The City of Love is not Paris but Tonder


Ada hal menarik yang membuatku bertanya-tanya setiap kali memasuki kota Tønder dan melintasi balai kota; Setiap kali pergi ke kota ini, selalu saja ada kemeriahan pernikahan, bukan cuma sepasang pengantin, yang aku lihat adalah beberapa pasangan pengantin yang baru saja atau akan melangsungkan acara akad nikah mereka di balai kota. Bukan saja pernikahan pasangan konvensional mempelai pria dan wanita, melainkan sering juga terlihat mempelai pasangan sejenis baik itu antara pria, atau mempelainya dua orang wanita.....

Pada kunjungan yang kesekian kalinya aku tak tahan untuk tidak berkomentar, "Wah... orang Denmark suka banget kawin ya, setiap aku kesini, pasti banyak pengantin baru...."
Thomas yang orang asli perbatasan tentu saja lebih tahu akan hal ini, "Tahukah kamu, mereka bukanlah orang Denmark melainkan warga negara lain, mereka datang kesini khusus untuk menikah."

Pergi jauh-jauh ke Tønder untuk menikah? Ada apakah gerangan? Kenapa para turis itu tidak menikah di Paris, padahal Paris kan the City of Love, Pasti ada hal istimewa di kota ini, marilah aku kasih tahu rahasianya...


Aku suka mengunjungi kota mungil Tønder, ini adalah sebuah kota yang terletak di dekat perbatasan antara Denmark dan Jerman. Kota Tønder berada dalam wilayah negara Denmark, namun begitu disini orang juga berbicara dalam bahasa Jerman, mereka juga menerima mata uang Euro tanpa masalah.

Seperti layaknya orang lain  yang tinggal di dekat perbatasan, maka aku juga sering hilir-mudik ke kota ini. Orang Denmark di dekat perbatasan akan pergi ke Jerman untuk belanja di Supermarkt karena Jerman mempunyai harga kebutuhan pokok yang lebih murah, sementara aku dan orang lain dari Jerman akan pergi ke Denmark untuk makan hot dog original dan barang-barang khas Denmark yang tidak bisa ditemui di Jerman.

Begitulah, wilayah perbatasan selalu meriah dan unik, campur aduk dan lucu!

Sementara Tønder sendiri adalah cuma sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 7500 orang, sehingga dengan begitu Tønder adalah kota asri yang nyaman dan tenang buat dikujungi maupun untuk liburan sejenak. Kota ini mempunyai market square mungil yang meriah dan sangat cantik pada hari-hari natal, pada hari-hari biasa, kehidupan bisa ditemui di sepanjang shopping passage yang merupakan kota tua dengan bentuk bangunan khas Eropa Utara dikiri-kanan lorong-lorong lapang.

Nantilah pada postingan yang lain aku akan bercerita panjang lebar tentang kota Tønder sebagai tujuan wisata, sekarang aku bercerita saja tentang Tønder sebagai the city of love dan banyak turis menikah disini.


Nah, kenapa aku tetap ngotot bahwa the city of love yang sebenarnya adalah Tønder dan bukan Paris? Begini, orang kalau sedang jatuh cinta dan dilanda api asmara, bawaannya ingin kawin melulu kan? lalu kenapa para pasangan yang berbahagia itu tidak pergi ke Paris untuk menikah, jika Paris adalah the city of love? Itulah kenapa aku lebih memilih Tønder lebih pantas mendapat julukan the city of love daripada Paris.

Ternyata rahasianya adalah terletak pada birokrasi dan biaya pernikahan!

Pasangan yang menikah di Tønder (dan kota-kota lain di negara Denmark) jika itu bukan penduduk Denmark, pada umumnya adalah warga negara Europe Union (EU) dengan pasangan warga negara non EU. Mereka harus atau memilih menikah di Denmark karena masalah birokrasi dan untuk mendapatkan biaya pernikahan yang jauh lebih murah.

Jika itu menyangkut biaya, gambarannya ini: Misalnya aku adalah WNI, ingin nikah dengan orang Jerman, maka aku harus mempersiapkan segala macam dokumen dari Indonesia yang harus diterjemahkan dalam bahasa Jerman dan dilegalisir, ini adalah dokumen akte lahir dan surat keterangan belum pernah menikah, atau surat cerai jika aku pernah menikah. Bisa jadi biaya ini akan mencapai 1000€, sementara untuk menyewa ruangan untuk akad nikah di balai kota di kota tempat aku tinggal adalah 400€. Jika aku menikah di Tønder, maka cuma membayar 70€, aku bisa mencoret biaya buat legalisasi dokumen karena Denmark tidak meminta itu. Banyak kan selisihnya?

