Messina, sebuah kota aneh di Sicilia


Setelah keluar dari pulau Eropa (katakanlah begitu) dengan menumpang sebuah Ferry, maka kami sampai di pulau Sicilia. Dari jauh saja pulau ini sudah terlihat indah dan nyaman, dan memang begitulah adanya ketika kami pada akhirnya menginjakkan kaki di kota pertama pulau ini.

Saat itu adalah tengah hari, matahari akhir musim panas terasa menyengat, rasanya tidak mungkin kalau ini adalah udara Eropa. Aku jadi teringat suasana panas seperti ini waktu berada di Marrakech. Dan memang begitulah kenyataannya, jika saja ditarik garis lurus, maka kepulauan Sicilia ini sebenarnya berada di benua Afrika, lengkap dengan iklimnya. Katakanlah jika mau renang sedikit saja ke arah barat di Laut Mediterania (Laut Tengah) maka kita akan sampai di Tunesia.

Aku suka Mediterania, segala sesuatu tentang Mediterania. Makanannya, iklimnya, alamnya, penampakan orang-orangnya. itulah sebabnya aku ada disini.

Ketika pertama kali datang kemarin, ada pikiran sangat sekilas sekali dan sangat jauh sekali di belakang kepala; Ah rupanya aku telah salah memilih Jerman sebagai tempat menetap...


Perjalanan Panjang ke Sicilia


Kami turun dari waterbus keluar dari kota tua Venezia, sepagi itu stasiun kereta Santa Lucia sudah ramai. Pada sebuah undakan anak tangga memasuki pintu stasiun terlihat dua orang ibu-ibu kesulitan mengangkat kopernya yang besar. Wajah mereka bersimbah peluh, make up berlebihan tak bisa menyembunyikan kelelahannya. Mereka terlihat ribut dan ribet bercakap-cakap.

"Mbak, kalau bawa koper gedong kayak gitu lewat sini, jangan lewat undakan..." Kataku iba melihat alangkah ribetnya mereka, sembari menunjukkan jalur yang sedang aku lewati. Itu adalah jalur memutar yang akan lebih mudah dilalui jika menyeret koper.

Dua orang ibu-ibu itu tentu saja bengong disapa dalam bahasa Indonesia, kemudian tertawa, ini di Venezia. Lalu mereka mengikuti kami dengan riang dan tetap tidak percaya bahwa aku berbahasa Indonesia. "Mau kemana mas?".

"Dari Venezia kami akan terbang ke selatan, kemudian naik kereta api, lalu nyeberang selat pakai ferry, kemudian naik kapal laut melintasi beberapa pulau dan akan tinggal beberapa hari di Stromboli, sebuah pulau kecil di Sicilia." Kataku sembari berjalan santai, kami punya cukup waktu untuk terbang setelah tengah hari nanti. Sementara kedua emak-emak dari Jakarta itu akan melanjutkan perjalanan mereka ke Roma.


Venezia: Murano Pulau Misterius


Murano adalah salah satu pulau yang berada di kepulauan Venezia Italia. Jika pergi ke sini menumpang water bus City Sightseeing yang berwarna khas merah menyala itu, dari halte water bus San Marco di Venezia kota tua, maka hanya melewati sebuah halte di pulau Lido, kemudian water bus akan langsung menuju halte di pulau Murano. Jika menumpang water bus untuk penumpang umum, maka akan berhenti puluhan kali di halte-halte sepanjang Canal Grande yang membelah Venezia Italia.

Kami telah puas ngadem dan bersantai di pantai pasir putih pulau Lido yang ceritanya aku tulis pada postingan sebelumnya disini.

Perhentian selanjutnya adalah pulau Murano yang sepi dan misterius, penduduknya mayoritas para manula, jauh dari mana-mana dengan suasana pedesaan pantai rustikal. Setidaknya itulah gambaran sementara yang aku tangkap dari serial detektif Commissario Brunetti dalam sebuah episode yang mengungkap pembunuhan misterius di pulau ini.

Dan seperti itulah adanya.....


Venezia: Mabuk Laut Atau Mabuk Cocktail?


