[I♥Jatim] Lonely Beach


Silahkan duduk yang manis dan nikmati keindahan suatu tempat di Jawa Timur bersama kami yang secara tidak sengaja kami temukan...

Kamu membuka pintu kamar di pagi hari. Sinar matahari pagi menghangatkan kulitmu dengan lembut sementara kicauan burung terdengar nyaring dari hutan di belakang kamar, seberang jalan.
Ketika kamu turun dari beranda, kaki telanjangmu menginjak pasir putih yang sejuk dan setelah berjalan melintasi pagar pekarangan rendah kamu akan mendapati hamparan pasir putih yang lebih lembut daripada pasir di depan kamarmu.

Sementara tepat didepan mata, jika kamu melayangkan pandangan lurus ke depan, kamu akan melihat air pantai yang tenang, tanpa ombak sedikitpun sehingga permukaan air itu nampak seperti kaca bening yang melindungi hamparan pasir lembut di dasarnya.



Kamu berjalan turun dan mendapati air yang terasa segar menyentuh kulit kakimu, dan kecipak air yang kamu hasilkan terdengar nyaring karena pantai berpasir putihmu adalah pantai yang sunyi tanpa suara sedikitpun. Bahkan tanpa suara angin.

Air pantai yang segar membuatmu ingin berenang tetapi kamu tidak bisa melakukannya karena kedalamannya hanya selutut, jadi kamu harus berjalan menuju ke tengah laut. Tetapi itu tidak masalah, malah menyenangkan karena sepanjang pantai kakimu menginjak pasir lembut tanpa batu dan koral sama sekali. Sesekali ada ikan-ikan kecil melompat keluar dari air seakan-akan mereka penasaran dan ingin melihatmu lebih dekat. Sementara diatas sana langit berwarna biru jernih, sinar matahari pagi membuatmu nyaman dengan kehangatannya dan nun jauh di depan sana, dimana kamu ingin berenang, air berwarna lebih biru daripada birunya langit.

Ketika sudah berjalan sejauh seratus meter atau lebih dari bibir pantai, barulah kamu mendapati air sedalam leher. Disinilah kamu berenang dan bercanda dengan pasanganmu tanpa gangguan apapun. Pantai tetap sunyi tanpa seorangpun dan ombak juga tidak ada. Hanya ada beberapa nelayan yang sibuk dengan perahu jukungnya.

Kesunyian alam yang sempurna.

Pada suatu saat kamu ingin menyatu dengan alam, menyerahkan diri dalam kedamaiannya. Maka kamu berbaring terlentang dan membiarkan tubuhmu mengambang pada permukaan air yang tenang. Tutup mata, bebaskan tubuh yang penat... Hangatnya sinar matahari pagi dan segarnya air yang lembut merasuk kedalam jiwa dan membawa pikiranmu melayang, entah kemana, dan jauh... Pada sebuah tempat yang damai, indah, hangat dan tenang... Setenang pantaimu.... Sementara tepat disebelahmu, pasanganmu melakukan hal yang sama, hanya saja dia sedang melayang ke tempat lain yang tidak kamu kenali, tetapi sama-sama indahnya.

Kalian berdua menyatu dengan damainya alam... Day dreaming....

Sampai suatu saat pasanganmu menyentuh lenganmu dengan lembut, dan kalian terbangun....

Anehnya, atau hebatnya, pada saat melihat ke sekeliling, kamu akan mendapati bahwa kamu berada pada tempat yang sama persis pada tempat dimana kamu mulai mengambang tadi, karena tidak ada ombak dan arus sama sekali yang bisa memindahkan posisi tubuhmu...

----------------

Itulah kedamaian Pantai Wisata Pasir Putih yang tidak sengaja kami temukan. Pantai ini terletak di jalur pantura pulau Jawa, jadi kalau orang berkendara dari barat menuju ke timur, katakanlah from Surabaya to Bali with bus maka orang akan melewati kota Bondowoso terus jika keluar dari kabupaten Bondowoso dan memasuki kabupaten Situbondo, tak lama kemudian akan sampai di Jalan Raya Pasir Putih, nah di sepanjang jalan inilah a very exotic lonely beach ini berada. Jadi sebenarnya pantai ini terletak di dalam hutan, berada di pinggir jalan dengan banyak hotel di sebelah kiri jalan dan banyak warung dan restoran bergaya gubuk derita di kanan jalannya.

Jadi kalau mau kesana enaknya berlagak kemalaman seperti kami saja...