Jika itu menyangkut birokrasi, gambarannya begini; Aku adalah WNI, liburan ke Jerman dan jatuh cinta dengan orang Jerman. Namanya orang jatuh cinta bawaannya pasti ingin kawin, jadi kami pergi ke Tønder, disana kami bisa menikah secara resmi. Aku tidak memerlukan dokumen apapun kecuali paspor (dengan visa schengen) dan alamat tinggal di Denmark (alamatnya bisa alamat hotel tempat menginap), mungkin juga surat keterangan belum menikah/cerai yang diterjemahkan dalam bahasa Denmark, Jerman atau Inggris. Sementara pasanganku yang orang Jerman (atau warga negara lain dalam wilayah EU) cuma perlu KTP atau Paspor mereka, surat keterangan belum menikah atau cerai, dan alamat tinggal mereka. Cuma itu, tak ada persyaratan lain.

Setelah prosesi akad nikah selesai, dengan surat nikah yang diperoleh dari Tønder ini, maka kami akan kembali ke Jerman (atau negara lain di wilayah EU), HARUS registrasi di balai kota tempat kami tinggal, dan secara otomatis kami juga telah menikah di negara tempat tinggal kami di EU. Jika aku kembali ke Indonesia, maka aku perlu Apostille (Legalisasi) dari Deplu Denmark tentang surat nikahku, dan akan diakui di Indonesia.

Surat nikah dari Denmark diakui keabsahannya di 18 negara-negara EU dan sama legalnya dengan surat menikah dari negara lain di EU, samasekali tidak ada bedanya.

Dengan surat nikah ini maka orang akan mendapat ijin tinggal tanpa batas di EU setelah beberapa waktu lamanya, dan hak-hak lain seperti pasangan menikah pada umumnya seperti penggabungan pajak penghasilan, asuransi kesehatan dan lain-lain.

Tentu ada syarat-syarat lain yang harus diperhatikan bahwa aku cukup umur, tidak sedarah dengan pasanganku, tidak sedang menikah dengan orang lain, dan beberapa pertanyaan standar lainnya. Mereka bisa melihat akte lahir dari tanggal lahir kita di paspor, jadi tidak perlu akte lahir. Semudah itulah negara Denmark.

Jadi, apakah kamu sedang liburan, jatuh cinta dengan bule Eropa dan kebelet menikah? datang saja ke Tønder, untuk lebih jelasnya, silahkan baca persyaratannya disini: http://toender.dk/citizen/getting-married/getting-married?language=en

Begitulah, Denmark memang negara yang paling liberal di Eropa, bahkan dulu, ketika negara-negara lain masih maju-mundur untuk mengesahkan pernikahan sesama jenis, orang-orang pada pergi ke Denmark untuk menikah. Mereka juga mempunyai pendapatan lebih tinggi daripada di negara lain, banyak fasilitas gratisan buat masyarakat, dan jaminan sosial yang lebih terjamin, itulah mungkin yang mendasari sebuah riset bahwa orang-orang yang paling bahagia di dunia ini berada di Denmark. 

16 comments:

  1. Mas Bejo, aku juga menikah dengan WN Jerman di Denmark. Tapi, karena kita nikahnya buru2, dalam jangka waktu 3 mingguan sebelum visa Schengenku habis, pakailah kita agen nikah, jatuhnya juga 400 € (yang 70 € sudah termasuk), itu belum biaya transportasi dan akomodasi ke Denmark (kami tinggal di selatan Jerman). Harus pulang dulu lho ke Indo, sebelum urus visa Familiennachzug ke kedubes Jerman. Ribet juga, tapi senang saja tidak harus bolak-balik Dephumkam, Deplu dan Kedubes untuk legalisasi dokumen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat ya atas pernikahan kalian....
      Tuh kan dijamin asik dan cepat. Eh katanya harus tinggal hotel di Denmark selama minimum 3 hari sebagai alamat tempat tinggal ya?

