Welkom in Nederland: Berkendara Dalam Badai

Nederland atau Belanda, disinilah aku melihat negara yang sangat amat datar, orang-orang yang sangat ramah, jutaan sepeda pancal yang tak pernah aku temui dimanapun kecuali di Amsterdam, negara yang sangat multi-kultur dan nikmatnya bermacam-macam keju. Welkom in Nederland, ini adalah cerita liburan seminggu di Nederland masuk melalui Friesland (wilayah bagian utara negara di pesisir pantai North sea), melintasi kota-kota kecil di Friesland dan Noord Holland, kemudian berkendara memasuki Holland dan menjelajahi kota Amsterdam dan kota-kota kecil disekitarnya, setelah itu turun ke selatan menuju Den Haag.

Kami bersyukur karena telah dikaruniai cuaca yang bagus selama di Niederlande. Cuaca bagus pada musim gugur adalah tidak banyak hujan dan angin, itu saja, jangan berharap macam-macam. Meskipun pada hari keberangkatan, kami harus menerjang badai orkan yang waktu itu menghajar pesisir pantai North sea sampai-sampai kami harus berhenti selama beberapa saat karena jalan terblokir oleh mobil-mobil yang bergelimpangan dan pepohonan yang roboh ke badan jalan.....




Pagi-pagi ketika pamitan mau berangkat langit cerah dan matahari bersinar ramah. Tetapi emaknya Tommy memperingatkan agar berhati-hati karena nanti siang akan datang badai dari laut. Kami juga telah mendengarnya dari siaran radio tadi pagi tetapi lihatlah... Itu adalah pagi yang cerah dan hangat... Dan kami berkendara dengan suka-cita menuju Nederland dengan caravan terpasang di belakang mobil.

Kami meninggalkan Nord Friesland tempat kami tinggal. Hamburg telah kami lewati dengan lancar. Sesaat sebelum memasuki Bremen, kami lapar dan berhenti sejenak di Reststate yang ada di highway A1 dimana ini adalah Autobahn (Highway) panjang dari ujung ke ujung, mulai dari pojok utara Jerman setelah keluar dari kota Kiel sampai ujung barat Nederland entah berakhir dimana. Disinilah masalah mulai muncul; Angin bertiup terlalu kencang dan sangat dingin.

Setelah melewati Bremen menuju Oldenburg kami jadi ketar-ketir. Angin terlalu kencang untuk dipakai berkendara, apalagi kami membawa caravan di belakang mobil. Berkali-kali radio sender lokal memperingatkan agar tidak keluar rumah dan bagi yang sudah terlanjur keluar diharap menghentikan mobilnya di tempat terbuka, beberapa jalan terblokir oleh pohon yang roboh ke jalan maupun mobil yang terpelanting.

Kami cuma bisa berhenti dan menunggu badai reda di tempat perhentian terdekat. Sebuah mobil yang parkir didepan kami tidak bisa melanjutkan perjalanan karena waktu parkir tertimpa pohon yang roboh. Emaknya Tommy berkali-kali menelpon tetapi sinyal terputus-putus.... Sepertinya dia bilang tidak bisa membuka pintu rumah karena dorongan angin dari luar.... Ada sesuatu yang menimpa dinding rumah.... Atap terbang.... Waktu itu kami tidak bisa menangkap maksudnya tetapi pada akhirnya, satu setengah jam berikutnya, setelah badai reda dan kami dapat sinyal bagus lagi, ternyata dia bilang bahwa atap genteng rumah berlubang karena tertimpa atap kandang sapi dari tetangga kami yang terbang sejauh setengah kilometer (Setelah kami kembali liburan, ada beberapa kerusakan rumah, termasuk hantaman atap kandang sapi dari petani tetangga kami, semua rumah tetangga juga mengalami kerusakan, dan perusahaan asuransi akan sibuk selama berbulan-bulan karena badai ini).

Terus pada akhirnya badai reda dan kami melanjutkan perjalanan, disana-sini jalanan masih terblokir, dimana-mana terlihat pohon-pohon besar tumbang, beberapa rumah mengalami kerusakan pada atapnya, mobil kontainer tergelimpang begitu saja di pinggir jalan....

Setelah melewati kota terakhir Oldenburg, tak lama kemudian kami melintasi perbatasan. Tentu saja tidak ada hiruk-pikuk pemeriksaan dokumen, lha perbatasannya sebenarnya tidak mempunyai batas kecuali sebuah selokan kecil, cuma ada logo EU dengan tulisan 'Nederland' dibawahnya, beberapa saat kemudian ada papan penjelasan tata tertib berkendara di Nederland; Batas kecepatan maksimum di Autobahn 120km/h, didalam kota dan pemukiman 50km/h, dan jalan raya 80km/h. Sedikit lebih lambat daripada di Jerman.

