Seharusnya Mobil Kami Hilang di Luxemburg City


BENELUX adalah kependekan dari Belgium - Nederland - Luxemburg. Pada perkembangannya istilah ini berubah menjadi Benelux-Union. Ketiga negara mungil yang membentuk persatuan inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal ide pembentukan EU (Europe-Union).

Kali ini, dari Burg Trendelburg, kami melakukan a road trip sejauh 450km atau 4 jam perjalanan ke Luxembourg City, ibukota salah satu negara mungil tersebut, yang juga menjadi European Headquarter. Malu dong ya jika tinggal di Eropa sudah bertahun-tahun tetapi belum pernah mengunjungi Ibukota-nya (Eh, Ibukota Uni Eropa dimana? Brussel atau Luxemburg?).

Road trip panjang yang menyenangkan dan pada akhirnya kami berkesimpulan bahwa tak salah kami telah mengambil unplanned trip ini karena Luxemburg City ternyata adalah kota mungil yang indah dan damai, berbukit-bukit, mempunyai udara yang nyaman dan semua ada di suatu tempat mungil yang tak sulit untuk dijangkau.

Jangan tertawa ya, Luxemburg City luasnya cuma sekitar 51km²... Berapa luaskah itu...? ya, sekitar 6 kali luas lapangan sepak bola lah! Meskipun begitu... Biar kecil tapi ohoy!


Kami telah melihat banyak hal di Luxemburg City cuma selama satu hari. Ya iya lah, kota sekecil itu, sehari saja sudah cukup untuk menjelajahi segala sudutnya. Meskipun kecil, tentu saja kami tidak bisa menjelajahi seluruh sudut kota dengan berjalan kaki karena jalanan di Luxemburg naik turun dengan curam, untuk itu City Tour menggunakan bis atau juga mini bus adalah pilihan tepat.

Sama seperti di kota-kota lain di Eropa, begitu juga dengan Luxemburg City; Orang tak perlu merencanakan dengan teliti untuk menjelajahinya. Cukup pergi ke Tourist Information, minta City Map, pelajari dan diskusikan sebentar sambil minum kopi di sebuah kafe pinggir jalan dan mulai petualangan.... bisa jadi sebuah unplanned trip akan menjadi sangat.... menarik!

Jadi begitulah, Luxemburg City sudah ditangan, maka kami dengan leluasa mulai menjelajahinya...

Just in the middle of Luxemburg City, tempat yang tepat buat chilling 


Lihatlah, seru sekali kan, Luxemburg City? Pasti bisa bikin dengkul jadi peyot jika harus naik-turun kota seperti itu. Tetapi asik, suasana Luxemburg City sangat khas dengan kedamaiannya... 

Sampai pada akhirnya kami sampai di Bock Kasematten (Kasematten/Casemate adalah seperti gua Jepang di Indonesia, lubang buatan untuk bersembunyi, tembak-tembakan dan perang-perangan jaman dulu). Gua-nya panjang, punya iluminasi bagus warna-warni dan berliku-liku....


Nah, di Kasematten ini, cerita seru dimulai... Luxemburg sudah sangat amat lama dikuasai oleh bangsa-bangsa asing seperti Spanyol, Perancis, Austria, Jerman sehingga negara ini mempunyai bahasa nasional bernama Luxembourgish yang mana itu adalah bahasa campur aduk, dan Luxemburg City mempunyai benteng terkuat dan terkokoh pada jamannya sehingga mendapat julukan sebagai 'Gibraltar of the North'.

Tetapi cerita serunya bukan disitu melainkan... Sesaat setelah membeli karcis tanda masuk Kasematten, kami memasuki entrance dimana itu adalah jalan satu arah, dengan kata lain orang bisa masuk tapi tidak bisa keluar, jadi kalau mau keluar orang harus menyelesaikan rute lorong.

Tanpa sengaja Thomas merogoh saku celananya dan... "Lho, kunci mobil dimana ya...?" Pertanyaan biasa namun mampu menimbulkan efek luar biasa! karena setelahnya, selama beberapa waktu lamanya kami sibuk merogoh semua saku yang ada, ngubek-ngubek setiap sudut rucksack dan kesimpulan terakhir adalah bahwa kunci mobil kami hilang...!

Tak ada jalan keluar, satu-satunya jalan keluar adalah tetap menelusuri lorong-lorong Kasematten sampai pintu keluar. Itu membuat kami tidak bisa menikmati suasana dengan sepenuh hati meskipun yang namanya hilang ya hilang, tak ada gunanya lagi disesali, jalan satu-satunya ya menghubungi ADAC, itupun tak masalah karena Thomas punya Gold Card, pastilah ADAC akan menyelesaikan masalah tanpa masalah, kemungkinan terburuk adalah bahwa kami akan tertahan beberapa hari di Luxemburg City menunggu ADAC menyelesaikan pekerjaannya dengan kunci mobil dan polisi. Artinya pengeluaran dobel untuk kamar hotel dimana kami secara resmi tercatat menginap di hotel Burg Trendelburg di Jerman, artinya membayar dua kamar hotel pada waktu bersamaan.

