Tradisi Pesta Silberhochzeit

Silberhochzeit adalah perayaan ulang tahun perkawinan yang ke 25. Jadi pesta Silberhochzeit dirayakan ketika pasangan memasuki usia pernikahan 25 tahun, ini adalah salah satu acara tradisi di Jerman.
25 tahun berhasil membina rumah tangga adalah hal luar biasa yang patut dirayakan dan ini adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jerman.

Akhir pekan yang lalu Anita - kakaknya Thomas - bersama suaminya, merayakan pesta Silberhochzeit dan tentu saja kami berada dalam urutan pertama tamu-tamu yang akan di undang.
Ini adalah pesta yang indah dengan tradisi berkelas dimana para undangan berpakaian menarik; para perempuan mengenakan gaun-gaun indah dan para pria mengenakan tuxedo warna gelap lengkap dengan dasi yang diikat model double windsor knot.

Ini adalah untuk pertamakalinya dalam hidupku aku menghadiri perayaan Silberhochzeit dan ternyata pestanya seru! Tak membosankan sama sekali.




Jauh-jauh hari sebelumnya, mungkin dua bulan sebelum acara berlangsung, sesaat setelah kami menerima surat undangan, emaknya Tommy menyuruh kami mengecek setelan tuxedo masing-masing apakah masih pantas dikenakan atau tidak.

Beberapa hari setelahnya dia bertanya lagi tentang kelayakan tuxedo kami dan kami sama-sama mengatakan bahka semua masih okay.
Ini adalah tuxedo khusus yang hanya dikenakan pada acara-acara khusus, jadi mereka lebih sering menghuni lemari pakaian. Mungkin keluar cuma sekali atau dua dalam setahun.

Bingung membedakan antara tuxedo dan suits? Hihi, sama...! Dua duanya kan setelan jas, menurutku bedanya cuma satu, tuxedo harganya 10 kali lipat daripada harga suits. Okay, tuxedo kancingnya berlapis kain, lebih tebal, lebih seksi dipakai....

Jadi pada akhirnya dia puas dengan penampilanku, cuma aku harus beli jam tangan yang lebih tipis atau lebih baik tidak mengenakannya. Dan Thomas harus membeli kemeja dan dasi baru karena katanya penampilannya tidak matching.

Diam-diam aku jadi penasaran, lha ini pesta model apa sih ya, kok dia ribut sekali mengurusi penampilan kami bahkan sampai ke jam tangan segala... Ketika aku bertanya, dia malah bertanya apakah aku belum pernah menghadiri pesta Silberhochzeit, dan menambahi, "Aku hanya tidak ingin ada orang yang mengatakan bahwa anakku berpakaian seperti gelandangan..." Nah lo, tambah penasaran kan?

And the party begin.... Acara berlangsung dalam sebuah hall di tengah desa itu.

Kami masuk, langsung disambut oleh Anita dan suaminya dengan segelas Champagne. Dan kami beramah tamah sesaat sambil berdiri, sementara didalam hall sudah banyak tamu yang hadir. Semuanya masih berdiri dengan gelas ditangan masing-masing, mengobrol dengan riang. Kami belum dipersilahkan duduk. Sementara musik mengalun lembut yang dimainkan oleh seorang DJ dari pojok aula.

Anita terlihat cantik dengan gaun merah bertali keciiiiiil sekali, nyaris tak terlihat dipundaknya, sementara suaminya terlihat anggun menjulang tinggi didalam tuxedo berwarna kelabu.

Ketika aku memutar pandangan ke sekeliling ruangan dan mengamati para tamu barulah aku tahu kenapa emaknya Thomas sangat berhati-hati tentang pakaian yang akan kami kenakan. Semua orang mengenakan pakaian terbaik mereka; Para perempuan mengenakan gaun bagus dan menjelma menjadi Barbie, sementara para pria terlihat seperti Ken!
Meskipun ada Ken yang berperut gendut, Ken botak, ken pendek, Ken kurus....
Dan para senior juga mengenakan pakaian yang pantas untuk umur mereka. Tidak lagi terlalu minim bahan seperti perempuan-perempuan muda itu, tetapi cocok dikenakan untuk orang seumuran mereka.

Pokoknya itu adalah suasana yang indah dan menyenangkan dimana semua orang berpakaian bagus dan beradab.

Memang ya, tradisi itu indah. Meskipun.... Oh lihatlah, dalam suasana seperti ini, dimana orang melihat dan dilihat, orang hanya dinilai dengan apa yang mereka kenakan. Ungkapan bagus 'Don't judge a book by its cover' tidak berlaku. 'Jangan melihat orang dari penampilannya' dinilai basi.
Okay, tradisi bisa menjadi sangat kejam, culas dan sombong tetapi percayalah, tradisi bisa menyelamatkan komunitas.

Bukankah tradisi bisa menjaga martabat manusia? Benar kan?

Jadi, Kembali ke pesta.

Setelah kedua mempelai menyampaikan sambutan yang amat sangat singkat didahului oleh dentingan gelas agar semua berhenti ngobrol dan musik dimatikan, maka kami dipersilahkan duduk, dijamu dengan tiga macam hidangan yang berhasil kami selesaikan pada tengah malam.

Nah, setelahnya acara menjadi semakin meriah. Minuman tak pernah berhenti mengalir dan sesuai tradisi, maka kami boleh mempersembahkan sesuatu kepada mempelai, diawali oleh anak-anak mereka, kemudian keluarga dekat, lalu teman-teman mempelai.

Ini adalah acara yang lucu, konyol dan bikin terpingkal-pingkal, sesekali ada sesuatu yang bisa membikin terharu-biru.

Diawali dengan kedua anak mereka, keponakan Thomas. Mereka membacakan teks, seperti prosa dan sesekali diselingi dengan puisi secara bergantian. Pada suatu saat mereka membuat kami semua terharu biru dan Anita berlari memeluk mereka...

Lalu apakah kami juga mempunyai sesuatu buat mereka? Tentu saja!

Thomas dan aku telah berlatih sebulan penuh untuk menghafalkan teks dan lagu yang akan kami nyanyikan secara bergantian. Ini adalah teks kronik kehidupan keluarga itu yang ditulis oleh Thomas, bukan teks dan lagu serius tetapi konyol. Dan yang bikin lebih seru, kami menyanyikannya sambil bergaya, bergantian. Teks-nya berbahasa Jerman jadi aku tidak akan menuliskannnya disini, takut yang baca jadi tulalit.

Dan tentu saja ada acara dansa dong, bukan jejogetan seenaknya sendiri dengan iringan house music gila seperti di diskotik itu, tetapi berdansa berpasangan. Pokoknya aku berjanji akan berlatih dansa lagi agar tidak menginjak-injak kaki pasanganku lagi.

Setidaknya kami berada dalam pesta itu sampai jam 6 pagi. Pulangnya diantar oleh sopir khusus yang telah dipersiapkan, seperti yang lain. Waktu itu tamu undangan tinggal separo tetapi ketika kami keluar, tempat parkir masih penuh. Begitulah, tak akan ada seorangpun yang akan berkendara jika mereka terlalu banyak minum.

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)