Mencari Commissario Brunetti ke Venezia


Kota Venezia di Italia atau dalam bahasa internasinal dikenal dengan nama Venice merupakan tujuan travel paling ngawur dan gokil yang pernah aku lakukan dalam hidupku.

Ceritanya begini; aku adalah penggemar berat serial novel detektif Donna Leon, Novel ini mempunyai tokoh utama yang ganteng banget bernama Commissario Brunetti dan ajudannya...  dan sekretaris mereka yang cantik sekali, nakal namun cerdas dan pandai bernama Electra. Mereka bekerja dengan sangat cerdik dalam mengungkap kasus-kasus pembunuhan misterius di kota Venezia.

Suatu saat novel ini diangkat menjadi serial detektif di TV pemerintah, dan akupun menjadi pemirsa setia dalam setiap episodenya, sama seperti jutaan orang lainnya yang tinggal di Jerman, Swiss dan Austria.

Begitulah, setiap sekali sebulan aku menikmati keindahan kota Venezia dalam serial detektif TV kegemaranku, sampai suatu saat ketika Thomas bertanya kemanakah sebaiknya liburan kita mendatang, akupun menjawab lantang, "Venezia….!"

Singkat cerita kami berada di Venezia, mengalahkan segala isu buruk dari teman-teman bahwa sebaiknya kami memilih tempat liburan yang lain saja karena Venezia adalah kota yang mahalnya amit-amit, jorok dan bau, penuh dengan turis, dan segala hal jelek tentang sebuah kota yang tidak aku lihat samasekali di serial Donna Leon itu.


Pergi liburan ke kota Venezia dengan membawa misi untuk mencari Commissario Brunetti!

Tentu saja kami tidak menemukan dia.

Tetapi yang kami temukan adalah sebuah kota unik yang cantik dan rapi, ramah dan indah, serta cuaca dan suhu udara yang menyenangkan. Liburan ke kota Venezia adalah pengalaman indah yang tak terlupakan, aku berkesimpulan bahwa aku telah pergi liburan ke tempat yang tepat, Venezia adalah tujuan yang harus aku datangi setidaknya sekali dalam hidup ini.

Venezia adalah kota yang bau dan kotor


Bisa jadi yang berkata begitu adalah mereka yang mengunjungi Venezia 10 tahun yang lalu. Salah seorang temanku sampai menangis dibuatnya ketika dia datang untuk kedua kalinya ke kota ini untuk mengingat masa kecilnya ketika berlibur dengan orang tuanya; yang dia lihat adalah Venezia kotor dan jorok, rusak tanpa perbaikan dan kanal-kanal di dalam kota yang jumlahnya ratusan itu terlihat penuh sampah dan bau, belum lagi tikus-tikus gemuk berlarian kesana-kemari ketika dia naik Gondole menyusuri kanal-kanal kecil. Sejak itu dia bersumpah untuk tidak akan datang lagi ke Venezia…

Rupanya orang-orang Venezia menyadari hal itu dan bekerja keras untuk membuat segala sesuatu menjadi bagus lagi karena katika kami datangi, Venezia adalah kota tua yang bersih sekali, indah dan unik dengan kanal-kanal berfungsi sebagai jalan raya, tak ada mobil maupun motor satupun ada di dalam kota ini, tak ada sampah terlihat, dan tak seekor tikus-pun yang aku temui.

Venezia bau? Aku datang ke kota ini pada awal musim gugur dimana di Venezia udaranya masih panas menyengat, kalau saja Venezia bau, maka dalam udara yang masih panas seperti ini baunya akan menyengat. Tetapi aku tak mencium bau tidak sedap samasekali di kota ini, semuanya rapi dan wangi, sampah-sampah terkumpul pada tempatnya, air kanal bening tanpa noda, berwarna biru dengan ikan-ikan berenang di dalamnya. Tentulah tak ada polusi di kanal-kanal ini, karena ikan juga suka tinggal disini.

Ya tentu saja di sudut-sudut kanal tertentu akan tercium bau yang tidak sedap. Namanya kota yang didominasi air juga begitu, sama seperti Amsterdam, atau beberapa sungai kecil di Berlin. Ini sangat normal.

Venezia adalah kota yang mahal


Dimana-mana yang namanya tempat wisata pasti mahal, tetapi sangat mahal juga tidak. Harga-harga di Venezia memang mahal, tetapi tidak keterlaluan. Pulau Sylt dan wisata pantai St. Peter-Ording di Jerman juga mahal seperti Venezia.

Di Italia rupanya sangat wajar jika makan di restoran, akan ada biaya ekstra untuk meja dan kursi di restoran. Jadi jangan terlalu kaget jika di kwitansi ada sejumlah harga tercantum dan kita merasa tidak memesannya samasekali, itu adalah biaya untuk meja dan kursi. Piazza San Marco mempunyai harga paling mahal untuk meja dan kursi restoran.

Venezia terlalu penuh dengan turis


Benar sekali, terutama kawasan Piazza San Marco dan lorong-lorong sempit di sekitarnya. Tetapi bukankah turis akan mendatangi tempat-tempat menarik di dunia ini? Dengan kata lain, Venezia adalah salah satu tempat paling cantik di dunia ini, buktinya semua turis tumpek blek di kota ini. Setidaknya orang harus datang sekali dalam hidupnya ke Venezia.

Tetapi Venezia sebenarnya adalah daerah yang sepi. Yang meramaikan Venezia adalah turis sehari yang datang bersama pemandu wisatanya, itupun cuma untuk mengunjungi Piazza San Marco selama beberapa jam kemudian di hari yang sama pergi lagi ke tempat lain, ke Roma, Berlin atau Paris... Mereka sedang melakukan tur keliling Eropa.
Kami tinggal selama 3 hari di Venezia, dan cuma beberapa menit berada di daerah Piazza San marco karena ya itu tadi, terlalu penuh dengan turis. Tetapi kami pergi ke titik-titik lain yang sebenarnya lebih indah dari Piazza San Marco, dimana penduduk lokal hidup dalam keseharian, dan kami makan di restoran tempat mereka makan, dan tinggal di apartemen berbaur dengan mereka. Indah dan damai sekali, sepi dan unik.


Iulah sekilas tentang Venezia dengan gosip-gosipnya. Jadi pada postingan mendatang, aku akan menulis tentang venezia dan apa yang aku temui disana. Selanjutnya juga akan ada postingan bersambung tentang perjalanan kami menempuh jalan panjang berliku dari Venezia menuju ke pulau Stromboli, salah satu pulau mungil yang ada di kepulauan Sicilia yang terkenal dengan asal para mafia itu.
Nah di pulau Stromboli ini, suatu saat aku mengisi buku tamu pada sebuah museum vulkan, dan si penjaga tersenyum girang setelah membaca apa yang aku tulis, "Oh, anda adalah orang Indonesia pertama yang datang kesini…!"
Rupanya Stromboli bukan tujuan populer turis Asia di Eropa ya...

Tunggu kelanjutannya ya, sampai jumpa....

2 comments:

  1. meskipun mahal, main ke venezia barang sekali juga oke :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti dong, Venezia adalah one of places to visit before you die.

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)