[I♥Madakaripura] Cuci Mobil Gratis


Kami selesai browsing di situs Bromo Tengger Semeru sekitar jam 10 pagi, kemudian kembali ke hotel buat sarapan santai dan check out, maka masih tersisa hari yang panjang. Lalu apa yang akan kami lakukan? Langsung turun ke kota? Tidak seru dong... Maka setelah dipameri foto-foto aduhai yang di buat Soe dalam salah satu postingannya tentang air terjun surealis Madakaripura, kami-pun menuju ke sana.

Yang asik, di tempat parkirnya itu ada orang yang suka mencuci mobil secara sukarela, tentu saja kami kesenangan, ya tahu sendiri lah ya, bagaimana kotornya mobil kami yang berwarna putih itu setelah dipakai untuk melakukan perjalanan jauh. Begini ceritanya.....




Tidak sulit untuk mencari jalan menuju air terjun Madakaripura. Kami bertanya pada mbak pom bensin (Satu-satunya pom bensin yang ada di dataran tinggi itu), kemudian dia mengarahkan kami untuk mengambil jalur ke Surabaya, bukan ke Probolinggo. Jadi pada pertigaan di bawah setelah pom bensin itu belok kanan, akan ada beberapa papan penunjuk jalan, ikuti jalan sampai mentok, dan parkir. Mudah kan?

Beberapa kilometer sebelum masuk situs, bayar karcis. Okay....

Di tempat parkir, ada dua orang laki-laki memandu parkir sambil teriak terus-terus... Biasanya kami kasih 1000Rp untuk orang-orang ini,  Lha kok minta bayaran 5000Rp, dan bukan seorang. Dua-duanya minta. Ini tidak okay....

Pemandu wisata minta tarif 100.000Rp. Okay lah ya.... Percayalah, orang perlu di pandu untuk menuju air terjun Madakaripura agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pulang, semua membersihkan diri di toilet umum dan ganti celana, seorang di tarif 5000Rp. Is it okay?

Mobil dinyalakan, tiba-tiba datang dua orang brondong ingin bicara, aku membuka kaca mobil dengan penasaran dan terjadi percakapan konyol seperti ini:
"Mas, tadi mobilnya kami cuci" Kata salah seorang.
Aku bengong, "...Oh terimakasih" Kataku sambil tersenyum manis dong ya....
"Mintak bayaran mas..."
"Lho...." Aku bengong lagi....
"Iya mas soalnya tadi mobilnya kotor...."
"Sebentar to... Apa aku tadi nyuruh kalian nyuci mobil?"
"Tidak mas, tapi mobilnya kotor..."
"Berarti aku tidak suruh kalian nyuci mobil kan?"
"Tidak mas, tapi kalau boleh minta bayaran sekedarnya saja mas..."
"Kalau aku tidak kasih?"
"Ya sudah..."
Terus aku tutup kaca mobil dan kami pergi. Aku tidak akan pernah melestarikan budaya semi pemerasan seperti ini.

Tapi percayalah, diluar kelakuan ilegal yang menjengkelkan seperti diatas, air terjun surealis Madakaripura adalah tempat yang harus dikunjungi satu paket dengan kunjungan wisata Bromo.

Idealnya, setelah bercapek-capek naik turun gunung, orang perlu ngadem kan? Jadi disinilah tempatnya, sambil menikmati salah satu master piece alami di Jatim ini sambil basah-basahan.

Bayangkan, konon katanya, sang maha patih Gajah Mada saja menjadikan tempat ini sebagai tempat terakhir semedi-nya. Nah pas di bawahnya air terjun itu, ada sebuah cekungan dimana untuk mencapainya orang harus merambat dan berpegangan pada bebatuan, terus kata pemandu kami yang ternyata ramah itu, disinilah Maha patih kita bersemedi.
Terus tentu saja aku ikut-ikutan duduk dong ya di tempat semedinya sang Gajah Mada, mencoba merasakan sensasi hawa ghaib-nya. Tahukah kalian apa yang terjadi selanjutnya?

Tidak terjadi apa-apa...! Hanya saja bulu remangku berdiri merinding. Rasanya heboh banget duduk di cekungan itu sementara pas didepan mata ada air terjun deras mengalir, saking derasnya airnya sampai terpecah menjadi butir-butir putih, menyebar, bahkan ke segala arah, terus ada pelangi juga, menjadikan suasana disitu seperti surealis.

Dan bukan itu saja. Jalan masuk ke air terjun itupun, dimana disitu kita harus menyusuri sungai, nah... Sepanjang sungai itu adalah keindahan tak ternilai.
Okay, jangan melihat sungainya, jelek. Apalagi jalan trotoar yang hancur terputus-putus itu, perusak pemandangan.

Tetapi jika orang mendongak ke atas, ke bukit dan ngarai yang mengurung sungai, disana ada hutan belantara yang memukau. Ada pohon pakis yang besarnya naudzubilah, banyak pohon-pohon raksasa.... Pokoknya seperti hutan-hutan jaman dinosaurus, atau kira-kira seperti itu.


Tetapi sayangnya orang tidak bisa berlama-lama menikmati pemandangan hutan itu karena harus konsentrasi pada jalan menyusuri sungai. Harus menyeberang berkali-kali, lompat-lompat batu, masuk ke air, karena jalan setapak yang seharusnya dilalui terputus-putus akibat longsor dan tidak diperbaiki. "Inilah lagi-lagi tipikal Indonesia. Mereka membangun semuanya dengan sangat indah tetapi sekali rusak, maka akan jauh lebih buruk dari awalnya karena mereka tidak memikirkan biaya perawatan dan perbaikan." Lagi-lagi Tommy berkomentar, untuk yang kesekian kalinya, dan selalu terulang, jika kami menemukan sebuah tempat umum yang dibangun dengan indah, tetapi sudah rusak, dan itu banyak, ada dimana-mana. Akupun tak bisa membela negaraku.

Begitulah Madakaripura. Indah dan surealis. Seperti masuk ke dalam negeri dongeng. Tetapi sulit bagiku untuk merekomendasikannya. Orang-orang disitu hanya menginginkan uang kami secara terus terang.

Oh iya aku punya tips cantik bagi yang ingin pergi semedi ke Madakaripura; Pakai bedaknya jangan tebal-tebal, ndak usah pakai gincu, karena semua orang akan basah kuyup. Payungan? Bukan, itu bukan ide yang baik karena air terjun muncrat dan membias ke segala arah, jadi biar bisa berlama-lama dan tidak kedinginan, bawalah jas hujan seperti yang kami lakukan.

3 comments:

  1. Iya emang kadang suka gitu mas djo... di beberapa tempat juga ada tuh yang nyuci tanpa disuruh, terakhirnya minta bayaran.

    Buat harga mahal, mungkin karna mas Djo ke sana nya bawa pacar "import". mungkin loh.....

    Tapi, liat dari foto di atas kayaknya keren banget ya pemandangan-nya....

    lucky you.

    ReplyDelete
  2. Indonesia dengan segala keindahan dan kisah-kisah indahnya. Hem cerita yang indah dan menarik mas. Menarik, karena nanti kalau ke sana, saya harus lebih hati-hati lagi.
    Salam kenal mas dari blogger Malang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haris - KetimpringanJuly 22, 2015 at 4:54 PM

      Benar, apapun yang terjadi, Indonesia itu tetep saja indah dan ngangeni.
      Wah sampeyan blogger ngalam? berbahagialah, kotamu tuh indah banget, adem ayem.

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)