Istana Sang Raja

Setelah berkendara sejauh 400 kilometer melalui Autobahn menuju arah selatan, navigator mobil yang menjadi satu-satunya pemandu perjalanan mengarahkan kami untuk memasuki sebuah jalan sempit. Ini bukan lagi jalan yang wajar. Tadi ketika keluar dari jalan desa terakhir, pada saat belok kanan untuk memasuki jalan sempit ini aku melihat sekilas ada palang penutup jalan yang pada saat kami masuk berada dalam keadaan terbuka.

Aku tidak yakin bahwa ini adalah jalan yang seharusnya kami lalui, dan aku tidak riang lagi. Jalan semakin menanjak dan berliku, pepohonan semakin lebat, dan hutan belantara semakin gelap. Tak sekalipun kami berpapasan dengan mobil lain. Hanya kami yang melalui jalan ini.

Ini adalah jebakan; Bahwa beberapa minggu sebelumnya kami membeli sebuah kupon promo hotel dari internet - murah tapi mewah - hotel yang terletak di sebuah kota kecil di dataran tinggi Hessen - tetapi sekarang kami berkendara menuju tengah hutan - disana ada sebuah kastil tua - dijaga oleh seorang pria tua buruk rupa - sementara didapur istrinya menyiapkan rempah-rempah dan jampi-jampi karena dua orang korban tengah berada dalam perjalanan menuju kastil tua mereka....


Aku semakin seksama mengamati keadaan sekeliling yang sedang kami lalui, tak berkata apa-apa lagi, tapi Tommy malah tertawa, katanya.... "Jadi nanti menjelang malam kita akan sampai di kastil tua yang dijaga oleh laki-laki tua, ketika pintunya dibuka akan terdengar suara aneh, dan beberapa kelelawar akan terbang keluar.... Ah, aku juga sudah nonton film horor murahan itu....."

Eh lha kami kok menghayal tema yang sama....

Pada kenyataannya kami akhirnya sampai di hotel tua cantik yang tetap memancarkan kemegahan Barock (Baroque) ketika gaya arsitektur ini muncul pada tahun 1700-an.

Pyuh.... Dari awal sampai akhir aku mengagumi kemegahan dan keindahan arsitektur model ini, dan aku akan tinggal didalamnya bok, selama dua malam! kemewahan apa lagi yang setara dengan ini?

Okay, jika ada yang belum paham apa itu gaya arsitektur barock, ini adalah simbol kemegahan dan kemewahan para bangsawan jaman dulu. Ruangan luas, langit-langit tinggi dengan jendela-jendela lebar. Dindingnya berwarna cerah hampir putih dengan ornamen yang sangat detail, hati-hati, dan indah berwarna emas, merah dan warna-warna cerah lainnya serta lukisan dan patung yang menyatu. Pokoknya benar-benar kinclong dan luxus.

Lalu apa bedanya arsitektur gaya Barock, Gotik, Romanik dan Renaissance? Aku tidak tahu tetapi Notre Dame di Paris adalah arsitektur Gotik dan Petersdom di Roma adalah arsitektur bergaya Renaissance. Sementara Gaya Romanik ditandai dengan lengkungan di pintu dan jendela bagian atas, begitu saja penjelasan mudahnya ya.... Pokoknya Barock adalah indah dan mewah sementara Gotik adalah kebalikannya; misterius dan... Okay, menyeramkan kelihatannya. Mirip-mirip dengan kedua jenis aliran musik ini.

Jadi kembali ke hotel, hotel ini namanya Schloss zum Schwan (Schloss=Kastil, Schwan=Angsa, sementara Schwanz artinya adalah kenti, pengucapannya hampir sama!), just in the middle of Bad Karlshafen. Baru saja membuka pintu masuk yang nauzubilah berat untuk membukanya, aku langsung terbengong-bengong. Indah sekali, tentu saja bukan keindahan ruangan jaman sekarang yang terlihat minimalis, rapi dan transparan, keindahan yang ini adalah keindahan rustikal atau klasik dengan banyak detail, berat, penuh dan mewah.