Hampir setiap kota besar di Eropa Barat punya bis City Sightseeing, bis ini berwarna merah menyala dengan tulisan menggunakan jenis huruf yang riang. Tak sulit menemukan bis City Sightseeing ini dari warnanya, lagipula mereka ada dimana-mana di seluruh penjuru kota. Bis ini menggunakan sistem karcis hop on - hop off, dengan kata lain, penumpang membeli karcis yang berlaku untuk 24 jam, mereka boleh berhenti sesuka hati di halte-halte yang tersebut dalam kartu rute perjalanan, begitu juga sebaliknya, penumpang boleh naik dari halte manapun sesuka hati. Bis ini datang dan pergi dengan jadwal yang rapi.

Bis City Sightseeing adalah alternatif paling bagus, paling lengkap dan paling murah untuk turis yang tidak terpaku jadwal perjalanan karena penumpang atau turis itu sendiri yang akan menentukan waktu mereka sendiri untuk menjelajahi sebuah tempat menarik di dalam kota, sebelum menuju tempat selanjutnya menggunakan bis yang sama, pada jam yang terjadwal. Bis ini mempunyai halte di tempat-tempat menarik tujuan turis.


Venezia: Piazza San Marco, Rialto dan Gondole


Jika pergi ke Venezia, maka kamu harus pergi ke Piazza San Marco, kemudian naik gondole menyusuri kanal-kanal kecil di tengah kota tua, dan berjalan melintasi jembatan Rialto. Begitu pula dengan kami...

Aku sampai hafal dengan Piazza San Marco sampai ke ujung-ujungnya karena sering ke tempat ini selama kunjungan kami ke Venezia. Pada pagi dan siang hari ketika tempat ini penuh sesak dengan turis, dan juga pada malam hari ketika Piazza San Marco menjadi tempat paling romantis untuk menikmati makan malam dengan iringan orkestra bermain di atas panggung; sangat romantis, sangat klasik dan sangat tipikal Venezia.

Aku ada di Venezia, Buon Giorno!


Venezia adalah kota yang sangat menyenangkan! Hampir semua orang yang melakukan perjalanan keliling Eropa menjadikan Venezia sebagai tujuan utama persinggahannya. Bagaimana tidak? disini orang bisa melihat Piazza San Marco yang spektakuler itu, berjalan di lorong-lorong sempit nan indah dan unik di tengah kota tua, naik gondole menyusuri kanal-kanal unik berkeliling kota, mendapatkan udara hangat yang nyaman, dan duduk-duduk menikmati suasana damai, indah dan meriah.

Setidaknya itulah beberapa hal yang telah kami lakukan selama liburan ke Italia. Kami menikmati keindahan kota tua Venezia selama lima hari, bukan layaknya turis harian yang singgah cuma beberapa jam di kota ini kemudian pergi menuju tempat lain di Eropa.

Mencari Commissario Brunetti ke Venezia


Kota Venezia di Italia atau dalam bahasa internasinal dikenal dengan nama Venice merupakan tujuan travel paling ngawur dan gokil yang pernah aku lakukan dalam hidupku.

Ceritanya begini; aku adalah penggemar berat serial novel detektif Donna Leon, Novel ini mempunyai tokoh utama yang ganteng banget bernama Commissario Brunetti dan ajudannya...  dan sekretaris mereka yang cantik sekali, nakal namun cerdas dan pandai bernama Electra. Mereka bekerja dengan sangat cerdik dalam mengungkap kasus-kasus pembunuhan misterius di kota Venezia.

Suatu saat novel ini diangkat menjadi serial detektif di TV pemerintah, dan akupun menjadi pemirsa setia dalam setiap episodenya, sama seperti jutaan orang lainnya yang tinggal di Jerman, Swiss dan Austria.

Begitulah, setiap sekali sebulan aku menikmati keindahan kota Venezia dalam serial detektif TV kegemaranku, sampai suatu saat ketika Thomas bertanya kemanakah sebaiknya liburan kita mendatang, akupun menjawab lantang, "Venezia….!"

Singkat cerita kami berada di Venezia, mengalahkan segala isu buruk dari teman-teman bahwa sebaiknya kami memilih tempat liburan yang lain saja karena Venezia adalah kota yang mahalnya amit-amit, jorok dan bau, penuh dengan turis, dan segala hal jelek tentang sebuah kota yang tidak aku lihat samasekali di serial Donna Leon itu.

