Sweet Candy from Sweet Boy in Hurghada


Hari ini akan menjadi hari santai sempurna yang sangat indah. Kemarin sore kami menemukan brosur trip menyeberang ke Giftun Island.

Tidaklah jauh untuk menuju Giftun Island dari Hurghada, hanya menyeberangi Red Sea sebentar maka sampailah di pulau cantik ini, orang perlu membayar 20€ untuk boat, makan siang on board, kursi baring dengan peneduh rumbia di pantai, dan peralatan snorkel. Jika mau menyelam diperlukan biaya ekstra.

Yang namanya pulau cantik di daerah gurun seperti Hurghada ya mempunyai kriteria kecantikan lain, Giftun island bukanlah pulau mungil rindang dengan taman dan hutan menghijau dan ada burung-burung bernyanyi sepanjang hari, sungai dengan air jernih mengalir di tengahnya... bukan itu... kalau itu adalah kecantikan versi tropikal.


Pada kenyataannya, Giftun Island adalah pulau mungil kering dengan beberapa bukit batu dan selebihnya adalah gurun pasir. Dan... kecantikannya terletak di pantai landai berpasir putih tanpa ombak yang berarti, matahari yang bersinar sepanjang tahun, suhu udara yang nyaman serta kecantikan tersembunyi tepat dibawahnya, yaitu koral berwarna-warni yang menjadi habitat ikan-ikan kecil dengan warna-warni yang tak kalah kemilau dengan koralnya.

Itulah yang akan kami hari itu; snorkeling, sedikit berjemur, dan bersantai sepanjang hari di pantai indah berpasir putih dengan air laut yang berwarna biru jernih. Jadi, sekedar info, ternyata Laut Merah mempunyai habitat laut dan koral yang indah!

Pagi-pagi sekali setelah sarapan, kami di jemput seseorang untuk segera pergi ke pelabuhan penyaberangan tempat boat sudah menunggu. Tak banyak cerita, sampailah kami di pelabuhan yang dimaksud. Beberapa orang sudah datang terlebih dahulu, mereka akan menjadi teman kami hari itu untuk menghabiskan hari bersantai di Giftun Island.

Ketika turun dari mobil aku terpaksa harus mengenakan sweater karena udara dingin dan angin yang bertiup kencang. Tak biasanya cuaca seperti itu, selama beberapa hari tinggal di Hurghada kami selalu mendapatkan cuaca bagus dan udara nyaman, tetapi angin di pelabuhan ini bertiup terlalu kencang.

Waktu keberangkatan-pun tiba, aku terpesona selama beberapa saat dengan boat yang akan kami tumpangi, itu sih bukan boat melainkan yacht..! Siapakah yang punya? Si raja minyak dari Arab kah? Ini akan menjadi pengalaman pertama dalam hidupku menaiki sebuah yacht... makan siang didalamnya, banyak minuman segar... berlayar menuju pulau yang indah.

Setengah jam telah berlalu, kami masih harus menunggu, dan aku masih tetap terpesona dengan yacht yang akan aku tumpangi....

Setengah jam selanjutnya kami masih tetap menunggu....

Dan setengah jam yang lain-pun baru saja kami lewati....

Seorang staf mendatangi kami semua, meminta maaf atas keterlambatan dan bisa jadi kami tidak akan berangkat ke Giftun Island. Dia bisa berencana tetapi kita tidak berdaya jika itu berhadapan dengan alam, katanya.... Maka dari itu kami harus bersabar selama satu jam lagi, karena demi keamanan kita semua, yacht tidak akan berangkat dalam badai seperti ini.

Satu jam telah berlalu, tengah hari akan segera datang namun badai belum berlalu. Jadi kami dikembalikan ke hotel masing-masing. Hari ini tidak ada keberangkatan ke Giftun Island. Ada dua pilihan, uang dikembalikan atau untuk keberangkatan besok. Kami pilih yang pertama karena besok punya acara lain yang lebih seru....

Kami menghempaskan tubuh begitu saja pada sebuah kursi di beranda luar hotel yang terletak di bawah bayangan pohon. Rencana yang gagal, badai angin sekaligus teriknya matahari gurun pasir Hurghada membuat semangat memudar.

Ya sudah, daripada berlarut-larut dalam keputusasaan, maka pesan makan siang saja, toh ini sudah tengah hari dan meskipun tidak lapar karena sarapan yang terlalu banyak tadi pagi, kami ingin makan.

Sembari menunggu hidangan datang, kami cuma duduk diam membisu saja, berusaha menerima kenyataan akan perjalanan yang gagal dan mencoba bikin rencana baru buat mengisi hari itu...

Entah sejak kapan atau darimana datangnya karena aku sedang asik day dreaming, tanpa aku sadari kehadirannya, disampingku tiba-tiba ada seorang bocah kecil berdiri menatapku dengan lugu. Kedua pipinya yang gembul terlihat lucu dan mulutnya melongo begitu saja. Dia terlihat sangat mungil sampai aku tidak menyadari kehadirannya.

Maka secara refleks aku tersenyum geli melihat penampakannya yang lucu itu. Rupanya dia sedang menyodorkan sesuatu kepadaku, aku tidak begitu paham maksudnya jadi aku tetap tersenyum, semakin lebar.

Dia semakin menyodorkan sesuatu itu kepadaku dan aku semakin tidak paham maksudnya. Ketika dia mulai meraih telapak tanganku dengan tangannya yang lain, hampir saja aku berteriak, "Don't touch me..!", tetapi siapa yang tega menghardik bocah kecil semanis itu?

Dan pada saat dia meletakkan sesuatu yang ternyata sebungkus permen itu di telapak tanganku, barulah aku paham akan maksudnya. Ternyata dia memberiku sebuah permen mint. Aku jadi tertawa dan mengucapkan "Sukran" atas pemberiannya, tentu saja dia tidak membalas ucapan terimakasihku karena pastilah bocah yang baru bisa berjalan itu belum bisa berkata-kata. Dia hanya berlalu begitu saja meninggalkanku dengan langkahnya yang tidak benar ala bocil yang baru belajar berjalan, kali ini menuju ke arah Thomas, dan seperti tadi, dia juga memberikan sebuah perment mint kepadanya. Rupanya dia sedang berbaik hati membagikan sebuah perment mint seorang dapat satu buat kami berdua.

Kami selesai makan, si bocil yang ternyata sedang menginap di hotel bersama papa-mamanya masih asik bermain kesana-kemari. Aku menghampiri mereka dan bertanya apakah aku boleh memberikan es krim kepada si bocil murah hati itu, emaknya melarang tetapi bapaknya mempersilahkan, "Tetapi yang kecil saja ya..." kata bapaknya.

Maka aku membawa si bocil ke box es krim di sudut dan membiarkannya memilih sendiri, kemudian setelah mendapatkan es krim pilihannya, dia berlari kegirangan ke orang tuanya dengan es krim kesukaannya yang ternyata berukuran paling besar.

Somewhere in Hurghada.

Suasana malam di Hurghada

Bungalow tempat menginap.

Ini namanya Kebab

Yang ini namanya Shish Kebab. 

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)