[Icod - Tenerife] Di Bawah Naungan Pohon Purba



Alkisah, ada sebuah pohon raksasa ajaib yang tumbuh menjulang di atas sebuah bukit. Akarnya merayap kemana-mana, cabang dan rantingnya seakan mencengkeram apapun yang datang mendekatinya. Pada saat-saat tertentu pohon ini bisa menangis, tak jarang akan mengeluarkan darah segar pula.....

Halah gombal, tahayul... eh tapi benar lho, di Icod de Los Vinos ada pohon purba raksasa yang tumbuh di lereng bukit, namanya Drago Milenario, jika tergores maka akan keluar getahnya yang berwarna merah seperti darah segar.

Sementara itu, Icod de Los Vinos adalah nama sebuah kota Resor yang sejuk dan tenang. Terletak pada sebuah lereng bukit di suatu tempat di pulau Tenerife - Spanyol. Dari kota ini orang bisa melihat lautan Atlantik nan biru di bawah sana, dan puncak gunung berapi Pico del Teide yang puncaknya hampir saja berhasil kami taklukkan - jika saja cuaca mengijinkan - pada hari sebelumnya.


Yang paling terkenal dari kota Icod adalah pohon purba Drago Milenario yang fotonya ada pada awal postingan ini. Pohon purba ini telah menjadi ikon kota Icod de Los Vinos, karena pohon ini telah ada bahkan sebelum kota terbentuk. Bahkan diyakini bahwa pohon El Drago-lah  awal tanda-tanda kehidupan yang ada di pulau mungil Tenerife.

Konon katanya penyelidikian ilmiah yang paling mendekati, pohon ini lahir pada tahun 600. Kenapa konon? karena tidak ada yang bisa menghitung umurnya sebab pohon purba ini tidak mempunyai cincin tahunan di dalam batangnya.

What to do in Icod de Los Vinos?

Cuma melihat pohon Drago? Ah, itu sih 15 menit juga sudah selesai plus foto-foto narsisnya. Jadi setelah turun dari stasiun bis yang tidak mempunyai plang nama (sama seperti stasiun bis lainnya di seantero pulau - Percayalah, kamu harus menyimak peta baik-baik selama menumpang bis di pulau Tenerife jika tidak ingin kesasar atau malu bertanya pada pak supir yang ramah-ramah itu).

Dari dalam bis; Kayaknya ini kota tujuan kami deh...
Puncak gunung berapi El Teide dilihat dari kota Icod de Los Vinos.

Jadi ketika kami - dua orang turis bodoh - tetap celingukan melihat keluar jendela bis mengagumi keindahan kota diluar sana sementara tanpa kami sadari bahwa semua penumpang sudah turun karena ternyata Icod adalah perhentian terakhir, pada akhirnya pak supir berkata kepada kami dalam bahasa Spanyol yang mbulet itu. Dia bilang apa kami juga tidak tahu, cuma dalam kata-katanya dia menyebutkan kata 'Icod de Los Vinos', dan ketika kami mengulanginya dia mengangguk dengan tersenyum ramah, maka kami memutuskan bahwa kami telah sampai di kota tujuan. "Gracias..." dan kami keluar dari bis.


Di luar bis... tetap saja terbengong tidak yakin; benarkah kami ada di kota Icod de Los Vinos? Tak ada tanda-tanda samasekali.
Ah, wherever... kesasar juga ndak apa, yang penting makan siang dulu.
Makan di restoran terdekat, restorannya baguuuus banget, pengunjungnya juga berpakaian bagus-bagus, aku makan cumi saus hitam. Bayar bon, eh mahalnya naudzubilah, ternyata itu restoran eksklusif. Pantas menunya ngirit banget. Makanya kalau mau makan baca menunya di luar dulu, selapar apapun kamu....

Setidaknya siang itu kami menjadi turis kaya yang baru saja makan di restoran eksklusif, di sebuah kota tenang nan indah, dalam cuaca yang hangat dan nyaman, dan di bawah sinar matahari yang cerah.... Apakah ada yang lebih sempurna dari itu?

Dan pada akhirnya kami menjadi yakin bahwa kami telah sampai di kota Icod de los Venos, setelah si pelayan memberitahu kami arah jalan kaki menuju pohon Drago.

Jalan menuju taman dimana pohon purba Drago berada ternyata penuh dengan godaan. di kanan-kiri jalan khusus pejalan kaki ini terdapat banyak sekali kafe, resoran dan toko suvenir yang kesemuanya terlihat menarik untuk dimasuki. Dari yang pada awalnya lihat-lihat penasaran akhirnya datang mendekat, pegang-pegang sejenak, lihat yang lain sembari diskusi.... Satu jam telah berlalu, dan kami telah berhasil menempuh separo perjalanan yang berjarak 200 meter.


