Sehari Semalam di Frankfurt am Main


Frankfurt am Main sebagai tujuan liburan? Benarkah? Tidak salah sasaran kah? Betul memang... Frankfurt am Main adalah metropolis super-duper modern dengan gedung pencakar langit menyesakkan kota dan bank-bank internasional membuka cabangnya di seluruh penjuru kota tetapi jangan salah, Frankfurt am Main tetaplah kota yang bagus untuk di kunjungi.

Jika sedikit saja mau blusukan ke sela-sela bangunan jangkung itu maka orang akan menemukan tempat-tempat cantik diantaranya, dan sekalian nyebur saja, jika sudah masuk ke belantara metropolis, kenapa tidak menikmatinya? Lihatlah alangkah indahnya kota Frankfurt am Main dilihat dari atas pucuk Main Tower.
Jadi inilah cerita blusukan kami selama sehari semalam penuh di dalam belantara metropolis Frankfurt am Main.


Di Jerman ada dua kota bernama Frankfurt, yang satu bernama Frankfurt (Oder) dan lainnya adalah Frankfurt am Main. Mereka berjarak sekitar 600km antara satu dengan lainnya. Frankfurt Oder terletak tak jauh dari Berlin dan dilewati sungai Oder, sementara Frankfurt am Main dibelah oleh sungai Main.

Jika orang menyebut kota Frankfurt, maksudnya adalah Frankfurt am Main, karena Frankfurt Oder adalah kota kecil yang tidak terlalu terkenal.

Seperti halnya di kota-kota lain di Jerman, bahkan di seluruh kota di Eropa Barat, tidaklah sulit untuk menjelajahi isi kota. Pertamakali yang perlu diingat dan selalu dilakukan ketika memasuki sebuah kota adalah pergi ke Centrum atau Zentrum atau City Center, di tempat ini, di hampir semua kota akan ada marktplatz (Market Square/tempat lapang luas di tengah kota) yang dikelilingi bangunan-bangunan klasik yang cantik, nah diantara bangunan-bangunan itu akan ada sebuah bangunan yang mempunyai simbol huruf 'i' yang artinya 'information' didepannya, di kantor informasi ini orang bisa mengambil peta kota baik secara gratisan atau berbayar.

Jika mau lebih detail lagi, biasanya setiap kota akan mempunyai beberapa city map berbeda-beda. Ada peta dengan rute kereta api, jalan kaki, atau naik kendaraan pariwisata. Dengan city map ditangan, aku bisa menjamin - meskipun kalian cuma punya kemampuan orientasi pas-pasan seperti aku - kalian akan sukses menjadi independence traveler. Nyasar sedikit tidak masalah kan? Percayalah, ada saat-saat tertentu bahwa kesasar di dalam sebuah kota terasa lebih nyaman daripada terlalu berpedoman pada buku/peta panduan.

What to do in Frankfurt am Main then?

Kami telah mendapatkan peta kota jalan kaki, orientasi pertama tentu saja di Marktplatz. Marktplatz atau Market square selalu menarik untuk dikunjungi karena pada sejarahnya disinilah tempat segala macam kebudayaan berlangsung dari masa ke masa...

Pas keluar dari kantor Informasi dan masih celingak-celinguk kesana-kemari layaknya turis lain, eh ada acara kawinan di balai kota, langsung saja sang mempelai bersama pengiringnya yang berpakaian tradisional menjadi obyek foto semua turis termasuk kami....


Ini adalah Marktplatz/Market-square kota Frankfurt am Main. Klasik kan? 
Ini adalah dalaman gereja tua di Marktplatz. Atapnya tinggiiiii sekali!
Kemudian kami mengikuti rute city-map/Stadtkarte buat pejalan kaki dan inilah hal-hal bagus dan menarik yang kami temukan selama seharian menelusuri dalaman kota Frankfurt am Main....


