Tell The World I'm Coming Home



Kami mendapatkan jadwal penerbangan yang nyaman. Dua-duanya adalah penerbangan malam sehingga paginya kami menjadi segar-bugar. Pesawat dari Hamburg mendarat di Dubai jam 6.45 sementara dari Dubai pesawat berangkat malam hari sehingga kami sampai di Jakarta pada pagi hari.

Setelah melalui pintu keluar terminal kami harus berhenti sejenak untuk duduk mencari minum. Bahkan pada pagi hari seperti itu kami merasakan udara tropis Jakarta yang gerah dan lembab, sehingga kami berpeluh seperti habis mandi tanpa handukan. Tetapi bukankah itu yang kami cari? Kami sedang mengungsi dari udara beku yang kering di Jerman.




Apa yang terjadi? ada dua musibah kecil. Pertama di Dubai airport tas punggungku robek, jadi beli tas baru disana. Terus aku terbengong-bengong karena waktu ambil bagasi, koperku terbuka, ternyata slerekannya rusak. Tak ada barang bawaan yang hilang tetapi aku harus ekstra hati-hati agar koperku tidak terbuka semakin lebar. Untuk ini kami harus belanja koper baru di Sarinah dekatnya Jalan Jaksa. Jadi pelajaran hari ini; Sebelum melakukan perjalanan, cek dua atau tiga kali kondisi tas dan koper yang akan dipakai.

Singkat cerita masing-masing dari kami mendapatkan uang rupiah yang cukup dari salah satu ATM BNI di terminal kedatangan (Setahuku, satu-satunya ATM bank Indonesia yang menerima kartu debit dan kredit kami adalah BNI).

Dengan nyaman dan tidak terburu-buru kami menuju Jalan Jaksa menggunakan bis DAMRI. Jakarta di pagi hari terlihat dizzig dan berkabut, pandangan tidak bisa tembus jauh tetapi hatiku riang seriang matahari yang menyinari ibu kota menyambut kedatangan kami.

Dan pada tengah hari kami telah berhasil melakukan hal-hal besar; Mandi, makan siang di warung Padang, pesan tiket pesawat ke Lampung pergi-pulang dan pesan tiket kapal laut dari Jakarta ke Surabaya setelahnya. Untuk hal ini, travel agen Robertus di Jalan Jaksa bisa diandalkan. Mereka profesional, ramah dan buka selama 24 jam nonstop selama seminggu.

Malam hari kami telah selesai dengan urusan transportasi selama liburan karena sesampainya di pelabuhan Surabaya kami akan dijemput mobil carteran ke Banyuwangi, kemudian mobil yang sama boleh kami sewa selama kami berada di Jawa Timur.

Masalahnya, sewa mobil murah meriah ini tanpa asuransi. Kami - yang miskin dan terbiasa mengasuransikan segala sesuatu ini, agar jika terjadi segala sesuatu tidak terpuruk semakin miskin - sempat berpikir-pikir ngeri untuk menyewa mobil tanpa jaminan asuransi tapi pada akhirnya kami mengambil keputusan. Nekat..!

Di Jakarta kami tidak punya waktu banyak, karena kami memang berniat menggunakan Jakarta cuma sebagai tempat transit saja untuk liburan kali ini. Jadi kami cuma pergi makan malam dan duduk berlama-lama dan minum bir Bintang sambil menikmati suasana.

Paginya kami bersantai memulihkan jetlag, dan tengah hari kami kembali ke bandara untuk terbang ke Lampung. Kami tidak ingin membawa semua koper jadi kami menitipkan salah satunya di tempat penitipan bagasi di terminal 1.

Di Lampung kami tinggal di rumah kakakku. Dia tinggal di sebuah desa kecil dan setiap hari pergi ke kota untuk mengurus tokonya bersama suaminya. Sementara kedua anaknya juga mempunyai urusan masing-masing, jadi kami harus bisa membawa diri sendiri.

Tetapi meskipun begitu kami di sambut dengan heboh. Mereka semua menjemput kami di bandara kecil mungil itu. Tommy yang pada dasarnya ramah itu pun langsung bisa mengambil hati mereka semua. Sayang sekali tidak bisa berkomunikasi tanpa aku sebagai penerjemah, kata kakak iparku.

Hari pertama kami pergi ke pasar pagi. 'Hello Mister' diiringi senyuman lebar sampai ke ujung pipi adalah sapaan yang didapatkan Tommy sepanjang hari. Beberapa orang bahkan mengajak berfoto bersama dengan HP mereka. Tommy bersikap cool dan ramah.
Membanggakan ya...?
Ya iya lah, aku sudah kasih tutorial, bahwa nanti di Lampung, di desanya kakakku, dia akan menjadi pusat perhatian dan tentulah akan menyenangkan jika dia bisa tetap bersikap ramah terhadap orang-orang. Tapi dia tidak menyangka jika orang-orang memperlakukannya layaknya 'saudara hilang yang ditemukan kembali' seperti itu.
Oh iya sebelum berangkat salah satu kakaknya Tommy memberikan beberapa balon tiup dan pensil promosi perusahaan buat dibagikan kepada anak-anak, karena katanya waktu dia tugas ke India dulu anak-anak selalu menyukainya. Jadi Tommy juga membagi-bagikan hadiah itu buat anak-anak yang menyapanya.

Mengunjungi sebuah desa selalu menyenangkan. Suatu saat kami sampai tersesat jauh masuk ke ladang singkong dan ladang jagung, pada saat lainnya ketika kami kegerahan maka kami mengajak keponakanku beserta semua teman-temannya mandi di kali.

Itu adalah desa di pedalaman yang keseharian penduduknya mengingatkanku pada masa 20 atau 25 tahun yang lalu di desaku sendiri. Waktu seperti berhenti disini.

Catatan perjalanan selanjutnya dalam acara liburan kami ke Indonesia kali ini adalah tentang perjalanan menuju tujuan utama kami 'the wild of East Java', naik kapal laut dari Jakarta menuju Surabaya, dan berkendara dalam lalu lintas Jawa Timur yang juga liar, seliar alamnya....


4 comments:

  1. Mas, fotonya kok kecil sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sengaja dikecilin.... Biar teteknya gak kliataaaan.....

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)