Si Cantik Dari Hurghada


What a weather..! Alangkah nyamannya dunia ini ketika mendarat di bandara mungil Hurghada yang berada di tepi salah satu pantai di Red Sea. Bagaimana tidak? matahari bersinar cerah tak ada mendung sedikitpun, suhu udara berkisar pada 25°C, kami menginap di sebuah hotel tak jauh dari pantai, suasana tenang dan angin bertiup dengan nyaman. Sangat berbanding terbalik dengan beberapa jam yang lalu ketika aku menggigil di bandara Hamburg karena Jerman masih membeku.

Dan disini, di Hurghada, telanjang-bulat-pun akan terasa nyaman.

Foto Model Jalanan ala Mesir


Mentari pada tengah hari terasa sangat amat terik, bahkan panasnya menyusup sampai ke dalam ubun-ubun kepala. Tentu saja begitu, kami berada di tengah gurun pasir yang jauh dari mana-mana.

Setelah berjam-jam mempelajari, berjalan melihat-lihat dan browsing di dalam situs Karnak Temple Complex, kami duduk mendeprok begitu saja di atas lantai depan temple, berlindung dari sengatan panas matahari pada sebuah bayangan salah satu tembok temple, sembari menikmati sebotol air mineral. Sementara ratusan pengunjung temple terlihat semakin banyak, hilir mudik berjalan kesana-kemari, foto-foto, buka-buka buku, atau ada juga serombongan turis mendengarkan penjelasan tur guide mereka dengan seksama atau ogah-ogahan. Banyak juga pelajar yang melakukan tur rombongan.

Karnak adalah situs arkeologi yang sangat amat luas, disini ada pilar-pilar raksasa, reruntuhan kastil dan bagunan-bangunan lain yang dindingnya dipenuhi oleh tulisan atau simbol-simbol Egyptian Hieroglyphs.


My Nile River Cruise Highlights


Enak lho, naik cruising ship, setidaknya sudah dua kali aku melakukannya meskipun itu adalah cruising kecil-kecilan dan bukan cruising ship besar seperti mengarungi laut Caribbean.

Kali ini adalah cerita tentang Nile River Cruise yang aku ikuti.

Ada yang bilang bahwa cruising ship adalah liburan buat Opa-Oma, ada benarnya juga ya, mengingat fasilitas santai yang didapat dan juga kemudahan dalam melakukan perjalanan tapi.... (Entahlah apakah aku sudah mulai masuk umur) ternyata aku bisa menikmatinya dengan baik. Pada kenyataannya didalam kapal ada terhidang makanan berkelas yang lezat, hiburan yang menyenangkan, tempat santai di dek atas yang tenang dan mempunyai kolam renang dan tempat olah raga ringan, ada pijat yang bikin rileks dan juga ada bar, restoran dan toko-toko yang ramah.


Scammer Ada dimana-mana, Luxor Adalah Gudangnya


Sumprit, Luxor adalah satu-satunya kota yang berhasil membuatku bersumpah untuk tidak akan pernah menginjakkan kaki ke sana lagi. Kota padang pasir di tepian sungai Nil ini begitu indah, memukau dan khas kota gurun, banyak sekali peninggalan arkeologi terletak di sekitar kota Luxor ini, ada Luxor Tempel, Karnak, dan Nile river yang indah. Tetapi sayang sekali kelakuan para scammer membuatnya menjadi kota yang paling menjengkelkan sedunia, atau setidaknya kota paling menjengkelkan diantara kota-kota dan tempat yang pernah aku datangi. Tak pernah aku merasa terintimidasi oleh para pelaku pariwisata gadungan seperti di Luxor.

Hatiku Tertambat di Tepi Sungai Nil


Entah mengapa aku menempuh perjalanan ini, tiba-tiba saja aku berada di Mesir. Mungkin karena sejarah mesir masa lalu telah menyihirku sehingga aku selalu membayangkan dan ingin mendatanginya. Kini, setelah berada di Mesir untuk liburan dua minggu, yang aku dapatkan adalah rasa khawatir yang hampir menyentuh ketakutan. Aku ingin segera keluar dari negara yang mempunyai masa lalu terlalu kelam ini, bahkan sesaat setelah menjejakkan kaki di terminal kedatangan bandara Hurghada.

Dua hari yang lalu aku mengalami pengalaman amat buruk di Luxor, minggu sebelumnya aku telah mendapat perlakuan yang mengerikan di Hurghada. Sepertinya semua orang sedang membenciku, dan negara Mesir sepertinya bukanlah tempat yang bagus buatku....

Kini pada suatu senja, ketika mentari hampir tenggelam di ujung gurun pasir yang membentang luas sampai ke batas cakrawala sana, aku berdiri termangu di atas sebuah dek kapal yang membawa kami mengarungi sungai Nil menuju bendungan Aswan, Nile River Cruises... Aku berdiri sendiri, tenang mengetahui bahwa diatas kapal ini tak ada orang Mesir yang bisa menggangguku, mereka ada di daratan dan tak boleh memasuki kapal yang kami tumpangi.