The City of Love is not Paris but Tonder


Ada hal menarik yang membuatku bertanya-tanya setiap kali memasuki kota Tønder dan melintasi balai kota; Setiap kali pergi ke kota ini, selalu saja ada kemeriahan pernikahan, bukan cuma sepasang pengantin, yang aku lihat adalah beberapa pasangan pengantin yang baru saja atau akan melangsungkan acara akad nikah mereka di balai kota. Bukan saja pernikahan pasangan konvensional mempelai pria dan wanita, melainkan sering juga terlihat mempelai pasangan sejenis baik itu antara pria, atau mempelainya dua orang wanita.....

Pada kunjungan yang kesekian kalinya aku tak tahan untuk tidak berkomentar, "Wah... orang Denmark suka banget kawin ya, setiap aku kesini, pasti banyak pengantin baru...."
Thomas yang orang asli perbatasan tentu saja lebih tahu akan hal ini, "Tahukah kamu, mereka bukanlah orang Denmark melainkan warga negara lain, mereka datang kesini khusus untuk menikah."

Pergi jauh-jauh ke Tønder untuk menikah? Ada apakah gerangan? Kenapa para turis itu tidak menikah di Paris, padahal Paris kan the City of Love, Pasti ada hal istimewa di kota ini, marilah aku kasih tahu rahasianya...


Pelosok Perancis: L'Etape du Tour


Dalam acara ketimpringan dan road trip ke pelosok-pelosok Perancis, kami tinggal di Raon-l'Étape, yang mana itu adalah sebuah kanton kecil yang berada di region Lothringen, tak jauh dari kota perbatasan Perancis dan Jerman, Strasbourg.

Di L'Étape ada acara menarik tahunan bernama L'Etape du Tour, yaitu ajang tes kemampuan dan berlatih bagi para pesepeda (cyclist) amatir dari berbagai belahan dunia sebelum mereka berpartisipasi dalam Tour de France, dimana L'Étape juga menjadi ajang referensi Tour de France.

Namun begitu L'Étape merupakan traveling race yang menjadikan pesertanya berpetualang untuk menemukan dan melewati desa-desa kecil yang menarik dan lanskap pegunungan Perancis yang indah. Jadi ini adalah gabungan antara Sport challenge dan wisata.


Pelosok Perancis: Menginap di Museum Unik Seni Arsitektur


Inilah alasan kami, atau kalau mau jujur, alasan Thomas mengajak trip ke Perancis, yaitu ingin merasakan sensasi dan uniknya menginap di sebuah karya seni arsitektur yang juga masuk karegori museum. Namanya merasakan sensasi ya harus pergi dan mengalaminya sendiri, bukan dari kata orang. Itulah sebabnya kenapa banyak orang melakukan perjalanan dan liburan. Sensasinya itu lho, harus dirasakan sendiri....

Namanya Museumotel L'Utopie, yang merupakan sekumpulan delapan buah arsitektur berbentuk gelembung (bubble) yang di tata di dalam sebuah pulau mungil di tengah rerimbunan taman artistik. Pulau ini dikelilingi oleh sungai lebar berair sangat jernih sebening kaca.


Pelosok Perancis: Lintas Batas Menuju Raon-lʼÉtape


Raon-l'Étape adalah sebuah kanton kecil yang berada di region Lothringen, tak jauh dari kota perbatasan Perancis dan Jerman, Strasbourg. Sementara Strasbourg, atau bahasa Jerman-nya Straßburg berada tak jauh dari sungai Rhein, dan sungai Rhein adalah batas negara Jerman - Perancis..... Tidak bingung kan? Jadi Raon-l'Étape adalah sebuah kanton di pelosok Perancis bagian utara yang lebih dekat ke Jerman daripada ke Paris.

Tujuan road trip kami selanjutnya adalah kota mungil Raon-l'Étape di Perancis ini.

Kanton ini mempunyai sebuah kota kecil yang tenang, wilayahnya terdiri dari 60% hutan, sisanya adalah kota dan desa-desa kecil. Jadi indah banget buat road trip menjelajah alam pegunungan Perancis Utara.

Tetapi sebelum sampai dan menginap di Raon-lʼÉtape selama dua hari, kami harus melintasi perbatasan dulu, itupun tak masalah karena jalanan yang kami lalui sangat lengang dan mempunyai panorama pegunungan yang memukau....

Zwiefalten: Kota Mungil, Biara dan Gereja nan Megah


Hari terakhir road trip kami di dataran tinggi Schwäbische Alb (Swabian Jura) yang berada di negara Jerman bagian selatan sangat menyenangkan meskipun udara awal musim panas terasa membakar kulit. Kami melintasi alam pegunungan yang mempunyai panorama memukau, menuruni lembah hijau yang damai, melintasi lahan pertanian luas dengan banyak sapi dan domba sedang merumput... Alangkah damainya dunia!

