plus-plus, karena itu bukan sekedar rumah hantu melainkan adalah sejarah gelap kota Hamburg yang di kemas secara horor.

Jadi selama 2,5 jam kami akan olahraga jantung di lorong-lorong penuh hantu menyimak sejarah kelam kota Hamburg.....

Seru, bisa bikin terkaget-kaget dan terkejut-kejut.

Keluar dari Dungeon, Ties jadi berkaki kayu.
Puas di Dungeon, kami masih punya waktu banyak untuk makan malam, karena kami sudah reservasi meja di Mexicana Restaurant jam 20.00, jadi jalan-jalan dulu di HafenCity (Kota pelabuhan) Hamburg...
Berfoto dulu sebelum jalan-jalan
Senja di HafenCity Hamburg

Terus setelah puas jalan-jalan dan karena suhu udara semakin dingin, sementara meja reservasi di restoran akan diberikan pada jam 20.00, maka kami menghabiskan waktu di Mexicana Longue, ngobrol-ngobrol bercanda sambil minum agar tidak haus, dihibur oleh cewek-cewek Meksiko dengan mahkota bulu-bulu unggas menari untuk pengunjung....

Penarinya cuma pake kolor doang....

Dan.... Lapar!
Pada akhirnya kami mendapatkan makanan yang cukup dan enak di restoran Meksiko. Restorang yang bagus. Ini temanya adalah grill (BBQ) dengan cara prasmanan.
Bingung kan? ternyata caranya begini: Pertama hidangan pembuka kita pergi ke salad bar yang menunya segar menggoda, aku terkesan dengan ini, banyak sekali pilihan sayuran segar dengan dressing yang macam-macam.

Kemudian setelah itu menu utama tidak kita ambil sendiri melainkan di antar. Pertamanya aku juga bingung, prasmanan kok di antar. Tetapi setelah tahu akhirnya tidak kecewa, sang pelayan membawa daging bakar itu menggunakan tusuk sate raksasa, terus dia akan mengiris daging bakarnya langsung di atas piring kita, jadi dijamin masih panas....

Ini lho, sang pelayan membawa
sate raksasa buat kita....
Pulang.... ada yang aneh-aneh lagi.... Setelah bayar ada yang ngantuk, jadi pesan kopi.... nunggu lagi....  Sudah hampir setengah minum, yang lain ketularan ngantuk, beli lagi.... Tidak cuma itu, baru sejengkal keluar dari pintu restoran ada yang kebelet pipis dan masuk lagi... pipisnya lumayan lama.....

Akhirnya apa?

Kami ketinggalan kereta!

Jadi pas di stasiun dekat HafenCity itu Reiner yang menobatkan diri sendiri jadi ketua rombongan itu secepat kilat menyewa beberapa taksi untuk menuju ke stasiun Hamburg Altona dimana disitulah kereta antar kota berada.

Aku tidak tahu siapa yang membayar taksi-taksi itu dan bagaimana prosesnya, tetapi begitu turun dari taksi semuanya pada berlarian sekuat tenaga menuju kereta yang mesinnya sudah menyala dan satu menit lagi akan berangkat.

"Hoey yang paling depan... Tahan pintu kereta jangan sampai tertutup....."

Pas semua sudah masuk, pas berangkat.

Oh iya, pas berlarian tadi ternyata ada yang masih ingat dengan bir dan minuman lain yang masih tersimpan di locker stasiun dan menjemputnya, jadi sepanjang perjalanan pulang itu kami tidak harus menahan haus, karena pada jam-jam tengah malam seperti itu tidak ada lagi penjual keliling di kereta api.

Begitulah, acara sosialisasi bersama teman-teman yang seru dan menyenangkan dengan tingkah menjengkelkan yang bikin geli kalau diingat-ingat....

2 comments:

  1. mas 24 okto ini aku ke berlin lagi nih, terus besoknya balik indonesia.. sedih deh rasanya musti balik. btw, aku kalo mau contact mas kemana yah? mau nanya2 dikit nih muehehee~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau balik kok sedih? aku saja sudah seneng punya rencana balik tahun depan... Btw kalau mau kontak pakai saja link di kanan atas itu, kan ada menu 'kontak', nah klik saja itu, nanti muncul sendiri kontak formulir-nya. Semua email yang masuk dari situ akan terkirim ke mailbox-ku. Gampang kan?

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)