Pacarnya Orang Amersfoort

Marktplatz di Amersfoort

Rencana hari selanjutnya adalah bermalas-malasan sambil mengenal lebih dekat Landsmeer, kota tempat kami tinggal selama beberapa hari di Nederland. Landsmeer adalah kota pinggiran metropolis Amsterdam, berjarak 5€ sekali jalan menggunakan bis ke Centraalstation. Ini adalah kota kecil yang tenang dan berada di pinggir danau. Tak banyak yang terjadi di kota ini, hanyalah aktifitas sehari-hari penduduk kota.

Tetapi kata bartender kami beberapa malam lalu, hari ini akan ada Wochenmarkt (pasar mingguan) di Marktplatz dan seharusnya kami membeli beberapa keju yang telah dicatatnya khusus buat kami di Wochenmarkt ini, dijamin orisinil dan bukan keju pak-pakan yang bisa dibeli di Supermarkt.

Aku selalu suka belanja di Wochenmarkt. Suasana gayeng penuh canda dibawah tenda antara penjual yang menggelar barang dagangannya di meja-meja atau mobil toko buka-tutup dengan para pembelinya selalu terdengar meriah. Tak jarang ada tawar menawar kecil atau kasih-kasih bonus sedikit. Gosip segar yang sedang terjadi juga menyebar dengan cepat disini. Jadi Wochenmarkt ini adalah pasar tradisionalnya orang Eropa.




Pagi itu setelah sarapan keju dengan roti panggang di Wohnwagen (caravan) - bukan sarapan roti dengan keju, karena lebih banyak keju-nya daripada rotinya - kami langsung pergi ke Wochenmarkt. Agak jauh tetapi kami memilih untuk berjalan kaki saja.

Ketika kami datang Wochenmarkt sudah ramai pengunjung. Waktu itu adalah sesaat menjelang tengah hari. Aroma daging panggang langsung menyeruak ketika kami memasuki pasar, dan aku tergoda, maka aku membeli beberapa potong paha ayam bakar buat makan malam nanti. Ada beberapa sayur dan buah segar masuk dalam keranjang belanjaan dan sampailah kami pada penjual keju.

Kami memesan beberapa keju dengan membaca catatan tetapi sang penjual meminta catatan kami karena tidak mengerti maksudnya. Setelah menyimak catatan sejenak, dia jadi tertawa-tawa dan bertanya siapakah yang membuatkan catatan itu, kami menceritakannya. Kami dapat tiga macam potongan besar keju seberat masing-masing setengah kilo, sebuah keju bundar utuh titipan teman kerjanya Tommy dan sepotong keju sebagai bonus.

Oh iya, kemaren waktu di A'dam aku ingin membeli beberapa umbi tulip buat ditanam pada musim semi nanti tetapi ketika sampai di Bloemenmarkt waktunya tidak tepat karena aku tidak mau bawa-bawa umbi tulip dalam Rucksack sambil keliling kota, jadi sekarang kami menemukan pedagang bunga di Wochenmarkt dan aku membeli beberapa, Tommy dapat beberapa kaktus mini.

Tentu saja si ibu muda penjual bunga itu bertanya sedang apa kami disini, darimana, dan lain-lain, karena kami berbicara dalam bahasa Inggris.
"Oh, then you should visit Amersfoort, it is an old beautiful city near Amsterdam and i knew well Amersfoort because my boyfriend come from this city..." Katanya mempromosikan kota pacarnya dengan kemayu, tentu saja tenda penjual bunga itu jadi meriah dengan gelak tawa karenanya, menyoraki si ibu penjual bunga yang sedang membanggakan Amersfoort sekaligus pacarnya.

Singkat cerita kami menyetujuinya, kami akan pergi ke Amersfoort setelah makan siang nanti dan si ibu harus menuliskan nama kota ini dengan benar pada sebuah kertas catatan agar supaya kami bisa menemukannya di navigator mobil, karena biar bagaimanapun juga kami tidak bisa mengeja dengan baik bahasa Nederland.

Ternyata kami harus berkendara selama setengah jam melalui Autobahn untuk mencapai Amersfoort dan itu terbayar ketika kami pada akhirnya berada didalam kota.

Setelah parkir mobil didalam Parkhaus dan masuk ke dalam kota, ternyata Amersfoort adalah kota tua mungil yang cantik dan tenang, banyak passage disana-sini dengan shopping-meile yang menyenangkan, aku saja sampai tergoda untuk membeli sepasang running-shoes, dan shopping di Amersfoort terasa menyenangkan.

Kami berjalan kesana-kemari menikmati suasana apapun yang disuguhkan oleh kota tua ini dengan berjalan tanpa buru-buru. Amersfoort bukanlah kota terkenal tujuan turis seperti Amsterdam, hanya satu dua turis yang kami temui. Disini adalah tempatnya untuk menikmati suasana tenang dan damai, bukan dinamis dan agresif.

Selanjutnya kami menghabiskan waktu dengan beberapa kopi dan teh, juga kue-kue ringan pada sebuah kafe tradisional... kemudian jalan-jalan berdua sambil ngobrol keliling kota tua lagi.... sampai waktu makan malam, kami harus kembali ke Wohnwagen karena tadi pagi aku sudah beli beberapa potong paha ayam bakar, eh tapi....

Parkhaus tempat mobil kami terparkir ada dimana...? Setidaknya kami membutuhkan waktu setengah jam untuk menemukan bangunan itu, tidak ketemu, akhirnya bertanya kepada seseorang letak parkhaus itu dengan menunjukkan karcis parkir mobil jam-jaman.

Hari yang nyaman di Amersfoort....






No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)