Perhentian selanjutnya adalah kota Zwiefalten, sebuah kota mungil berpenduduk 200 jiwa yang berada entah dimana antara metropolis Stuttgart dan Bodensee.


Hymer Museum: Sejarah Traveling Orang Jerman


Kalian lihat sendiri kan, bahwa orang Jerman itu suka traveling keliling dunia, bahkan sejak awal peradaban baru saja dimulai. Mereka berkelana, mengembara sampai ke pelosok-pelosok belahan bumi yang lain.
Nah, kami baru saja mengunjungi sebuah museum unik yang menceritakan sekilas tentang kebiasaan orang Jerman blusukan kesana-kemari. Museum-nya unik dan menarik, dikemas dalam sebuah bangunan hi-tech ber-arsitektur modern, minimalis dan kinclong, tetapi mempunyai koleksi masa lalu yang vintage dan klasik...


Roadtrip: Memori Kereta Tua Alb Express


Sinar matahari awal musim panas terasa nyaman, burung berkicau dengan riang ketika kami sarapan bersama di restoran hotel Höhenblick. Jika cuaca bagus seperti ini maka semua orang memilih duduk di luar ruangan dan menikmati hidangan dalam udara sejuk yang bersih, sembari melihat pemandangan lembah hijau di bawah sana....


Roadtrip: Melihat Stuttgart dari Puncak Breitenstein


Breitenstein adalah sebuah puncak tinggi yang berada di dataran tinggi Schwäbische Alb atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan Swabian Jura. Sementara dataran tinggi luas yang berada pada ketinggian seribu meter dari permukaan laut ini, dulunya, pada jaman Dinosaurus masih eksis,  adalah sebuah samudra, jadi di puncak ketinggian ini orang bisa menemukan fosil kerang-kerangan dan tetumbuhan laut.

Kok bisa ya? ceritanya akan mucul suatu saat nanti.....


Roadtrip Menuju Dataran Tinggi Schwäbische Alb


Musim Panas di Jerman sedang berlangsung, setiap musim panas kami mempunyai program tahunan yaitu melakukan road trip bersama teman-teman penggemar Oldtimer (mobil antik).

Tujuan road trip selalu berganti dan kali ini adalah dataran tinggi Schwäbische Alb yang berada di sudut selatan negara Jerman. Untuk itu kami harus berkendara sejauh kurang lebih 1000 Kilometer menuju selatan, karena kami tinggal di ujung utara negara Jerman.


Schloss Glücksburg, Puri Indah di Tepi Danau


Glücksburg adalah kota kecil yang tenang dan hijau di pantai Laut Baltik. Jika saja ditarik garis lurus, maka sebenarnya kota ini ada di wilayah negara Denmark, tetapi ini adalah sebuah kota kecil di Jerman. Sama seperti di Flensburg, di Glücksburg orang berbicara dalam dua bahasa, Jerman dan Denmark.

Karena mempunyai banyak pantai berpasir putih yang indah, taman dan hutan menghijau dimana-mana, dan udara bersih tanpa polusi, maka kota Glücksburg dinobatkan menjadi sebuah kota resor.

Dari pelabuhan mungil kami berjalan melintasi taman untuk menuju sebuah hutan di tengah kota. Ini adalah hutan yang rapi dan teratur. Jalan setapak di dalam hutan terasa nyaman untuk di lalui, di beberapa tempat ada tersedia rumput terbuka buat dipakai camping dan piknik. Alat bermain buat anak-anak juga tersedia.


Melintasi Keindahan Muara Flensburg


Flensburg adalah kota yang terletak di ujung paling utara negara Jerman. Beberapa kilometer ke utara akan memasuki perbatasan negara Denmark. Di Flensburg ada sebuah muara yang tenang, dari muara akan terlihat laut Baltik yang airnya berwarna biru dan tenang.

Di muara Flensburg ini terdapat pelabuhan tua yang indah dan bersejarah. Dulu merupakan dokyard tempat pembuatan kapal yang terkenal di Eropa. Sekarang muara Flensburg (Flensburger Förde) menjelma menjadi tempat liburan tenang tempat yacht dan kapal layar mewah terapung selama musim panas.

