Zwiefalten: Kota Mungil, Biara dan Gereja nan Megah


Hari terakhir road trip kami di dataran tinggi Schwäbische Alb (Swabian Jura) yang berada di negara Jerman bagian selatan sangat menyenangkan meskipun udara awal musim panas terasa membakar kulit. Kami melintasi alam pegunungan yang mempunyai panorama memukau, menuruni lembah hijau yang damai, melintasi lahan pertanian luas dengan banyak sapi dan domba sedang merumput... Alangkah damainya dunia!

Perhentian selanjutnya adalah kota Zwiefalten, sebuah kota mungil berpenduduk 200 jiwa yang berada entah dimana antara metropolis Stuttgart dan Bodensee.




Zwiefalten adalah kota yang tidak populer dalam dunia perjalanan dan liburan, namun siapa sangka kota yang tenang damai ini mempunyai keindahan autentis dengan suasana kota yang lapang, bangunan tua terawat rapi, taman kota yang menghijau dan berwarna-warni bebungaan, dan sebuah kloster/biara luas dengan gereja yang sangat amat megah....

Sesampai di kota Zwiefalten, aku baru menyadari bahwa sinar matahari terasa amat menyengat, kami sampai berjalan cepat untuk segera mencapai tempat teduh selanjutnya. Begitulah Jerman, negara dingin ini pada musim panas bisa jadi sangat amat panas, sampai 40°C.


Tujuan pertama tentu saja ngiopi-ngopi dulu, tempat ngopinya tidak tanggung-tanggung; the best restaurant and cafe in town, Klosterbräu-Gaststätte. Cafe ini disamping menyediakan makanan dan minuman, sebenarnya adalah Brauerei, yaitu pembuat bir. Letaknya berada satu lokasi dengan gereja Zwiefalten, karena dahulunya ini adalah sebuah kloster/Biara besar.


Cafe-nya mempunyai arsitektur yang menarik, semua bagian tetap terlihat seperti dahulu, bahkan bagian dalamnya terlihat sedikit spartan dengan dinding tembok yang tidak rata dan tidak simetris, mempunyai langit-langit terbuat dari kayu tebal yang kokoh....


 Puas dengan kopi dan kue pada sore hari yang panas itu, kami mengunjungi gereja sejenak. Tentu saja gereja yang berada di dalam kloster ini terbuka untuk umum seperti gereja lainnya, namun hari itu ada acara kawinan, jadi kami menyelinap diam-diam kedalam gereja diantara para tamu tanpa menimbulkan suara berisik sedikitpun. Semua senang, semua bergembira. Sang mempelai bersama para tamu tidak merasa terganggu, dan kami tidak berusaha mengganggu.



Gereja Kloster Zwiefalten ini menurut sejarahnya dibangun pada tahun 1089 pada saat kaisar Heinrich IV memerintah. Pada abad ke 15, gereja Romawi ini dirombak bergaya gotik yang megah mengindikasikan kejayaan dan kekayaan para biarawan waktu itu.
Pada abad ke 17 unsur Barok mendominasi gereja ini.


Begitulah, hari mulai beranjak sore dan kami harus pamitan dengan teman-teman, mereka akan melanjutkan perjalanan ke istana Lichtenstein sebelum pulang ke rumah masing-masing, dan kami akan melanjutkan road trip melintasi perbatasan menuju Perancis.

Sampai jumpa pada cerita selanjutnya....

Where is Zwiefalten?
Berjarak 84 Kilometer dari Metropolis Stuttgart, melintasi jalan Autobahn B27 kemudian B312. Atau naik kereta api yang berangkat setiap jam.

What to do in Zwiefalten?
Disamping menikmati kulinaris, mengagumi kloster luas dan megah, dan bersantai di dalam kota yang tenang, ada beberapa obyek wisata menarik di sekitar Zwiefalten:
» Kloster Obermarchtal (Gereja)
» Wallfahrtskirche Steinhausen (Gereja)
» Schloss Lichtenstein (Istana/puri)
» Schloss Mochental (Istana/puri)
» Bärenhöhle (Gua dengan stalaktit dan stalakmit, sungai dalam gua)
» Haupt- und Landgestüt Marbach (segala kegiatan dan/atau sport yang berhubungan dengan kuda)

12 comments:

  1. What a wonderful place in Germany, arsitekturnya keren, terus cafenya juga asyik banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haris - ketimpringan.comJuly 21, 2015 at 5:06 PM

      Setuju... Ini hidden place lho, tak banyak yang tau tentang kota mungil yang tenang dan indah ini...

      Delete
  2. Wah bagus yaaa gerejanya. Keliatannya ini gereja Katolik ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haris - KetimpringanJuly 22, 2015 at 5:04 PM

      Dan megaaaaah banget! Lihatlah foto pertama diatas, pengunjungnya jadi terlihat mungil saking besarnya dalaman gereja.
      Dari lagak lagunya dan sejarahnya sih kayaknya memang ini gereja Katolik ya.

      Delete
  3. Wah arsitektur gerejanya bagus banget :))

    VONNYDU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haris - ketimpringan.comJuly 23, 2015 at 12:18 PM

      Hiasannya juga detail banget, langit-langitnya saja penuh dengan lukisan.

      Delete
  4. Cakep banget bangunan gereja nya. Jd pengen foto prewed ala2 hahaha

    ReplyDelete
  5. Ide bagus, jadi pengen nikah lagi deh haha...

    ReplyDelete
  6. woooow, detail gerejanyaaa!
    menyenangkan ya jalan2 di kota kecil, gak beken, tapi ternyata banyak hal yang mengagumkan dan pengalaman unik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, justru yang nyempil dan blusukan itulah ternyata yang asik... gerejanya keren kan? aslinya lebih spektakuler

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)