Jalan-jalan di Legoland



Berbekal memori masa kecil, kami memasuki taman Legoland. Siapa yang tidak pernah punya mainan lego? Waktu masih bocil aku punya sekotak besar berisi balok-balok kecil berbendul-bendul itu, bahkan Tommy masih menyimpan lego koleksinya sampai sekarang. Dan hari itu kami mengunjungi Legoland Billund di Denmark tempat dimana mainan Lego berasal.

Kesan pertama yang aku tangkap ketika memasuki Legoland adalah bahwa Lego tetap bisa mempertahankan prestige mereka, tidak tenggelam oleh peradaban jaman dan tetap menjadi kesayangan para bocil, mungkin di seluruh belahan dunia.



Bagaimana tidak, dengan karcis tanda masuk yang terbilang mahal untuk sebuah Park, Legoland pada hari itu penuh dengan pengunjung.
Berapa karcis masuk ke Legoland di negara tempat mainan Lego di produksi yaitu di Denmark? Kami harus membayar 95€ untuk karcis masuk dua orang plus sehari parkir mobil. Artinya 40€ cuma buat karcis masuk seorang dewasa, karcis buat anak-anak lebih murah lagi.

Dan... Legoland memang heboh! segala sesuatu terbuat dari susunan balok-balok mungil lego itu, bahkan patung gajah yang berada di lokasi safari itu juga terbuat dari lego. Gajah lho, gemuk pula, berapa balok lego yang diperlukan untuk menyusun dan membuat gajah gemuk seperti itu? Bukan balok lego versi besar tetapi lego betulan yang mungil-mungil itu. Keren kan?

Lha kalau segala sesuatu terbuat dari balok-balok lego yang mungil itu, tentu saja aku penasaran dengan.... Toilet! Maka dari itu setelah membeli karcis tanda masuk dan memasuki gerbang depan Legoland yang tidak dijaga itu, kecuali oleh dua orang berpakaian tokoh lego yang tidak menjaga gerbang melainkan menyambut anak-anak dengan riang dan lucu, maka aku ingin melihat toiletnya dulu sambil pipis-pipis manis sebelum memulai petualangan di Legoland.

Tetapi aku sedikit kecewa karena toiletter Legoland tidak terbuat dari lego melainkan Toilet normal apa adanya, cuma tong sampahnya berbentuk balok lego, tetapi besar. Padahal aku sudah bersiap-siap bahwa nanti didalam toilet aku akan melihat kran air dan pissoar yang terbuat dari susunan lego....

Legoland Denmark luas sekali, saking luasnya kami tidak bisa menjelajahi semua bagian. Bukan, bukan karena keasikan naik roller coaster (yang tidak terbuat dari lego, jangan kuatir), tetapi memang asli luas.

Yuk, bernostalgia masa kecil main lego....



Inilah bagian yang paling aku suka; MiniWorld, semuanya terbuat dari susunan blok Lego....




Yang ini Legoland from bird view....



Dan inilah Themenpark Legoland di Billund.....





2 comments:

  1. Jangan lupa, Djo... Selain pengelola theme park nya berdedikasi buat mempertahankan kualitas taman bermain mereka, para pengunjungnya juga ga mentang-mentang bayar mahal makanya seenaknya di taman. Aku sih nggak bisa bayangin kalo di Indonesia, udah berapa batang lego diklepto pengunjung bertangan iseng, atau jadi korban vandalisme pengunjung yang pengen pulang bawa "sekedar cinderamata"..
    Bukannya sinis... cuman pengalaman aja >_<

    ReplyDelete
  2. Rupanya harus digalakkan gerakan kesadaran berwisata ya...

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)