Menyusuri Bekas Negara Jerman Timur


Setelah Berliner Mauer diruntuhkan pada bulan November 1989, maka tak ada lagi negara bernama Jerman Timur (DDR - Deutschen Demokratischen Republik), Sebuah negara Republik tapi berazaskan komunis.

Masa peralihan selalu menimbulkan ketidakpastian. Ada yang suka, dan tidak sedikit yang menginginkan status lama. Tetapi pada akhirnya kedua negara Jerman bersatu.

Sejak itu, setelah Berliner Mauer runtuh, sejarah sepertinya ditutup, tak ada lagi isu besar yang membahas negara Jerman, dan inilah untold sotry setelah peristiwa Deutsche Einheit (penyatuan kedua negara Jerman)...

Negara ex-DDR adalah negara yang terbelakang dalam segi pembangunan dan hampir dalam semua hal, sebagai kompensasi maka negara Jerman Barat (Jerman yang sekarang), setelah penyatuan negara yang dikenal dengan istilah 'Deutsche Einheit' mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menyetarakan kondisi negara. Bahkan sampai sekarang, kami para pekerja, harus merelakan gaji kami dipotong setiap bulannya dengan potongan Solidaritätszuschlag untuk mendongkrak kondisi ekonomi dan pembangunan mantan negara DDR itu. Tidak banyak, tetapi itu menunjukkan kenyataan alangkah terbelakangnya ex-DDR bila dibandingkan dengan wilayah barat.

Nah, DDR kan negara komunis dimana segala sektor dikuasai dan diatur sepenuhnya oleh pemerintah. Lalu apa yang terjadi setelah sistem komunis di hapus? Banyak, ada yang bersuka cita tetapi banyak juga yang menginginkan status lama bertahan. Ada yang berbahagia tetapi banyak juga yang takut, khawatir, was-was dan curiga. Yang di wilayah timur kuatir bahwa nanti setelah dibukanya perbatasan maka akan datang berbondong-bondong orang dari wilayah barat dan merebut lapangan kerja mereka, atau menguasai perekonomian mereka, dan sebaliknya yang di wilayah barat kuatir bahwa nanti mereka akan mengeluarkan banyak uang untuk mondongkrak perekonomian wilayah timur dan akan datang orang-orang dari wilayah timur berbondong-bondong ke barat untuk meminta tunjangan sosial.