"Hola, do you want to try our banana wine...?"
"Excuse me... what did you say? banana wine?"

Sumprit tak pernah sekalipun aku mendengar istilah banana wine, ternyata Thomas pernah membacanya di suatu tempat, dan ibu penjual wine menambahkan bahwa banana wine cuma di produksi di kota Icod.

Penasaran mengalahkan segalanya, segelas banana (white or yellowish) wine telah kami coba. Rasanya harum khas pisang, manis dan nikmat. Aku tidak tahu apakah ini bisa di sebut dengan wine karena aku curiga bahwa banana wine ini mempunyai kadar alkohol lebih tinggi dari wine normal, tetapi jika si pencipntanya menyebut begitu, aku ya terpaksa ikut....

Segelas kecil banana wine percobaan berhasil membuat kami duduk disitu sekitar satu jam ke depan dengan segelas banana wine berikutnya.

Ketika kami hendak beranjak, si ibu memberikan satu sloki kecil banana liquor sebagai percobaan. Rasanya enaaaak banget! Tentu saja pada akhirnya si ibu itu berhasil menjual dua botol.

Bergaya sejenak di toko Banana Wine, setelah diminumi wine.

Matahari semakin condong, tengah hari sudah lama berlalu, tetapi sajauh itu kami belum juga melihat pohon purba Drago, yang mana itu adalah tujuan utama kami datang ke kota Icod de Los Vinos.

Matahari yang terik membuat hasratku muncul tiba-tiba ketika aku melihat di depan ada kafe es krim. Akupun segera pilih-pilih menu es krim yang kesemuanya terlihat menggoda. Tapi sayangnya Thomas tidak setuju, menurutnya, kita harus sampai di taman pohon Drago dulu sebelum hari gelap, atau kita tidak bisa melihat apa-apa lagi.

Ya sudah pada akhirnya aku harus membendung hasratku akan es krim selama beberapa saat dan..... inilah pohon purba Drago yang legendaris itu.......


Bukan, pohon tertua bukan ini, ini adalah generasi kesekian, Pohon el Drago yang legendaris itu
fotonya ada pada awal postingan ini yang merupakan pohon terbesar dari beberapa pohon yang ada.


Dan.... tentu saja foto-foto narsis dulu.......


Lalu, what to do in Icod de Los Vinos then?
Ya itu tadi, namanya juga berkunjung ke kota resor yang tenang dan nyaman, jadi ya bersantai menikmati suasana, menghayati suasana sepi, menyatu dengan alam *sumprit!*, dan bersantai sembari makan di restoran mahal layaknya orang kaya (padahal nyasar masuk restoran dengan ceroboh), tapi percayalah kami tidak menyesal samasekali, yang ada malah menjadi-jadi karena terbawa suasana kota Icod de Los Vinos yang elegan dan mewah, jadi.....

Ini namanya Barraquito, kopi varian dari Spanyol, teridiri dari berlapis-lapis kopi,
dua macam susu dan setetes atau dua tetes likor. Dinikmati setelah makan.
Tapas adalah camilan yang bisa dinikmati setiap saat dan setiap kesempatan.
Dan sepanjang sore sampai malam hari itu kami menikmati kota tua Icod de Los Vinos yang damai dan tenang. Menyerap energi positif yang dipancarkan ;)



How to reach Icod de Los Vinos?

Dari Santa Cruz orang bisa melalui jalan tol utara TF-5 ke arah barat. Beberapa bus berjalan dari Santa Cruz dan Puerto de la Cruz ke Icod de los Vinos tiap hari. The Old Town dan pohon Drago Milenario terletak sekitar dua ratus meter dari stasiun bus, jalan kaki sembari lihat sana-sini melewati trotoar yang menanjak sekitar 45°.

6 comments:

  1. Lucu penampilan kopi nya, kayak kue lapis heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meskipun penampilannya kayak kue lapis tapi rasanya dahsyat lho.... dijamin bisa bikin cengengesan hihi...

      Delete
    2. Ah kalo bikin cengegesan gini gw demen dech ... btw gw ngak suka kopi

      Delete
    3. Nggak suka kopi? Pasti belum pernah coba kopi bule satu ini, enaaaak banget!

      Delete
  2. berarti pohon yang dalam film game of throne yang bisa nangis ngeluarin darah jangan2 idenya dari pohon ini?? #halah :D

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)