La Laguna, Kota Tua Berjiwa Muda


La Laguna adalah kota terbesar ke dua setelah Santa Cruz yang ada di pulau mungil Tenerife Spanyol, dulunya merupakan ibukota propinsi kepulauan Kanaria, sekarang ibukotanya dialihkan ke kota Santa Cruz dimana itu adalah kota tinggal kami selama liburan di pulau yang cantik dan elok ini.

Pada kesempatan ini kami berkesempatan untuk singgah dan menjelajahi kota tua La Laguna, kotanya unik dan menarik, karena kota ini masuk dalam lindungan UNESCO, dan secara bersamaan adalah kota pelajar yang selalu berjiwa muda dengan adanya universitas terbesar seantero pulau.

Dan inilah sekelumit cerita berfoto tentang kota - awas keseleo lidah, nama asli kotanya panjang dan mbulet khas bahasa Spanyol - San Cristóbal de La Laguna.

Yuk jalan.....



Sebenarnya kota La Laguna ini sedikit berbohong, namanya saja La Laguna tapi tak sedikitpun mempunyai laguna, pada kenyataannya kota ini berada pada ketinggian 550 meter dari permukaan laut. Itu baru aku ketahui setelah turun dari bis, karena sepanjang perjalanan aku sudah membayangkan akan berjemur-jemur asik diatas hamparan pasir pada sebuah laguna nan indah dan biru.... tengok kiri lautan luas, tengok kanan danau indah.

Jadi pas turun dari bis, "Lho.... mana laguna-nyaaaa.... kita malah turun diatas bukit gini, dan lautan terlihat nun jauuuuuh dibawah sana.... gimana mau pergi ke lagunaaaaa...." Mangkanya kalau mau pergi-pergi baca panduan dulu! dan Thomas terbahak, mangkanya dia tadi waktu berangkat sempat terheran melihat aku memasukkan celana renang.

Harapan tinggal harapan, pupus sudah di hadang kenyataan. Daripada kecewa karena nama, maka aku ingin duduk sebentar saja, sembari menyusun rencana.... Dan Tapas adalah camilan yang selalu tepat dinikmati dalam segala suasana, kali ini tapas berbahan cumi....



Untuk menuju Altstadt/kota tua dari terminal bisa antar kota yang besarnya cuma sak uprit itu sebenarnya mudah saja, dari pintu keluar berjalan saja lurus, sekitar satu kilometer juga akan sampai. Tapi ya namanya turis, kurang informasi pula, ditambah dengan tidak adanya penunjuk jalan, maka kami muter-muter sesaat diluar kota tua yang tidak begitu menarik, terjebak masuk ke Uni yang besarnya naudzubilah itu, barulah berani bertanya, daripada sesat dijalan.

Kota tua La Laguna adalah kota yang anggun, berjiwa, tenang, dan rapi. Bangunan kuno khas Spanyol yang berwarna-warni cerah membentuk jaringan dengan jalanan berlapis batu diantaranya.





Sampai di Plaza de La Concepción dan menikmati indahnya suasana jalan Carrera (Calle de la Carrera) yang terkenal.




Plaza del Adelantado yang merupakan alun-alun kota merupakan jantung kehidupan masa lalu kota tua ini yang berada didepan gereja bersejarah Convento Santo Domingo.




Naik ke menara Kapele Convento Santo Domingo untuk menikmati kota La Laguna dari bird view, orang harus membayar beberapa Euro tetapi itu tidaklah berarti.

Cuma harus berhati-hati karena dari pengalamanku sendiri sampai berteriak sekencang-kencangnya secara tidak sengaja ketika pas disamping telingaku, ketika aku sedang mengagumi indahnya kota La Laguna, lonceng gereja yang besarnya hampir mendekati gajah bengkak itu tiba-tiba berbunyi. Iya, tadi mbak penjual karcis di bawah sana sudah berkata bahwa lonceng gereja akan berdentang setiap jam, jadi kami harus bersiap-siap. Namanya juga kurang perhatian, jadi ya lupa akan peringatannya.




Begitulah, setelah berpuas diri menjelajahi indahnya kota tua La Laguna, kami kembali ke jalan terkenal dan gaul Calle de la Carrera, menyerap energi yang dipancarkannya sembari ngopi-ngopi ganteng, dan belanja-belanja keren sepuasnya!

Sampai jumpa pada cerita selanjutnya.....

How to Reach La Laguna?

La Laguna terletak di sebelah barat pulau. Jaringan bis Tista yang menjelajah seantero pulau akan datang dan pergi dari Santa Cruz menuju Puerto de La Cruz setiap 30 menit sekali melewati dan berhenti di stasiun bis La Laguna.
Jadwal bis mulai jam 6 pagi sampai tengah malam. Dari Santa Cruz dan/atau Puerto de la Cruz, carilah bis nomer 102 atau 103. Simak peta baik-baik selama menumpang bis karena stasiun bis di pulau Tenerife tidak mempunyai plang nama terminal.

2 comments:

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)