Burg Eltz, si Cantik yang Sendiri


Burg Eltz, jika diibaratkan dengan seorang gadis, maka dia adalah gadis cantik yang terpingit. Namun karena kabar kecantikannya telah tersebar ke seluruh penjuru dunia, maka si gadis pingitan di tengah belantara ini selalu saja dikunjungi oleh para pemuda dengan harapan bahwa mereka bisa mengagumi kecantikannya, meskipun cuma sekedar menikmatinya sesaat.

Tetapi tak jauh dari tempatnya juga, 500 kilometer di selatan sana, ada si cantik lainnya yang terkesan glamour dan angkuh, bernama Schloss Neuschwanstein. Oleh karena itulah Burg Eltz yang pendiam ini kalah pamor, terutama jika yang datang adalah turis dari Asia, maka mereka pastilah pergi menuju Schloss Neuschwanstein, padahal Burg Eltz tak kalah cantik. Schloss Neuschwanstein memang idola turis Asia.


Kota besar terdekat dari Burg Eltz adalah Frankfurt am Main, 150km atau Köln (Cologne) berjarak 140km. Meskipun terletak di tengah hutan, tak sulit untuk pergi berkunjung ke Burg Eltz while you are in Germany for holiday.

Kastil ini aneh, letaknya tersembunyi banget sampai orang tak akan menyadari bahwa dia telah berada sangat dekat dengannya. Jadi waktu itu kami berkendara dari hotel tempat menginap di Burg Staufenberg yang juga adalah sebuah kastil. Ketika navigator mobil sudah menunjukkan bahwa kami sudah hampir sampai dan plang penunjuk arah semakin jelas, tak sekalipun aku bisa melihat penampakannya. Biasanya jika orang akan pergi ke sebuah kastil maka beberapa kilometer sebelum sampai tujuan orang akan langsung melihat kemegahannya karena hampir semua kastil terletak diatas bukit. Begitu juga dengan Burg Eltz, tapi bukit yang mana, samasekali tak terlihat.

Ternyata begini, Burg Eltz ini memang berada persis di puncak sebuah bukit - benar itu, namun bukit ini berada di tengah jurang dari bukit-bukit yang mengelilinginya. Jadi kastil ini berada diatas bukit didalam jurang yang ada diatas bukit. Itulah sebabnya Burg Eltz tak bisa terlihat dari jauh.

Pastilah pandai sekali sang bangsawan yang membangun kastil ini dengan benteng keamanan alami berlapis-lapis seperti itu. Tentu pada jaman dahulu akan sulit bagi musuh penyerang untuk bisa menaklukkan Kastil dengan mudah karena mereka harus naik turun bukit, setelah hampir sampai namun kelelahan, pastilah tak sulit bagi prajurit kastil untuk melumpuhkan mereka...

Burg Eltz adalah kastil yang kaya, ini bisa terlihat dari koleksi barang-barang berharga yang di pamerkan dalam museum di dalamnya, dan tahukah kalian bahwa sejak pertama di bangun pada tahun 1665, Burg Eltz sampai sekarang masih tetap dimiliki oleh keluarga Eltz? Entah keturunan yang ke berapa.

Kalau mau eksplorasi Burg Eltz enak, meskipun orang tak diijinkan untuk masuk sendiri, ada pemandu wisata yang akan mengantarkan tamu berkeliling museum di dalamnya, baik berbahasa Jerman maupun Inggris. Dan hanya ruangan bagian depan saja yang boleh di foto, setelah masuk ke dalam maka semua jenis kamera harus dimatikan.

Setelah berkeliling ruangan, orang bisa makan siang atau ngopi-ngopi cantik di restoran dan kafe depan Burg, atau wandering ke dalam hutan naik-turun bukit yang memagari kastil, disini banyak jalan setapak bagus yang memang diperuntukkan buat itu. Atau hanya sekedar bermain-main air sungai yang mengalir jernih di sekitar kastil...

Pintu keluar masuk areal kastil, didepannya ada jembatan penghubung.
Koleksi keramik berlapis emas

Itu sebagian koleksi museum, setelah itu masih banyak dan semakin heboh saja peninggalannya, tapi tidak boleh di foto, namun aku bisa bilang, akan sangat amat menarik untuk masuk ke dalam kastil dengan panduan, orang bisa melihat alangkah sederhananya peralatan dapur jaman dahulu, dengan tingkat higienis yang rendah dan penggunaan air yang terbatas, atau bagaimana sistem persenjataan dan perang waktu itu, juga sejarah tentang bagaimana cantiknya hubungan penguasa kastil ini dengan tamu-tamunya dari seluruh dunia.


2 comments:

  1. Cantiknya kastil yang kesepian ini, lokasinya dikelilingi hutan bikin tambah keren. Aku sempet memasukan Schloss Neuswanstein ke dalam bucket listku nanti,, tapi karena waktunya (dan biaya) nggak cukup terpaksa menunda perjalananku ke Jerman, hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... berarti kamu punya alasan buat datang ke Jerman lagi dong, kan belum ke Schloss Neuswanstein :)
      Neuswanstein memang idola orang Asia, aku juga suka tapi sampai sekarang juga belum sempat mampir padahal sering banget hilir mudik sekitar situ...

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)