Let it Snow, and Happy Holiday

If you ask me what Christmas is, It is.... Snow, white, cold, dark, illuminations, warm, excellent food, tannenbaum, family, happy, gift, tradition...

And what about church? I don't know about it!

And what about a religion which celebrate this christmas? I have no experience about it...

Perayaan natal memang selalu heboh di Jerman, bahkan lebih heboh daripada perayaan lebaran di Jawa.




Ke Husum, pasar natalnya kecil dan mungil.....


Didalam pasar natal, dihibur oleh koor....

Pesan Eierlikör biar lebih seru..!
Terus pergi ke pasar natal di Tøndern, Denmark....




Dan ini adalah dekorasi natal kami....

Pada jendela kamar mandi

Dekorasi meja sofa

Bintang kecil di dinding

Hatiku tergeletak di meja makan

Nikolaus di meja dapur

Jendela belakang

Entrance

Pohon natal belum dipasang karena berdasarkan tradisi Jerman, pohon natal boleh dimasukkan rumah pada tanggal 24 desember. Sebelum itu katanya pamali.

Terus nanti pada holy night rencananya kami akan makan malam bertiga.

Dan pada hari natal pertama kami semua akan merayakannya dengan makan siang pada sebuah Gaststätte (Restoran) bersama seluruh keluarga. Dimana pada Gaststätte ini nanti kami akan bertemu dengan seluruh penghuni desa untuk merayakan natal bersama, tentu saja masing-masing keluarga akan mendapatkan meja sendiri-sendiri, untuk itu booking buat acara ini harus dilakukan tiga bulan sebelumnya.

Begitulah, keluarga adalah segalanya. Bahkan buat kebanyakan orang Jerman, yang katanya, pada waktu aku masih tinggal di Jawa dulu, bahwa orang bule tuh tidak begitu perhatian terhadap keluarganya, bahwa mereka hidup individualism dan tidak mau berhubungan dengan keluarganya lagi, dst, dst.....

Ternyata itu salah teman-teman... Aku tidak tahu siapakah yang pertama kali menyusupkan kampanye ini, pasti tujuannya untuk menjauhkan kita dari keluarga masing-masing, agar seperti bule, biar dianggap modern, gaya hidup barat....

Yang ada adalah sebaliknya! Dari semua teman-teman yang aku kenal, semua dari mereka tetap berhubungan erat dengan keluarga orang tua mereka. Saling mengunjungi, memperhatikan, bertukar hadiah.

Jadi buat teman-teman, tetaplah berbaik-baik dengan keluarga, pulanglah pada hari lebaran, natal atau galungan. Mereka adalah orang terpenting kalian.

Dan tentang mudik ini, bahkan, kalau saja jumlah penduduk Jerman sama padatnya dengan jumlah penduduk Jawa, bisa dipastikan acara mudik disini akan lebih kacau dan lalu lintas lebih macet. Lha wong negara berpenduduk sak uprit ini selalu kacau pada acara mudik natal kok, lihat saja Autobahn (highway) yang biasanya lancar jaya itu-pun akan jadi merambat, kereta dan pesawat selalu penuh, dan kecelakaan terjadi dimana-mana.

Sudah tahu begitu kenapa mereka tidak mau mengundur acara mudik sih?
Eh, ini tradisi! Dan tradisi itu indah! Dan berkumpul dengan keluarga pada hari istimewa adalah pengalaman spiritual (bukan agamis), jadi mudik harus tepat waktu, seberapa besar tantangan menghadang.

Jadi, bagi teman-teman yang masih suka dengan hebohnya acara mudik lebaran, lanjutkan. Itu indah kok, setiap orang perlu melakukan kegiatan spiritual dalam hidupnya agar jiwanya tidak kosong, dan ini adalah tradisi. Lanjutkanlah, seberapa besar kritik yang dilontarkan, atau seberapa kencangnya orang membodoh-bodohkan tradisi mudik, lanjutkan... Lha di Jerman yang katanya negara super modern dengan orangnya yang berpikiran super praktis dan super  realistis saja kegiatan mudik masih tetap heboh kok...

Dan selamat liburan buat teman-teman semua. Apa yang akan kalian lakukan?

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)