Kastil Albrechtsburg dan Kota Tua di Bawahnya


Albrechtsburg adalah sebuah kastil gotik megah yang terletak di atas sebuah bukit tengah kota Meißen (baca: Meissen). Dia termasuk istana-istana pertama dalam sejarah Jerman, tercatat pertama pada tahun 929. Di bawah kastil ini terdapat Altstadt (Kota tua) indah dengan lorong-lorong sempit yang sama tuanya, sementara kota Meißen sendiri menjadi kota terkenal di seluruh penjuru dunia karena porselin buatan mereka yang berkualitas tinggi (dan sangat amat mahal, percayalah, hanya orang kelebihan duit saja yang mau beli porselin merek Meissen. Jadi kalau diundang makan atau ngopi oleh kenalan yang kaya raya, coba balikkan peralatan makan mereka, apakah ada cap Meissen).

Kastil Albrechtsburg di kota Meißen menjadi tempat wajib kunjung bagi traveler yang datang ke Dresden, karena mereka cuma berjarak 30 kilometer menggunakan mobil, atau 31 menit jika di tempuh dengan kereta api, kereta datang dan pergi setiap 30 menit.





Kami memasuki kota Meißen tepat pada tengah hari dimana matahari musim panas sedang garang membakar kota. Ada sebuah tempat parkir tingkat dua tepat di depan kastil Albrechtsburg. Dari sini kami harus melewati konter karcis masuk dan menaiki lift yang tinggi sekali untuk bisa memasuki kastil termasuk kota tua di belakangnya. Jadi kastil Albrechtsburg beserta Dom, gereja dan bangunan-bangunan tua bersejarah di sekelilingnya terletak tepat di atas sebuah bukit tinggi dengan dinding yang curang, entah bagaimana orang jaman dahulu naik dari arah ini.

Memasuki areal kastil seperti memasuki sebuah kota megah saja layaknya; bangunan-bangunan jangkung peninggalan masa lalu berdiri memutar dan berderet, menunjukkan alangkah kaya-nya penguasa kastil ini pada jamannya.

Tembok pertahanan yang mengelilingi Burg/kastil.
Dom zu Meissen di kastil Albrechtsburg yang terlihat gagah menjulang dan misterius.
Bagian dalam Dom, ternyata tidak seseram luarnya, kan?
Kami hendak memasuki gereja, tetapi hari itu hari minggu dan sedang ada ibadah didalamnya, jadi kami membatalkannya daripada mengganggu. Selanjutnya kami pergi ke museum, tetapi juga membatalkannya karena harga karcisnya 8€, menurut kami itu terlalu mahal untuk kunjungan singkat. Sebagai gantinya kami duduk-duduk makan es krim dan kopi-kue di kafe depan balai kota yang pada akhirnya seorang menghabiskan lebih dari pada harga karcis museum, dan... celakanya... kami tidak menyesal, haha...!

Thomas sedang bergaya di pintu balai kota, sementara fotoku di tempat yang
sama menghilang entah kemana.
Kemudian kami memasuki sebuah lorong gelap yang sempit menuju bagian belakang kastil, yang kami dapati adalah sungai Elbe nun jauh di bawah sana, sementara tepat di belakang tembok benteng kastil, melewati undakan yang sangat curam terdapat Altstadt Meißen yang unik....

Sungai Elbe di bawah Kastil Albrechtsburg
Altstadt Meißen
Satu setengah jam selanjutnya adalah memasuki lorong-lorong kecil yang unik di kota tua Meißen, sambil sesekali melihat toko suvenir porselin, melihat dari luar kaca etalase saja, cuma mengagumi keindahannya dan tak sudi untuk melirik harganya.




No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)