      Delete
  2. Terima kasih, mas Haris. Itu pengalaman 2 tahun lalu :) Menjawab pertanyaan Mas, ya mungkin kalau mendaftar langsung lewat kommune harus tinggal minimum 3 hari sebelum hari H. Kalau pengalamanku, kita pilih tanggal yang masih tersedia lewat agen pernikahan dan pilih paket minimum 1 hari menginap di DK, setelah ada tanda OK dari si agen dan tentunya setelah kita melunasi pembayaran, berangkat deh kita ke Denmark. Aku menikah di pulau jadi harus naik Fery 70 menit dari daratan Denmark ke pulaunya. Tiba Kamis sore, lapor diri di Rathausnya dan serahkan dokumen asli untuk dicek, lalu diberikan jam pasti hari Jumat esoknya untuk menikah. Setelah itu bisa pulang kok dan surat nikah sudah ditangan tapi kita perpanjang sendiri 1 hari untuk menikmati pulaunya (Aeroe). Agen yang kami pakai namanya heiraten leicht gemacht, bisa disearch kalau ada kenalan yang mau nikah di DK.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terimakasih atas infonya yang lengkap ya, sangat dihargai... semoga berguna dan bisa menjadi acuan buat teman-teman yang kebelet kawin sama pacarnya dari Eropa yaaaa....

      Delete
    2. Hi, waktu itu dokumen yang kamu bawa untuk menikah apa saja ya?
      bisa di share? thank you ..

      Delete
  3. Halo,,

    wahh akhirnya nemu informasi ini. aku Saya berencana menikah dgn wna jerman, sudah berhubungan lama dan mengunjungi satu sama lain. Dikarenakan beda agama kami sempat berencana ingin menikah di Singapore, tetapi dikarenakan biaya dan hal2 lain yang kami pertimbangkan, akhirnya kami memutuskan untuk berencana menikah di Denmark. Mohon Informasinya, yang akan saya tanyakan, apakah saya hanya membutuhkan paspor yang kemudian di terjemahkan di Denmark?, tanpa membawa akte lahir dan surat keterangan belum menikah yang di legalisasi KEMENLU dan KEMENHUKAM? dan di terjemahkan di Indonesia?, informasi yang saya dapat simpang siur.. takutnya udah sampai jerman malah dibutuhkan :/, kalo ada mohon di rekomendasikan agent untuk menikahnya juga .. Terimaksih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Mbak Ano,
      gampil kok caranya, klik saja link yang aku sebutkan di postingan diatas. atau secara garis besarnya gini: bayar dulu administrasi 70€, kemudian bukti transfer bersama akte lahir dan surat keterangan belum menikah yang diterjemahkan ke bahasa Jerman/Denmark/inggris tanpa legalisasi di scan, simpan dalam bentuk PDF kemudian kirim ke alamat email ini: vielse@toender.dk
      Habis itu tinggal tunggu balasan, kalau mereka bilang approve, barulah tanpa ragu kalian bisa terbang dan kawin di Denmark tanpa takut ditolak.
      Selamat menempuh hidup baru ya....

      Delete
  4. Hai apakah kalo menikah disini harus dengan pasangan yang wna jerman/denmark? Aku dan pasanganku berbeda keyakinan dan kami ingin menikah namun terkendala birokrasi di indonesia. Apakah kalo kami menikah (sama-sama wni) bisa ya langsung disahkan disana? Singapura bisa sih, tapi kok biayanya tinggi dan syaratnya juga ribet yah :( Mohon dijawab ya, kak.. Makasi sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu saja kalian BISA menikah di Denmark, semua orang akan dinikahkan dan semua orang berhak berbahagia... itu kata orang Denmark.
      Seperti aku sebutkan di atas, Denmark adalah negara yang sangat liberal, pernikahan tidak akan melibatkan masalah agama, jenis kelamin dan kewarganegaraan. Asal syaratnya lengkap bisa kok kalian menikah. Tak perlu legalisasi rumit itu, cuma terjemahkan saja.
      Jika kalian akan kembali ke Indonesia setelah menikah, maka surat nikahnya harus di Apostille (Legalisasi) di deplu Denmark di Kopenhagen (biaya ekstra), untuk mendapat status menikah legal di Indonesia.
      Silahkan klik link di atas untuk mengirimkan semua dokumen ya.... Setelah disetujui barulah kalian bisa merencanakan datang ke Denmark, nikah sembari traveling plus bulan madu asik di Eropa... ;)
      Semoga berbahagia ya buat kalian berdua.... Entahlah, aku juga selalu tersandung dengan masalah agama, dulu.

