[Nederland] Kroket Aneka Rasa


Hari ini kami akan menjelajahi kota Groningen yang terletak tak jauh dari perbatasan Belanda-Jerman di kawasan utara. Kota Groningen bagus dan rapi, mempunyai passage yang panjang dan Grote Markt yang terkenal. Di kota kecil seperti inilah orang bisa menikmati dan mengamati Nederland yang asli, tidak terbaur dengan budaya global seperti di kota-kota besar.

Dan seperti halnya jika orang pergi ke Nederland, tentu saja negara multi-kulti ini kaya dengan 'makanan wajib coba', salah satunya kroket. Bukan kroket biasa yang terbuat dari kentang yang cuma digarami, kroket Nederland lain. Rasa kroket original dengan penyajian yang asli bukan di dapat di restoran mahal melainkan di warung pinggir jalan bernama Snack Bistro yang bisa ditemui di seantero negri.



Setelah bangun pagi yang kesiangan kami memutuskan untuk sarapan di caravan saja. Masih ada beberapa lembar roti, butter dan dua macam keju. Kopi instan juga tersedia. Begitulah ceritanya jika orang liburan menggunakan caravan, ada nada-nada nomaden dan sedikit berpetualangan menyatu dengan alam, juga hidup dalam kesederhanaan yang menantang. 

Groningen! Tidak banyak yang bisa aku ceritakan dari kota ini, yang aku tangkap cuma, bahwa Groningen adalah kota pelajar dan punya banyak kanal karena terletak dibawah permukaan laut, itu saja. Dulu aku mengira Groningen masuk dalam wilayah Jerman karena namanya terdengar tidak asing, seperti nama-nama kota lain di Jerman. Jadi daripada bercerita tidak karuan lebih baik cerita tentang pengalaman pertama berada di salah satu kota di Nederland.

Tahukah kalian bahwa selama sepuluh tahun ini aku selalu menghindar jika ada yang mengajak pergi ke Nederland? Sampai akhirnya Tommy berhasil mengajakku. Okay dulu pertama kali menginjakkan kaki di Eropa ya di bandara Schiphol dekat Amsterdam itu. Tapi secara emosional, bandara internasional bukan bagian dari sebuah negara kan? Tentu saja kamu tidak bisa bilang bahwa kamu pernah ke Nederland meskipun kamu sempat ngopi-ngopi sejenak buat transit di Schiphol.

Kenapa aku tidak mau pergi ke Nederland? Sumprit ya bok, aku berpikiran dangkal; ingat cerita-cerita jaman penjajahan dulu. Silahkan ketawa tetapi begitulah alasanku sampai akhirnya hari itu, pagi itu aku masih terbawa-bawa jengkel dengan orang belanda karena kakek-nenek mereka telah menjajah kakek-nenek kita selama 350 tahun waktu itu, masih ingat kan? jengkel kan?..... jadi Groningen itu bukan kota besar jadi agak-agak sepi. Pagi itu kami berjalan pada sebuah jalan sempit, hanya ada kami berdua, tentu saja jalan kami bergaya turis yang celingukan kesana-kemari melihat hal-hal bagus.... "Goedemorgen...." pastilah kami menjawab secara reflek dengan "Guten Morgen" atas sapaan selamat pagi dari seseorang yang berpapasan dengan kami.

Siapa dia? brondong.... brondong belanda, cicitnya yang menjajah kakek-nenek kita! Dia menyapa dengan senyum lebar dan ramah.
Kamu pernah disapa brondong Jerman di jalan? jangan harap, mereka menyapa cuma kalau ada maunya, "hey alter, hast du 'ne Zigarette fรผr mich?"

Dan sapaan-sapaan ramah berlanjut dengan pembicaraan ringan seperti ini selalu menyertai selama kami berada di Nederland. Bahkan pada malam hari pada saat kami bersosialisasi di bar dan kafe, selalu saja ada yang berbicara dengan kami, bahkan selalu saja ada gelak tawa yang akrab dan gayeng, sampai traktir-traktiran minum. Tidak ada maksud tersembunyi, hanya ramah, itu saja. Dan aku bisa berkata, jika kamu ingin bertemu dengan orang-orang yang super ramah di Eropa, pergilah ke Nederland.

Sejak hari itu dendam kesumatku terhadap orang-orang Nederland sudah pupus.

Eh cerita tentang kroket aneka rasa dilanjutkan pada postingan mendatang saja ya, sebagai pengobat rasa kecewa, inilah foto-foto yang aku dapat dari Groningen....

Ada toko kado milik mbak Mulyani....

Jalanan sudah dihisan iluminasi winter

Grote Markt didepan Noordelijk Scheepvaartmuseum

begitulah, banyak kanal dan perahu

Ada Satehuis bok....

Passage yang asik kan?

Sepeda ungklik dimana-mana

Ada Warung Jawa juga....


No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)