Naik Lift Masuk Kota Tua Marburg


Saking tingginya letak kota ini, pintu utama bagi pejalan kaki untuk masuk ke dalam kota tua Marburg berupa sebuah lift besar. Tentu saja tidak umum ya, tetapi begitulah adanya. Baru pertama kali ini aku punya pengalaman memasuki sebuah kota dengan naik lift.

Bagaimana kalau tidak pakai lift? bisa saja tetapi jadi ngos-ngosan ya, ditambah lagi, setelah keluar dari pintu gerbang lift ini, tipografi kota tidak lantas datar melainkan terus naik sampai menyentuh awan, atau katakanlah seperti itu.
Atau bisa juga naik bis umum yang berhenti di pinggir bawah agak keatas kemudian balik turun lagi, secara kendaraan pribadi sangat amat dibatasi kehadirannya karena tempat parkir yang amat terbatas dan jalanan sempit.


Sebenarnya secara keseluruhan kota Marburg sama saja dengan kota yang lain di Jerman dengan fasilitas modern, bersih, user-friendly dan rapi-jali. Bahkan Marburg adalah kota pelajar dengan banyak Uni tersebar di seantero kota, jadi seperti halnya kota pelajar yang lain, sering terjadi hal-hal gila khas anak muda disini. Tetapi pada bagian kota tua yang terletak di atas hampir menyentuh awan ini, dimana kami telah menghabiskan waktu seharian didalamnya, keberadaan kota klasik tetap bertahan, bangunan cantik berdiri berderet membentuk lorong-lorong kota yang sempit dengan tatanan batu melapisi permukaannya.

Sekali orang memasuki kota tua Marburg, atau dikenal dengan nama Marburg Oberstadt (kota atas), dia akan seperti terkirim kembali ke masa lalu menggunakan lift sebagai time capsule-nya.

Kami telah menghabiskan waktu seharian di kota tua ini. Banyak hal yang bisa dilihat, disimak dan dilakukan. Jika lapar, orang bisa memilih restoran-restoran bagus berderet di Marktplatz, ngopi-ngopi cantik juga sangat asik disini, dan tentu saja penjual es krim adalah godaan utama pada liburan musim panas kami kali ini, terutama di Marburg, setelah berjalan naik-turun keluar-masuk lorong-lorong sempit namun asik menyimak dan mengagumi sejarah kemegahan dari sebuah kota di masa lalu.

Setelah keluar dari time capsule (baca: lift gerbang kota), kami terkirim kembali ke abad 13 dan inilah pemandangan pertama yang kami temui:

Marktplatz, dimanapun berada, selalu menarik untuk didatangi.
Inilah satu-satunya tempat terdatar di Marburg Oberstadt.
Hari masih pagi, Marburg kota tua masih sunyi, jam makan siang-pun belum dimulai.
Sekarang waktunya naik makin keatas, nun di puncak sana ada gereja dan kastil indah mengundang untuk dikunjungi....


Itu adalah Marburger Schloss (kastil), kami akan kesitu tapi karena tinggi, maka jalan dibuat memutar
agar supaya tidak terlalu curam.

Ini adalah tempat tertinggi, di dalam kastil Marburger Schloss

2 comments:

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)