Aku tidak bisa mengingat ada perbedaan apa antara Autobahn Jerman dan Nederland, tetapi mereka terlihat berbeda, cuma tidak tahu apa bedanya. Dan tulisan bahasa Nederland benar-benar tumpang tindih, apa lagi nama-nama kota dan daerah yang kami lalui, tetapi.... jika aku mengamati dengan seksama maka sebenarnya itu adalah bahasa yang sama, apalagi jika dibandingkan dengan Plattdeutsch yang mana itu adalah bahasa daerah orang-orang Nord Friesland, daerah dimana kami tinggal.

Begini, dulu sekali, asal muasal bahasa ini adalah sama. Kemudian setelah ada negara kesatuan maka mereka jadi berbeda. Friesland dulu adalah daerah luas sepanjang North England, Noord Nederland, dan Nord Deutschland. Kemudian North England bergabung dengan Great Britain, Friesland masuk dalam wilayah Nederland dan Nord Friesland sekarang ada dalam negara kesatuan Bundesrepublik Deutschland. Itulah sedikit sejarah tempat kami tinggal.

Melanjutkan perjalanan.... Sumprit ya, sepanjang perjalanan sesaat setelah memasuki perbatasan aku jadi terbengong-bengong. Itu lho, sejauh mata memandang, kamu tidak akan melihat gunung. Jangankan gunung, bukit saja tidak ada. Jangankan bukit, gundukan tanah saja tidak ada. Jadi ini negara dataaaaar sekali...! Depan langit, belakang langit, kanan-kiri juga langsung langit. Pokoknya luaaaaas sekali! Jika kamu tinggal disini, maka kamu sudah tahu dua atau tiga jam sebelumnya siapa yang akan datang ke rumahmu karena kamu bisa melihat mereka dari jauh mendatangi rumahmu....!

Pada kenyataannya adalah.... 1/4 negara Nederland berada dibawah permukaan laut. Daerah terendah berada pada ketinggian, eh kedalaman -7 dibawah permukaan laut dan daerah tertinggi yang berada di bagian selatan negara ini tingginya cuma 350 meter dari permukaan laut (tempat kami tinggal di Nord Friesland lebih tinggi, karena kami berada cuma -2 meter dibawah permukaan laut). Bagaimana orang bisa tinggal di bawah permukaan laut? Tunggu saja penjelasannya.

Hari sudah gelap ketika kami memasuki kota Groningen, dimana itu adalah kota tujuan pertama kami di Nederland. Di Groningen kami akan tinggal dua malam, menginap pada sebuah Camping Platz milik seorang petani di pinggir kota.

Navigator langsung mengantar kami tepat didepan pintu Camping platz. Waktu itu hujan rintik-rintik dan tak ada seorangpun di reception sehingga kami harus teriak-teriak memanggil seseorang agar menyambut kami. Tak ada seorangpun yang datang, dan kami sudah bosan pencet-pencet bel sambil teriak.

Maka kami ambil senter dari mobil dan berjalan kesana-kemari di pekarangan petani yang luasnya nauzubilah itu sambil hali-halo tiada henti. Sampai dikandang sapi belakang rumah, bau kandang, ada suara mesin-mesin, kami masuk, melihat si petani yang sedang mengajari anaknya yang masih imut kasih dot susu ke anak sapi karena susu si emak sapi sedang disedot oleh mesin penyedot susu agar susu si emak sapi bisa dijual sementara si anak sapi dikasih susu dari botol.... Eh, anak sapi minum susu botolan? Pertanyaannya adalah; dikasih susu apakah si anak sapi? susu ibu...?

Dan kontak pertama dengan orang Nederland benar-benar menyenangkan. Dia adalah petani yang ramah dan langsung menunjukkan sapi-sapi kebanggaannya, kasih tahu bagaimana caranya pasang penyedot susu sapi agar si sapi merasa keenakan dan tidak lari... Aku tidak sampai hati untuk bertanya dikasih susu apakah si anak sapi kalau susu si emak sapi di sedot mesin buat dijual....

Malam itu tidak banyak yang kami lakukan. Tommy cuma setting caravan di camping platz, kemudian kami mandi, makan dari bekal yang telah aku bikin dari rumah dan tidur awal karena besok kami akan mempunyai hari yang panjang menjelajahi Groningen, kota kecil yang damai di Friesland.....


2 comments:

  1. kayak nya, pas badai ini, saya lagi dalam perjalanan Roterdam-Breda-Amsterdam dengan kereta. Akhir nya sesudah dengan susah payah (saya pake thalys, tapi jalan nya laaaaambaaaaat) sampai Roterdam. Langsung lanjut Breda, dan tertahan di Breda semalam! Semua kereta ke amsterdam di hentikan karena pohon tumbang dan kabel listruk putus! Baru besok nya bisa ke Amsterdam. Seru abissss!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung slamet ya Soe... Wah berarti dua hari setelah kamu tiba, aku sampai di A'dam.

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)