Jembatan khusus pejalan di atas sungai Main. Nama jembatan ini tidak bisa terbaca karena tetap menggunakan
huruf Rusia yang aneh bin ajaib itu.
Gembok Cinta ada dimana-mana, juga di jembatan ini. Semoga tradisi ini tidak masuk Indonesia ya, kasihan pekerja
PKU harus rajin bersih-bersih. Lagipula berapa kwintal ya beratnya gembok-gembok itu sekali dibersihkan?
Kasihan juga jembatannya, bisa ambruk kelebihan beban.

Pinggiran sungai Main di Frankfurt yang nyaman, luas, tenang dan damai 

Selanjutnya kami tidak lagi melihat peta kota melainkan berjalan mengikuti kata hati sembari menyesatkan diri di belantara metropolis Frankfurt, jadi kembali lagi menyeberangi sungai lewat jembatan yang lain (disini banyak sekali jembatan penghubung), dan apa yang terjadi? ya tentu saja tersesat diantara gedung-gedung modern yang tidak fotogenik samasekali untuk beberapa waktu lamanya sampai akhirnya kaki penat dan menemukan sebuah kafe. Kami masuk, numpang duduk sembari pesan kopi dan kue.

Selanjutnya...? Buka peta kota lagi...! Percayalah, Frankfurt am Main itu luas sekali.

Tak lama kemudian kami sudah nangkring tepat di puncak menara bangunan tertinggi di metropolis Frankfurt. Untuk naik ke atas sini, orang harus membayar tiket 9€ (jika tidak salah ingat), lalu melewati pintu pemeriksaan yang lebih heboh daripada pemeriksaan di bandara meskipun menggunakan sistem yang sama. Percayalah, harga segitu akan terbayar pada saat memasuki bangunan yang terlihat sangat modern dan terlihat bersih bahkan seperti steril, dan melihat atraksi utama di puncak gedung.....

Salah satu sudut pandang kota Frankfurt dilihat dari puncak Main Tower.
Puas nangkring diatas, kami turun lagi menjelajah kota. Sebagai seorang trader tentu saja aku sangat penasaran dan ingin memasuki der Börsenplatz. Itu adalah pusatnya German Stock Exchange, seperti di Wallstreet amerika, tapi sayang seribu sayang hari itu adalah hari sabtu, jadi pasar tutup dan aku harus puas melihat-lihat dari luar saja....

Bull and Bear didepan old Börsenplatz
Wah tentu saja aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bercerita: Patung diatas adalah patung beruang dan banteng, Bear and Bull. Dimulai dari Frankfurt dan saat ini sudah mendunia dalam urusan saham maupun forex. Bull kemudian menciptakan kata 'Bullish' untuk mengatakan harga yang sedang bergairah atau dengan kata lain menaiknya nilai saham atau mata uang. Bear menciptakan kata 'Bearish' yang merupakan istilah dalam dunia saham dan forex untuk mengatakan penurunan nilai saham dan/atau mata uang.... Sekian pelajaran hari ini dan marilah berjalan lagi...

Hari sudah sore tetapi janji ketemu belumlah memasuki waktunya. Di frankfurt kami punya teman dan jauh-jauh hari kami sudah sepakat bahwa kami akan mengunjungi mereka untuk makan malam kemudian pergi menghabiskan malam dengan mereka. Jadi kami santai-santai sejenak di sebuah toko es krim menanti waktu.

Singkat cerita, malam itu kami menjadi berlima. Sang tuan rumah telah pesan tempat pada sebuah restoran Jepang dan tahukah kalian? Jangan tertawa ya, sepanjang perjalanan hidupku, baru kali inilah aku makan sushi...! Aku tidak begitu tega makan ikan mentah, itu saja sebenarnya alasanku. Tapi kesimpulan akhirnya adalah, aku suka Sushi. Enak pakai saus wasabi yang rasanya pedas itu.

Malam hari adalah a big party. Franfurt tak ada matinya, setidaknya setelah makan malam kami pergi ke sebuah bar beberapa saat lamanya dan selanjutnya party di dua buah diskotik. Tuan rumah kami ternyata keterlaluan dalam menjamu tamu-tamunya. Tetapi menyenangkan, dan juga kunjungan kami ke Frankfurt am Main secara umum adalah sangat amat menyenangkan.

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)