Cara check-in sangat menyenangkan, kami menyerahkan kupon promo, sang resepsionis yang... eh ternyata betul seperti hayalan kami berdua lho.... dia adalah lelaki tua, tetapi tidak buruk rupa.... Okay, sang resepsionis yang ternyata pemilik kastil itu menelitinya sejenak, kemudian membunyikan lonceng dan seorang perempuan muda buru-buru datang karena suara lonceng menyapa kami dengan ramah dan mengantar kami ke kamar sambil menjelaskan segala sesuatu termasuk jam-jam makan, ruangan mana saja untuk apa, dan kami memasuki peraduan sang raja.....

Kapan ya, aku bisa punya kamar seluas ini, dengan langit-langit tinggi dan jendela-jendela lebar.... Tetapi kami juga sempat terbahak-bahak, kok masih bisa nyala ya, tv tabungnya.....




Makan malam adalah sebuah kemewahan. Belum makan saja sudah puas duluan. Bagaimana tidak? kastil ini mempunyai restoran Rokoko dengan gaya ruangan yang lebih detail, lebih indah, lebih cantik dan lebih mewah daripada ruangan-ruangan lainnya. Ini adalah masterpiece dari seluruh bangunan ini. Aku tidak bisa menceritakannya dengan detail saking terpesonanya, tetapi lihatlah foto dibawah ini:


Jadi makan malam di kastil romantik ini diatur persis seperti makan malam jaman dahulu dimana seorang bangsawan mengundang tamu-tamu untuk berpesta dengan menata meja panjang agar para tamu mudah berinteraksi dengan tamu-tamu lainnya, hanya saja disederhanakan untuk menghemat tenaga pelayan yaitu dengan menu buffet (prasmanan), pelayan hanya bertugas untuk mengambilkan minuman (bayar ekstra) dan membereskan piring-piring bekas makan. Selebihnya kita yang melayani diri sendiri.

Apakah kalian pernah makan dengan perkakas makan seperti sendok, garpu, pisau dan tatakan piring yang terbuat dari perak?
Itulah gaya makan malam kami! Ini adalah perkakas makan jaman dulu jadi bentuknya tidak terbiasa untuk ukuran jaman sekarang. Secara aneh sendok sup perak itu terlalu besar dan terlalu cekung sehingga aku sedikit kesulitan untuk menggunakannya. Rasanya tidak bisa pas di mulut jadi kalau tidak berhati-hati maka sup yang sudah masuk mulut bisa keluar lagi mengikuti sendok. Aneh tetapi begitulah, nostalgia.... Dan semua perkakas makan itu terlalu besar jika dibandingkan dengan perkakas makan jaman sekarang. Dan terasa berat di tangan. Tetapi tetap saja aku terkagum-kagum. Inilah kemewahan klasik.

Sementara selama makan seseorang memainkan piano tanpa henti dari awal sampai selesai. Piano beneran yang besar sekali itu lho, bukan dari mp3 player. Keren kan? Siapa yang tidak ingin?

Oh iya dulu pada postingan yang ini aku telah menulis tentang cara bersopan-santun model Jerman pada undangan makan. Kali ini tidak ada tuan rumah secara khusus tetapi tetap seperti itulah adat kebiasaannya.

Ini adalah makan malam buffet, jadi perhatikan penjelasan berikut ini agar tidak malu karena salah ambil makanan..... Di sekitar tatakan piring jika dilihat dari dalam (paling dekat dengan tatakan piring) di sisi kiri ada tersedia dua buah garpu, sementara di sisi kanan ada dua buah pisau makan dan yang paling kanan ada sendok sup yang aneh itu tadi. Sementara di sisi sebelah atas ada sendok kecil. Artinya apa? Okay, pertama-tama orang harus mengambil perkakas yang terletak paling jauh dari tatakan piring, jadi pertama gunakan sendok untuk makan sup sebagai menu pembuka. Kemudian akan ada dua kali menu utama. dan terakhir gunakan sendok kecil untuk makanan penutup. Begitu....

Begitulah, kami telah bernostalgia menjadi bangsawan selama dua malam. Menelusuri kehidupan mewah para Fürst, keluarga Adler dan König jaman dulu yang mempunyai tradisi cantik, kamar luas dan indah, makan malam yang lezat dan beradab, mengenakan pakaian bagus dan sopan, dan bersosialisasi  dalam kemewahan jaman dahulu kala.....

 -------------

Dies Post ist eine positive Bewertung für Hotel Schloss zum Schwan. Alle Fotos werden von sein Website genommen und sind Eigentum des Hotels.

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)