Di pelabuhan tua ada beberapa kapal ferry wisata yang secara teratur berlayar mengelilingi muara Flensburg, mereka mempunyai rute sendiri-sendiri dan jadwal yang tersusun rapi. Liburan kali ini kami memilih naik MS Viking mengitari Flensburger Förde, keluar menuju laut Baltik, melintasi perbatasan Denmark termasuk pulau mungil Okseø di Denmark, berhenti di kota yang asri bernama Glücksburg selama 2 jam, dan kembali lagi menuju pelabuhan Flensburg.


Cerita Anna Dari Pulau Helgoland


Helgoland adalah sebuah pulau mungil yang ada di North Sea. Saking mungilnya pulau ini, tak ada sebuah mobilpun yang boleh berjalan di dalam pulau, kalaupun ada maka mobil tersebut harus menggunakan baterei untuk menekan polusi sampai titik nol persen.

Didalam pulau cuma ada sebuah sekolah, sebuah rumah sakit, sebuah gereja, sebuah balai desa, dan.... banyak resor dan hotel. Begitulah, Helgoland saat ini adalah sebuah pulau resor yang indah, sunyi, tenang dan damai.

Inilah cerita kami menghabiskan akhir pekan di dalam pulau surga Helgoland, ini adalah pulau tujuan liburan yang ada di Jerman Utara. Dan tujuan utama kami adalah untuk mengunjungi Lange Anna.


La Laguna, Kota Tua Berjiwa Muda


La Laguna adalah kota terbesar ke dua setelah Santa Cruz yang ada di pulau mungil Tenerife Spanyol, dulunya merupakan ibukota propinsi kepulauan Kanaria, sekarang ibukotanya dialihkan ke kota Santa Cruz dimana itu adalah kota tinggal kami selama liburan di pulau yang cantik dan elok ini.

Pada kesempatan ini kami berkesempatan untuk singgah dan menjelajahi kota tua La Laguna, kotanya unik dan menarik, karena kota ini masuk dalam lindungan UNESCO, dan secara bersamaan adalah kota pelajar yang selalu berjiwa muda dengan adanya universitas terbesar seantero pulau.

Dan inilah sekelumit cerita berfoto tentang kota - awas keseleo lidah, nama asli kotanya panjang dan mbulet khas bahasa Spanyol - San Cristóbal de La Laguna.

Yuk jalan.....

[Icod - Tenerife] Di Bawah Naungan Pohon Purba



Alkisah, ada sebuah pohon raksasa ajaib yang tumbuh menjulang di atas sebuah bukit. Akarnya merayap kemana-mana, cabang dan rantingnya seakan mencengkeram apapun yang datang mendekatinya. Pada saat-saat tertentu pohon ini bisa menangis, tak jarang akan mengeluarkan darah segar pula.....

Halah gombal, tahayul... eh tapi benar lho, di Icod de Los Vinos ada pohon purba raksasa yang tumbuh di lereng bukit, namanya Drago Milenario, jika tergores maka akan keluar getahnya yang berwarna merah seperti darah segar.

Sementara itu, Icod de Los Vinos adalah nama sebuah kota Resor yang sejuk dan tenang. Terletak pada sebuah lereng bukit di suatu tempat di pulau Tenerife - Spanyol. Dari kota ini orang bisa melihat lautan Atlantik nan biru di bawah sana, dan puncak gunung berapi Pico del Teide yang puncaknya hampir saja berhasil kami taklukkan - jika saja cuaca mengijinkan - pada hari sebelumnya.


[Puerto de la Cruz] Tak Punya Pantai? Bikin Saja Sendiri


Pulau Tenerife di Spanyol terbentuk dari letusan gunung berapi Pico del Teide, oleh sebab itu pulau mungil ini tidak banyak mempunyai pantai landai berpasir yang nyaman untuk bersantai, melainkan pantai terjal berbatu karang hitam yang curam.

Lalu, bagaimana caranya bersantai di pantai untuk menikmati hangatnya mentari di pulau indah ini? Nongkrong begitu saja di atas batu karang yang tajam dan tidak nyaman? Tidak asik ya....

Caranya adalah dengan bikin pantai sendiri seperti yang dilakukan oleh orang-orang dari kota Puerto de la Cruz.