      Delete
  5. Sangat inspiratif dan membantu, mas haris hidup dengan pilihanya. Bahagia dan penuh warna. Semoga ceritanya benar dan mas haris bahagia selalu. Saya ingin comeing out tp rasanya percuma. Krn saya sudah keluar dari kelurga sejak SMA, jujur saya sangat ingin menikah berbagi cinta dengan seseorg, tapi sampai sekarang saya tidak menemukan jalan ke arah dunia pelangi, saya tau bahwa diindo masih sulit untuk bebas, jika cerita mas haris ini benar , besar harapan saya utk dikenalkan dgn seseorg di mana pun asal dia baik dan bertanggung jawab, saya butuh pasangan untuk berbagi cerita dan menjalan ne sisa hidup saya, nama saya kurniawan, saya lahir 20/06/1993, tinggi 175, berat 54 Kg, sederhana adalah prinsip saya. Saat ini saya baru menyelesaikan S1 saya di SUMUT /medan. Please call/chat me in line (aw4n24) IDsaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... ada yang sedang cari jodoh nih... lengkap disertakan spesifikasi dan data diri lengkap plus tanggal lahir dan kondisi kesehatan eh berat badan. Ayo ayo.... apakah ada yang berminat? silahkan kontak saja.... Ini aku bantu promosi... hehe...

      Tapi Dede... hmmm... entahlah kenapa kamu menulis semua datamu di sini? aku tidak yakin bahwa ini adalah jalan terbaik untuk cari jodoh.

      Delete
  6. Wah, ternyata ada kisah nyata kaum gay Indonesia yg berujung kebahagiaan. Setelah membaca cerita mas Haris, saya menyadari bahwa pengalaman saya mirip dengan mas Haris. Nama saya Ricca, saya lesbian berumur 25 tahun. Saya sudah merasa "terasingi" dari masyarakat heteroseksual Indonesia sejak SMP. Seiring berjalannya waktu, tekanan dari keluarga & sosial untuk segera menikah (secara heteroseksual) membuat saya semakin merasa putus asa. Saya tidak bisa menjadi diri saya sendiri di sini, bahkan sampai memikirkan untuk bunuh diri. Setelah membaca cerita mas Haris, hati saya semakin terbuka. Kebahagiaan memang harus dicari dan bukan ditunggu, seperti halnya saya yg juga hobi travelling akhirnya tiba di negara impian saya di Jepang. Saya sangat ingin menikah dengan wanita yg saya cintai, di Denmark, tapi setelah menikah saya tidak ingin menetap di Indonesia. Karena seperti yg mas Haris tahu, Indonesia adalah negara dengan mayoritas Islam. Di sini sudah tidak ada "ruang" untuk kaum LGBT hidup damai secara sosial dan hukum. Saya ingin menikah, tapi saya tidak ingin warga atau pihak berwenang datang berduyun-duyun ke rumah tangga kami untuk memasukkan kami ke penjara, atau membunuh kami, hanya karena kami lesbian. Saya ingin merencanakan kehidupan baru kami yg aman, tanpa ada kekerasan dan ancaman dari negara kami sendiri. Saya berharap mas Haris bisa membantu kami. Apakah pasangan lesbian yg bukan dari Denmark atau Jerman bisa menikah di Denmark juga? Apakah setelah menikah kami bisa menjadi warga negara Denmark atau Jerman untuk mendapat perlindungan? Apakah ada pihak dari Denmark atau Jerman yg bisa membantu kami mencari akomodasi sementara dan pekerjaan? Maaf jika pertanyaan saya terlalu banyak, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Ricca, terimakasih telah mampir meninggalkan komentar, jangan lupa datang lagi ya... bakalan banyak cerita seru selanjutnya tentang traveling kami yang tidak akan berhenti.

      Pertanyaanmu, inilah yang aku tahu, Jika kalian akan menikah di Denmark, tentu bisa asal persyaratannya lengkap tapi coba dicamkan sekali lagi; pernikahan gay hanya akan diakui di negara anggota EU plus USA, jadi apakah ini akan berguna jika kalian akan kembali ke Indonesia setelahnya?
      Dan setahuku tidak akan ada bantuan apapun setelah pasangan menikah di Denmark dan ini tidak ada hubungannya dengan pindah warga negara, tidak ada hak istimewa setelah menikah di sini, okay.....

      Delete
    2. Okay, mas Haris... :]

      Delete
  7. Hallo mas, minta tolong info, Kalau saya ingin menikah di german persyaratannya apa ya. Karena saya baca pengurusan Visa dan syarat nikah yang buat pusing n takut salah... Kalau visa touris saya Sudah berkali2 approve
    Terima kasih banyak atas bantuanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai hai.... Lho kan sudah aku tulis di atas... disamping visa, kamu perlu akte lahir dan surat keterangan lajang/cerai, diterjemahkan dalam bahasa Jerman oleh penerjemah yang diakui (setahuku ada di jekarta dan Surabaya ya...) dan dilegalisir embassy Jerman di Jakarta.

      Alles Güte und viel Erfolg ya, jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai Jerman ya...

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)