Memasuki Benteng Peninggalan Kerajaan Bohemia


Semua sudah pernah nyanyi lagu 'Bohemian Rhapsody' dari grup rock legendaris Queen kan? Meskipun lagu itu tidak berhubungan sama sekali dengan cerita tentang kerajaan Bohemia Raya, tetapi setidaknya aku pernah mendengar kata 'Bohemian'.

Lalu dimanakah kerajaan Bohemian Raya yang pernah eksis dan berkuasa pada abad pertengahan tersebut berada? Pusat kerajaan besar ini, sebelum tercipta negara-negara modern seperti yang kita kenal saat ini, ternyata terletak di Republik Ceko, dengan ibu kota yang sama yaitu Praha. Dulunya sebagian wilayah Jerman juga masuk dalam perlindungan kerajaan Bohemian Raya, misalnya Sachsen.

Dan karena sedang travelling to Sachsen, maka tentu saja kami harus mengunjungi peninggalan kemegahan kerajaan Bohemian yang cemerlang pada masanya itu. Kali ini tujuannya adalah Burg Königstein. Burg adalah bahasa Jerman, bisa diartikan sebagai 'Kastil' atau juga 'Benteng Pertahanan'. Bentengnya megah, tinggi diatas bukit dengan tembok sekeliling yang tebal, pintunya besar sekali dan kokoh.

Ketika berada tepat di depan benteng ini aku langsung teringat akan film-film perang tema abad pertengahan dimana sedang terjadi perang perebutan benteng, bala tentara penyerang yang berada diluar berusaha mendobrak pintu benteng dengan balok kayu utuh dan memasang tangga-tangga untuk mencapai puncak tembok benteng, sementara pasukan dari dalam benteng memanah mereka dengan panah api dan bola-bola api beterbangan kesana-kemari. Api membara dimana-mana di dalam benteng. Perempuan dan anak-anak meringkuk ketakutan di ruang perlindungan bawah tanah didalam benteng.... Begitulah bayangan sementara tentang Burg Königstein yang kokoh ini.




Terus bagaimana pengalaman kami memasuki benteng yang kokoh dan megah peninggalan kerajaan Bohemian ini? Meh...! Basah kuyup kehujanan! Mana air hujannya dingin pula, ditambah lagi tak bawa jaket karena tadi waktu keluar mobil matahari bersinar cerah.

Tetapi jangan kuatir, cerita sedih kehujanan itu adalah cuma sekelumit ending yang tidak terlalu menyenangkan, babak sebelumnya adalah cerita manis dan menyenangkan, banyak yang bisa dilihat, menyimak sejarah dan makan enak ala bangsawan kerajaan Bohemian.

Seperti halnya semua tourist destinations in Germany, begitu pula fasilitas yang ditemukan disini. Pintu benteng yang kokoh dari Burg Konigstein ini terletak di bawah bukit. Jadi untuk bisa masuk ke dalam benteng, dan naik, pada jaman dahulu kala orang harus melewati lorong-lorong berundak. Sekarang lorong itu ditutup dan sebagai gantinya terpasang lift besar. Di pertengahan jalan naik barulah orang boleh keluar dari lift. Bagi yang masih muda dan kuat bisa merasakan sensasi naik turun lorong berundak yang curam, sementara bagi para manula dan orang yang tidak mampu secara fisik bisa langsung naik ke atas.

Rombongan kami masih kuat dan muda, tapi salah turun karena ribut sendiri ketika pak penjaga lift kasih penjelasan, akibatnya kami nyasar ke atas, jadi turun lagi. Turunnya tidak pakai lift tapi melewati lorong.

Pada sebuah ruangan yang berkesan deeply, darkly, dan gothic banget, ada beberapa pelayan berpakaian jaman dulu seperti di film-film itu mempersilahkan kami untuk duduk di bangku panjang berderet.

Selanjutnya selama kurang lebih 30 menit ke depan rombongan kami di jamu dengan kopi dan kue-kue enak oleh para pelayan berpakaian klasik itu (Salut buat tim Sachsen yang bisa booking acara seru ini).

Setelah semua puas makan minum dan ngobrol, maka eksplorasi Burg Königstein di mulai.

Jadi Burg Königstein adalah sebuah kota kecil di dalam benteng kokoh yang berada di pinggir sungai Elbe, mempunyai ketinggian yang menjulang di atas bukit besar yang paling tinggi, seluas  13 lapangan sepak bola, dan merupakan benteng tertua dalam sejarah kekaisaran Jerman masa lalu (dari tahun 1600-an, apa yang terjadi di Indonesia pada tahun-tahun ini ya?).

Kami naik, pertama mengitari benteng pertahanan yang sangat perkasa ini, dan takjub atas pemandangan yang kami lihat...

Nah, benteng pelindung sebuah kota ini ternyata tebal sekali, sepertinya lebarnya selebar dua jalur jalan tol, jadi diatas benteng ini orang bisa berjalan berkeliling sesuka hati dengan leluasa sembari selfie disana-sini.

Ini di atas benteng, sebelah kanan adalah bagian di dalam benteng pertahanan. Bayangkan disini dulu pada abad pertengahan terjadi pertempuran sengit pakai lempar-lemparan bola api.
Lihatlah alangkah dalamnya lembah di bawah itu. Jadi benteng ini terletak diatas bukit batu yang paling tinggi di daerah itu. Sebagian dindingnya juga terbuat dari batu-batu bukit. 
Panorama lembah yang memukau kan? Nah yang di bawah dinding batu itu adalah dinding tingkat pertama.
Di lembah itu adalah sungai Elbe.
Panorama yang bikin breathtaking kan?


Dan karena mendung semakin dramatis disertai angin yang terasa agak tidak nyaman, marilah melanjutkan perjalanan memasuki areal di dalam benteng. Seperti apakah gerangan....

Ternyata dalamannya tidaklah se-seram bentuk luarnya.
Sekilas sejarah kelam: ketika wabah pes menyerang didalam benteng, mereka yang terinfeksi diisolasi di lobang ini, cuma ada satu lubang untuk kasih makan. Tak jelas berapa orang yang terkubur disini karena pada masa PD 2 lubang ini di tembok habis-habisan buat penyimpanan senjata dan amunisi.


Marilah kita berjalan ke tempat yang menyenangkan saja, masih didalam benteng Burg Königstein.
Our trip to Sachsen wasn't end here here in Burg Königstein. Tujuan selanjutnya masih banyak, nantikan kelanjutannya ya...

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)