Willkommen, My Lord


Seperti itulah rasanya, "Selamat datang, yang mulia..."  ketika aku datang ke hotel Burg Trendelburg tempat menginap pada saat liburan dengan tema Mengembara di Negeri Dongeng Betulan mengunjungi bagian selatan negara Jerman kali ini.

Ketika pertama kali datang memasuki tempat parkir hotel bintang empat ini mataku langsung berbinar-binar. Hotel ini, seperti halnya hotel-hotel dan bangunan lain di Jerman, tidak mempunyai pagar yang berarti, namun bukan itu yang membuatku riang bukan kepalang melainkan ketika masuk ke areal hotel, kami tiba-tiba berkendara di atas jalan berlapis batu yang klasik, kemudian memasuki pintu gerbang bagian dari benteng tua kokoh, besar dan kuat dengan pintu kayu tinggi tebal melengkung diatasnya yang dibiarkan terbuka  dan tentu saja tanpa penjaga, di Jerman jarang sekali ada hotel bersatpam.


Baiklah, tentu saja banyak hal yang di-modern-kan dengan alasan kenyamanan dan keamanan seperti pintu utama terbuat dari kaca tebal, Wi-Fi, lantai lorong dan kamar yang berlapis karpet, kamar mandi bersih nyaris steril dan hal-hal umum lainnya tetapi hotel ini berusaha dengan serius untuk mempertahankan gaya klasiknya. Bahkan dua orang pegawai di resepsionis mengenakan pakaian layaknya pakaian budak jaman dulu yang berwarna khaki dan coklat gelap dan gedombrangan. Belakangan ternyata semua pegawai termasuk waiter dan house-keeping mengenakan pakaian klasik sejenis.

Mereka terlihat manis sekaligus megah dan klasik.

Di dalam kamar tak kalah klasiknya, hanya flat TV dan kamar mandi saja yang "mengotori" suasana klasik tersebut.

Welcome drink yang ramah
Restoran hotel
Hotel ini ada diatas bukit diatas kota.
Menara di belakang hotel
Ketika senja menjelang, kami suka duduk-duduk
di teras hotel sembari menikmati hidangan.
Sebenarnya tidak pernah ya pada siang hari kami tinggal di hotel, selalu saja ketimpringan kemana-mana, pulang ke hotel ya cuma untuk tidur dan sarapan saja, makan malam-pun tidak selalu di hotel.
Lalu kenapa kami mau membayar mahal dan tidak tinggal di hotel murah meriah dipinggir kota saja? Jawabannya adalah 'rasa'! Kami ingin merasakan bagaimana enaknya tinggal di kastil seperti para bangsawan jaman dulu sewaktu-waktu, lagipula ini adalah liburan, dan temanya adalah mengembara di negeri dongeng, jadi agar supaya semakin menghayati.

Tentu saja kami juga sering liburan bermiskin-miskin cuma tinggal di caravan, tergantung tema kok ya...

Note: It is NOT paid post. first photo owned by hotel Burg TrendelburgUVcK8H9NXm3YfKkT31L5

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)