Sekeluarnya dari Kasematten kami mengatur strategi baru, yaitu menelusuri setiap jalan dan lorong yang baru saja kami lewati dengan harapan bisa menemukan kunci mobil kami kembali.

Dan kami-pun melakukannya, berjalan kembali sampai ke tempat pertama dimana kami minum kopi sambil menyimak peta kota Luxemburg City, bertanya kepada pelayan apakah seseorang menemukan dan memberikan kunci mobil dari meja dimana kami tadi duduk. Sang pelayan masih mengenali kami tetapi menyesal bahwa dia tidak bisa membantu, kemudian aku bertanya dimanakah letak kantor polisi terdekat, siapa tahu seseorang memberikan kunci mobil kami langsung ke kantor polisi...

Sebelum ke kantor polisi Thomas punya ide baru, ada baiknya kita kembali ke tempat parkir dan melihat apakah mobil kita masih disana, toh lebih dekat daripada ke kantor polisi, tinggal menyeberang jalan, turun tangga dua kali untuk menuju tempat parkir bawah tanah. 
Aku tidak begitu bergairah menanggapi ide-nya. Apa ya mungkin mobil bisa ikut-ikutan hilang kalau kuncinya hilang, mustahil. Tapi aku menurut.

Dan sampai di tempat parkir, ya tentu saja mobil kami masih tetap berdiri disana, pertanyaannya adalah, bagaimana kami atau orang lain akan bisa masuk mobil tanpa kunci?

Maka kami-pun balik kanan hendak pergi ke kantor polisi, tapi eh tunggu dulu, kata Thomas. Dia setengah berlari menuju mobil membuka pintunya dan.... kami tergelak. Lha pintunya kok bisa dibuka tanpa kunci? Melongok ke dalam, lho kuncinya kok masih tetap menggantung di tempatnya ya...? Siapa tadi yang lupa mencabut kunci? Siapa tadi yang berkendara....?

Kami-pun menertawakan kecerobohan kami berdua sambil bercanda, ah.. ya mana mungkin orang mau melongok ke dalam mobil kita, sementara di sebelah kanan terparkir Maserati dengan cantik, sementara pas di sebelah kiri ada Lamborghini, hah...!

Untuk merayakan keberhasilan dan kelegaan karena tidak harus menelpon ADAC, kami menghadiahi diri kami masing-masing dengan seporsi es krim, kopi dan kue. Sebenarnya kami ingin makan siang menu nasional Luxemburg tapi ternyata negara ini tidak punya makanan tradisional milik mereka sendiri, atau kami tidak berhasil mengetahuinya.

Dan setelahnya, sepanjang sore itu sebelum kembali ke Jerman kami naik bus City Sighseeing keliling Luxemburg City yang dimulai dari monumen Gëlle Fra (Goldene Frau). Ini adalah acara paket yang aku sarankan, karena tak mungkin kita bisa menjelajah Luxemburg City dalam sehari pada kondisi naik turun bukit seperti itu. 

Disini bus City Sightseeing start dan finish.

6 comments:

  1. cantik banget ini kotanya mas... ><

    ReplyDelete
  2. Banget... Nyaman pula, pake acara naik turun...

    ReplyDelete
  3. Salah satu negara "seksi" yang harus aku datangi kalau berkesempatan ke Eropa. (no.1 tetep pingin ke Cesky Krumlov di Ceko) Melihat pengalamannya mengenai mobil, aku jadi ingat saat di Langkawi, Malaysia. Di sana mobil terparkir sembarangan dengan kunci mobil di dalam aman semua. Weewww.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan lupa berkabar ya kalau ke EU, orang dari Indo boleh numpang nginap...

      Aku pernah kelupaan kunci mobil sekali lagi. Di Berlin, nah sudah shopping kesana-kemari, kunci ketinggalan di dalam mobil. Masalahnya aku punya mobil Smart, pintunya tidak punya lubang kunci, cuma baterai. Nah Smart punya sistem 'auto lock' yang akan ngunci otomatis setelah beberapa menit mobil tidak di kunci. Tentu saja aku tidak bisa masuk. Terus nelpon ADAC, pintunya di pompa, akhirnya bisa dibuka deh...
      Sejak hari itu aku tahu, kalau mau nyuri mobil jangan di cungkil pintunya, bisa lecet, melainkan di pompa, bisa buka sendiri.

      Delete
  4. Coba di sini Udah hilangggggg, apalagi India....hehehe

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)