Ketimpringan di Den Haag, Party di Amsterdam



Setelah beberapa hari explored Amsterdam, selanjutnya sampailah kami di Den Haag dan tentu saja kesan pertamanya adalah lapang, modern, kinclong dan rapi-jali. Den Haag adalah sebuah Metropole yang terletak di pesisir North Sea. Dulu adalah sebuah tempat peristirahatan para bangsawan dan orang-orang kaya. Sekarang masih banyak istana dan kastil yang tetap utuh berdiri.

Tidaklah jauh untuk menuju Den Haag dari Amsterdam. Mereka hanya berjarak 65 Kilometer antara satu dengan lainnya atau tak lebih dari satu jam berkendara, dan Den Haag adalah kota yang nyaman untuk dinikmati.


Pacarnya Orang Amersfoort

Marktplatz di Amersfoort

Rencana hari selanjutnya adalah bermalas-malasan sambil mengenal lebih dekat Landsmeer, kota tempat kami tinggal selama beberapa hari di Nederland. Landsmeer adalah kota pinggiran metropolis Amsterdam, berjarak 5€ sekali jalan menggunakan bis ke Centraalstation. Ini adalah kota kecil yang tenang dan berada di pinggir danau. Tak banyak yang terjadi di kota ini, hanyalah aktifitas sehari-hari penduduk kota.

Tetapi kata bartender kami beberapa malam lalu, hari ini akan ada Wochenmarkt (pasar mingguan) di Marktplatz dan seharusnya kami membeli beberapa keju yang telah dicatatnya khusus buat kami di Wochenmarkt ini, dijamin orisinil dan bukan keju pak-pakan yang bisa dibeli di Supermarkt.

Aku selalu suka belanja di Wochenmarkt. Suasana gayeng penuh canda dibawah tenda antara penjual yang menggelar barang dagangannya di meja-meja atau mobil toko buka-tutup dengan para pembelinya selalu terdengar meriah. Tak jarang ada tawar menawar kecil atau kasih-kasih bonus sedikit. Gosip segar yang sedang terjadi juga menyebar dengan cepat disini. Jadi Wochenmarkt ini adalah pasar tradisionalnya orang Eropa.


[I Amsterdam] Coffe-Shop atau Van Gogh Museum?



Kota tua Amsterdam itu mungil, tak sulit untuk menjangkau atraksi-atraksi tujuan turis di seluruh kota ini baik dengan berjalan kaki atau sewa sepeda pancal. Tempat paling tepat untuk mulai menjelajahi Old Amsterdam - berdasarkan saran teman-teman baru yang kami temui di Cafe de 3 Sprong malam sebelumnya - adalah Centraal Station yang berada di sudut utara kota. Dari sini barulah kami berjalan turun ke dalam kota.

Kenapa kami tidak jadi sewa sepeda? Melihat begitu banyaknya manusia dan juga pengendara sepeda pancal, kami tidak yakin apakah bisa nyaman bersepeda. Jadi sewa sepeda pancal dibatalkan dan memilih berjalan dari ujung ke ujung.


I Amsterdam, Keluyuran Malam-Malam



If you visit Amsterdam (Old Amsterdam), jangan sekali-kali bermobil dan jangan beli kopi di Coffee Shop. Amsterdam adalah kota unik yang asik, orang tidak akan pernah bosan dengan segala multi-kulti yang ada, dan berhati-hatilah jika berjalan kalau tidak ingin ketubruk sepeda pancal. Tak pernah aku melihat sepeda pancal sebanyak di Amsterdam, dan tak pernah aku melihat kota sebebas ini.

Tahukah kalian arti simbol XXX yang tertera pada maskot kota Amsterdam? Sex? Pornografi? Bukan.... Tiga kali X itu adalah sebagai pertanda bahwa kota tua yang cantik ini pernah mengalami tiga kali musibah dalam sejarah pertumbuhannya yaitu bencana banjir, kebakaran dan epidemi penyakit pes.

Yuk lanjut.....