Roadtrip Menuju Dataran Tinggi Schwäbische Alb


Musim Panas di Jerman sedang berlangsung, setiap musim panas kami mempunyai program tahunan yaitu melakukan road trip bersama teman-teman penggemar Oldtimer (mobil antik).

Tujuan road trip selalu berganti dan kali ini adalah dataran tinggi Schwäbische Alb yang berada di sudut selatan negara Jerman. Untuk itu kami harus berkendara sejauh kurang lebih 1000 Kilometer menuju selatan, karena kami tinggal di ujung utara negara Jerman.


Untuk menuju dataran tinggi Schwäbische Alb yang terletak di negara bagian Baden-Württemberg, kami membaginya menjadi 2 etape. Etape pertama sejauh 650 klimeter sampai Frankfurt am Main, disini kami menginap di rumah teman baik. Kami tidak melakukan apapun di Frankfurt karena telah sering main kesini (salah satu cerita tentang metropole Frankfurt ada di postingan ini), hanya mengundang mereka makan malam bersama di sebuah restoran Asia yang nyaman sebagai ucapan terimakasih karena mereka telah bersenang hati bertemu dengan kami dan memperbolehkan kami menginap.
Semua orang suka, dan kami semua bahagia.

Skyline Metropole Frankfurt dilihat dari menara Herculesblick
Setelah keluar dari Metropole Frankfurt, kami melintasi etape kedua sejauh 350 klimoter ke arah Basel - Swiss.

Sangatlah menyenangkan melakukan perjalanan panjang melintasi Autobahn pada musim panas seperti ini,  Apalagi kami melintasi A7 sepanjang rute, dimana itu adalah Autobahn terpanjang di Jerman, dan bisa jadi adalah Autobahn paling modern di seluruh Eropa. A7 mempunyai jalur berlapis-lapis yang lapang, nyaman, jarang mengalami traffic jam (kecuali sesaat sebelum memasuki terowongan sungai Elbe di Hamburg), mempunyai banyak toilet umum yang bersih dan rapi, banyak tempat istirahat (Rastplatz) dengan restoran-restoran khas suasana Autobahn.

Currywurst-Pommes adalah menu wajibku setiap melintasi Autobahn, kapanpun dan dimanapun.
Rastplatz Autobahn buat istirahat dan ngisi perut, bensin, dll. Kami mengendarai Oldtimer Rover Cabrio
Tahun ini kami mengendarai Oldtimer Rover Cabrio yang mana Thomas membeli khusus setelah mobil BMW-nya aku tabrakkan secara frontal pada pembatas jalan dan berakhir pada sebuah pohon tahun lalu di tempat parkir. Jangan tanya lebih lanjut bagainama kejadiannya ya, tetapi sejak itu aku tidak boleh nyetir oldtimer-nya lagi, kalau mobil yang biasa sih oke.
Tetapi menyenangkan juga berkendara dengan Cabrio, kami membuka kap mobil sepanjang jalan dan berkendara dengan santai karena udara hangat dan matahari bersinar dengan nyaman.


Kami sedang santai, fleksibel dan tidak terburu-buru, suatu saat jika sedang kebosanan berada di jalur Autobahn, maka secara spontan kami akan keluar jalur dan menyesatkan diri sejenak pada sebuah kota sembari pura-pura ingin minum kopi, seperti ini misalnya, istirahat di kota mungil Guxhagen yang berbukit-bukit dengan perumahan bergaya Fachwerkhaus yang kayunya nongol disana-sini...




Perjalanan panjang selama berjam-jam sampai harus menginap di Frankfurt-pun rasanya terbayar ketika kami sampai di hotel tempat tujuan, disinilah base-camp kami selama tiga hari kedepan, mengenal dan menjelajahi pelosok-pelosok dataran tinggi Schwäbische Alb yang indah, tenang, damai, dengan hutan lebat, bebukitan, pedesaan kecil di lembah-lembah yang hijau dan yang sangat menyenangkan, bertemu dengan teman-teman lama, minum dan makan bersama, berpesta.

Ini adalah pemandangan dari jendela kamar hotel kami, hotelnya malah tidak terfoto. di bawah itu adalah sebuah lembah,
ada desa bernama Mühlhausen im Täle.

Selalu saja, ini adalah perjalanan mewah yang penuh dengan makanan lezat dan pengalaman yang tidak biasa, bagaimana tidak? kami pergi ke daerah asing, tak tahu sama sekali tempat tujuan, tetapi kami akan menikmati segala keindahan yang ada, bahkan yang tidak berada dalam brosur pariwisata, karena kami di pandu oleh teman-teman insider yang memahami seluk-beluk daerahnya bahkan sampai ke lubang semut terkecil sekalipun.

Apakah ada yang lebih menyenangkan dari itu, untuk melakukan liburan?

Roadtrip diikuti oleh 55 oldtimer… Sebenarnya ya aku tidak mengerti sama sekali tentang oldtimer (Baca: mobil rongsokan), aku lebih suka hi-tech modern car, tetapi lihatlah, alangkah cantiknya desain mobil-mobil jaman dulu, imut dan menggemaskan. Ingat mobil VW Kodok yang dulu sempat jadi trend di Indonesia kan? Salah satu dari mereka masih punya! Selalu saja aku ingat almarhum bapakku jika lihat mobil mungil yang cantik ini, itu adalah mobil kebanggaannya.


Postingan selanjutnya adalah cerita roadtrip kami melintasi dataran tinggi Schwäbische Alb yang berada di selatan negara Jerman, dengan lembah-lembah hijau nan indah, desa-desa kuno tak tersentuh peradaban jaman dan pegunungan spektakuler yang perkasa, dengan banyak foto, tentunya.

Sampai jumpa.....

*Do you like Roadtrip? Inilah cerita roadtrip kami sebelumnya ke pelosok-pelosok Bavaria >>

12 comments:

  1. Duh, salah satu dream aku tuh adalah road trip di Eropa. Baca ini jadi pengen. Mudah2an tetcapai... aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok lah mbak, road trip di Jerman nyaman banget. Alamnya indah, pengguna jalan santun.

      Tunggu kelanjutan ceritanya ya, ini masih pendahuluan lho....

      Delete
  2. Wah ini isi blognya bikin mupeng semua...keep writing ya biar berasa jalan2 juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okesip, datang lagi ya, road trip akan berlanjut ☺

      Delete
  3. mudah-mudahan bisa ke sana juga.. Amin

    ReplyDelete
  4. Perjalanan dengan mengendarai mobil emang seru, apalagi pake mobil antik, tapi konsumsi bbmnya gimana, boroskah kalo dibandingin mobil modern?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haris - ketimpringan.comJuly 15, 2015 at 8:17 AM

      Jangan tanya deh borosnya, secara oldtimer belum punya tehnologi yang dipakai mobil masa kini. Apalagi biaya perawatannya... Tapi bagi orang yang mencintai ya, apaun akan dikorbankan, bukankah begitu? Namanya juga hobi.

      Delete
  5. Asik banget nih road tripnya. Lo masih lama kan di Jerman. Kalo gw mampir jalan2 lah kita.

    ReplyDelete
  6. Haris - ketimpringan.comJuly 22, 2015 at 7:58 AM

    Road trip memang asik, bisa melihat yang tak dilihat turis biasa...
    Kayaknya aku lama deh di Jerman, soalnya sudah kerasan disini, jadi kasih tau lah kalo mau ke Jerman, kita bisa jalan bareng.

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)