Pendakian Terjal Menaklukkan Gunung Tertinggi di Spanyol


Pico del Teide, atau biasa disebut El Teide, adalah gunung berapi setinggi 3.718 meter dari permukaan laut, merupakan gunung berapi tertinggi di Spanyol. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1909 dan saat ini masih aktif.

Hebohnya, pada hari itu kami melakukan pendakian yang panjang, terjal menantang, berliku-liku. Pokoknya ini adalah pendakian heboh dan saking tingginya, telinga sampai terasa nyeri karena pada kenyataannya, jalan yang kami tempuh adalah jalan yang benar-benar terjal hampir tegak lurus dan mendadak, dimulai dari ketinggian 0 meter dari permukaan laut.

Yuk lanjut....


Geliat Musim Semi di Jerman



Lihatlah, alangkah indahnya dunia ini... Matahari bersinar hangat, alam terlihat cerah, burung-burung bernyanyi riang, kuncup pepohonan mulai muncul, dan bunga bermekaran dimana-mana menjadikan dunia ini semakin berwarna....

Ini adalah awal musim semi yang sempurna!

Tentu saja semua orang jadi bersuka-cita dong ya, dan seperti biasanya setiap awal musim semi datang, semua terlihat menggeliat, menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali. Dan hal ini membuat semua orang bergairah menyusun rencana-rencana yang akan dilakukan untuk mengisi musim semi dan musim panas yang sebentar lagi akan datang.

Begitu juga dengan kami. Pada musim semi dan musim panas ini kami akan tinggal di dalam negri saja. Jerman juga indah pada musim panas, dan ternyata berdasarkan riset tentang negara tujuan favorit orang Jerman, liburan didalam negri adalah pilihan terbanyak untuk melakukan liburan musim panas dan musim semi.


Beach Party di Playa de Las Teresitas


Tak jauh dari Ibu kota kepulauan Kanaria yaitu Santa Cruz, terdapat pantai berpasir putih yang cantik dan indah bernama Playa de Las Teresitas. Ini merupakan sebuah teluk kecil yang terlindung dari ganasnya ombak laut Atlantik. Tentu saja pantai ini menjadi tempat santai favorit para penduduk kota.

Disini ada banyak Kiosco yang berdiri berjejer tepat di pinggir pantai menjajakan makanan khas pantai, soft drinks maupun cocktails.

Sementara diatas pasir putih yang lembut dan hangat, banyak berdiri pelindung sinar matahari yang terbuat dari rumbia dan ada banyak kursi baring di sepanjang pantai.


Jatuh Cinta Dengan Santa Cruz


Aku sudah telah jatuh cinta dengan kota tua Santa Cruz. Ibukota propinsi kepulauan Canaria yang berada di pulau mungil Tenerife milik negara Spanyol ini sangat khas dan nyaman, hijau indah dengan suhu hangat khas Mediterania, gaya hidup penduduk yang santai dan ramah, makanan lezat dimana-mana, dan harga-harga yang murah meriah. Itulah, siapa yang tidak langsung jatuh cinta dengan suasana seperti itu?

Jadi selama seminggu tinggal di pulau Tenerife, kami menjadikan kota tua Santa Cruz sebagai base camp, kemanapun menjelajahi pulau seharian penuh, kami selalu berusaha untuk kembali ke hotel di Santa Cruz menjelang malam.


Hola, Kami Ada di Tenerife


Jiwaku sempat memberontak ketika sampai di pulau Tenerife (Okay, ini lebay...), tetapi kira-kira seperti itulah adanya ketika pagi hari pada saat keluar dari hotel aku mendapati cuaca segar sedikit lembab seperti halnya cuaca di Asia Tenggara. Di sana-sini tumbuh pohon palem, ada banyak pohon pisang berbuah ranum, sementara Tenerife adalah pulau yang berada di Eropa dengan penduduk bule, mempunyai gaya bangunan Eropa dan kebudayaan Eropa pada umumnya. Bagaimana jiwaku tidak berontak mendapati kenyataan ini?

Setelah dengan cepat bisa menerima kenyataan (Baca: terbengong-bengong sejenak) maka kami mulai menjelajahi pulau mungil ini, dan kami mendapati banyak hal menarik dan unik selama liburan seminggu di Tenerife. Banyak menemukan makanan enak, bersosialisasi dengan insider yang - secara mengejutkan - sangat ramah, menikmati alam pulau Tenerife yang indah dan unik, dan melihat tempat-tempat menarik tujuan turis.