Waktu itu kami dari Surabaya dan ingin menuju Banyuwangi lewat jalur Pantura. Namanya juga liburan jadi jalan santai sambil berhenti di sana-sini... Eh kemalaman. Jadi daripada pulang malam lebih baik pulang pagi sekalian. Terus buka-buka lonely planet, buka-buka peta dari Periplus dan lihat-lihat navigator... Kami ada di Bondowoso, sayangnya kota Bondowoso sudah lewat. Mau balik kucing ogah ah, sementara kondisi jalan menunjukkan tanda-tanda akan masuk hutan. Nah dari gabungan ketiga benda diatas dan ingatan masa kecil yang sudah samar-samar hilang aku menyimpulkan sebentar lagi kami akan melewati pantai wisata di kabupaten Situbondo. Masalahnya ingatanku sangat samar dan di luar sana hari sudah gelap jadi pada sebuah desa kami berhenti, berbicara kepada seseorang bahwa kami kemalaman dan sedang mencari hotel dan bertanya apakah di pantai pasir putih ada hotel. "Oh, buanyak mas... Warung restorannya juga buanyak..." Katanya.

Singkat cerita sampai di tempat wisata itu, ada plang selamat datang yang besar... Kok sepi? Banyak hotel dan restoran tapi kok tidak ada orang? Ini masih jam 8 malam. Jangan-jangan kami tersesat di kota hantu....

Pada akhirnya kami mendapat sebuah kamar yang nyaman lengkap dengan AC (dan nyamuk).

Tapi malam itu kami mati gaya, jadi kami kembali ke resepsionis untuk bertanya enaknya ngapain, malam masih terlalu muda.
Pak resepsionis ngajak main kartu tapi kami tidak mau, jadi dia tidak punya ide dan dia bilang memang begini suasana pantai ini kalau hari sudah gelap. Para tamu lebih suka diam di dalam kamar... Ini sih ndak cocok banget suasananya dengan kami. Tapi dia bilang enaknya pergi ke warung-warung seberang jalan saja, banyak ikan bakar!

Dan benar, kami mendapatkan makan malam dengan menu ikan bakar segar, kami cuma berdua di warung jadi serasa punya pelayan pribadi, dan harga makanan dan minuman benar-benar murah meriah.

Selanjutnya orientasi lingkungan dan kami bertemu monyet hitam, monyet kelabu, seorang manusia, dan pantai sunyi dengan angin berhembus hangat yang nyaman...

Jadi siapa bilang di Indonesia tidak bisa berjalan bergandengan tangan dan berangkulan? Bisa dong...

Terus siang hari sebelum tengah hari juga asik, bisa beli kelapa muda segar utuh dan dikupaskan, makan bakso atau sate madura, duduk-duduk di kafe pantai dan semua harga murah-murah. Bisa juga belanja-belenji suvenir murah, lihat-lihat anak-anak bermain air. Sampai check out jam 12 siang dan melanjutkan perjalanan.

Begitulah, pantai ini adalah pantai yang tepat digunakan alasan jika sedang kemalaman mengingat letaknya yang bagus.

Jadi inilah what to do in this our lonely beach:

1. Datang malam hari dan bangun pagi-pagi sekali sebelum angin berhembus agar bisa menikmati permukaan air laut yang kinclong dan rata seperti kaca, kemudian nyebur ke air sebelum pantai ramai di siang hari.

2. Jangan berharap banyak di malam hari, tidak ada party jadi berdamailah dengan alam, nikmati kesunyiannya.

3. Bawa minuman sendiri kalau mau bikin private party, warung dan restoran hanya menjual soft drinks dan bir.

4. Hindari hari minggu dan hari libur nasional, kata pak resepsionis pantainya bisa sangat penuh.

5. Turuti ajakan nelayan yang akan membawa kalian melihat terumbu karang indah di tengah laut (tapi perahu jukungnya tidak dilengkapi jaket penyelamat lho ya).

6. Toko-toko suvenir pada malam hari tidak di tutup tapi tidak ada yang menjaga. Jangan ngutil ya, percayalah, harganya murah-murah. Jadi bisa belanja suvenir murah.

7. Nyeberang jalan masuk ke dalam hutan. Banyak monyetnya, lucu-lucu.

5 comments:

  1. selamat ya kaq .
    sekali kali ke lombok dong , banyak tempat menarik disini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lombok? Pasti dong, sudah masuk dalam agenda. Gili Trawangan masih asik kan?

      Delete
  2. masih banget apalagikan disini dilarang ada motor n pokoqnya yg berasap , masih alami banget pokoknya ,oh ya , di lombok bagian timur ada pantai pink lo keren deh pokoqnya apalagi pengunjungnya g' terlalu rame jadi bisa berduaan sama pacar disana . disamping pantai pink ada tanjung ringgit .

    ReplyDelete
  3. Wahh.. Seru juga.. Kapan kapan pengen juga berkelana seperti...

    Private partybsendirian di tepi pantai. Wkwkwkwk..

    Ayo blusukan lagi mas ke situbondo.. Masih banyak yg perlu dieksplor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa.... nanti kalau pulkam mampir lagi ke Situbondo, soalnya di situ asik

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)