Venezia: Piazza San Marco, Rialto dan Gondole


Jika pergi ke Venezia, maka kamu harus pergi ke Piazza San Marco, kemudian naik gondole menyusuri kanal-kanal kecil di tengah kota tua, dan berjalan melintasi jembatan Rialto. Begitu pula dengan kami...

Aku sampai hafal dengan Piazza San Marco sampai ke ujung-ujungnya karena sering ke tempat ini selama kunjungan kami ke Venezia. Pada pagi dan siang hari ketika tempat ini penuh sesak dengan turis, dan juga pada malam hari ketika Piazza San Marco menjadi tempat paling romantis untuk menikmati makan malam dengan iringan orkestra bermain di atas panggung; sangat romantis, sangat klasik dan sangat tipikal Venezia.

Pagi hari, pada saat Piazza San Marco masih berselimut kabut.
Deretan toko dan restoran di Piazza San Marco.
Piazza San Marco adalah idola turis Asia.
Pada saat-saat tertentu sangatlah menyenangkan bergabung dan menenggelamkan diri di dalam kerumunan ratusan manusia, yang mana mereka semua sedang bersuka cita bersama-sama menikmati suasana liburan. Pada saat-saat seperti ini, dunia serasa milik bersama, semua ceria dan bahagia. Tentulah kamu tidak bisa berdua saja di Venezia, yang bisa kamu lakukan di Venezia adalah suka cita bersama-sama, menyerap kebahagiaan yang terpancar dari semua wajah di seantero Piazza San Marco.

Naik Gondole berkeliling menyusuri kanal-kanal kecil, indah, unik dan bersih tentu saja juga kami lakukan dengan sukses. Gondole ini tarifnya 80€ sekali putaran. Setelah jam 6 atau jam 8 sore, dimana suasana kota akan semakin indah, redup dan romantis, maka tarif gondole akan menjadi 100€. Semua abang-abang pengayuh gondole mempunyai tarif yang sama, karena mereka tergabung dalam persatuan pengayuh gondole se kota Venezia, jadi terserah orang akan naik dari dekat San Marco, dari bawah jembatan Rialto atau dari tempat-tempat lain di sepanjang Canal Grande, tak ada bedanya.

Terminal Gondole di Canal Grande

Satu gondole bisa di tumpangi oleh 5 turis, bayarnya secara patungan. Tetapi karena waktu itu kami sedang bersombong-sombong-ria dan ingin bergaya, maka kami tidak mau naik gondole dengan turis lain yang tidak kami kenal. Venezia harus menjadi liburan istimewa dan tak terlupakan, maka dari itu kami cuma berdua. Prinsipnya, sekali berada di tempat wisata mahal, ya sekalian saja jual mahal dan bayar mahal....

Konon katanya si abang pengayuh gondole, dulu sekali, sebelum booming turis di Venezia, gondole dengan desain unik dan meriah ini diperuntukkan buat ngantar pengantin (ingat di Venezia kota tua tidak ada mobil). Desain dan hiasan gondole tetap sama seperti dulu, pakaian yang dikenakan oleh sang pengayuh juga seperti itu dari dulu. Bedanya cuma, dulu sang pengayuh gondole akan bernyanyi sepanjang kanal mengiringi kemeriahan acara pernikahan, dan sekarang mereka tidak mau dan tidak bisa menyanyi, sebagai gantinya mereka akan menjadi guide buat turis yang menumpang gondole, menjelaskan segala hal tentang suasana dan gedung-gedung bersejarah yang sedang mereka lewati.

Karena dulunya gondole adalah kendaraan buat antar pengantin, maka desainnya terlihat romantis dan meriah.
Sepertinya kami beruntung mendapatkan gondole terbaik di Venezia ;)

Sangat menyenangkan naik gondole menyusuri kanal-kanal sempit diantara bangunan-bangunan klasik yang cantik. Aroma air kanal yang segar membuat pengalaman ini semakin sempurna. Kadang kala gondole yang kami tumpangi harus berhenti sejenak untuk memberi jalan gondole lain yang datang dari arah depan. Pada tikungan kanal tertentu, sang pengayuh akan berteriak memberi tanda bahwa kami akan datang, untuk berjaga-jaga jika ada lalu-lintas dari depan akan berpapasan dengan kami.

Tak sekali pula gondole kami bergoyang-goyang liar jika berpapasan dengan perahu bermotor yang lajunya lebih kencang, seperti misalnya pada saat perahu ambulan melaju dengan kecepatan tinggi menyalip kami.

Suatu saat gondole yang kami tumpangi harus minggir sampai mepet ke dinding bangunan ketika melintasi sebuah kanal sempit dan dari arah depan terdengar sayup-sayup suara sirine. Ternyata boat polisi sedang melaju kencang dan sang pengayuh segera memberi jalan kepadanya. Aku jadi ingat Commissaro Brunetti.

Senja menjelang ketika gondole sampai kembali di Canal Grande. Kami turun dan berterimakasih kepada sang pengayuh yang telah mengantar kami, "Grazie...!"

Sembari jalan santai, kami ingin pergi ke jembatan Rialto, sebuah bangunan paling ikonik di Venezia. Di tengah jalan, pada sebuah passage yang lapang dan tenang kami tiba-tiba lapar karena tertarik dengan deretan restoran yang ada disitu. Ya sudah makan sejenak sembari duduk-duduk menikmati suasana.....

Ketika kami beranjak dari restoran, eh tak terasa sudah menjelang tengah malam, soalnya tadi asik duduk-duduk minum sembari beramah-tamah dengan turis lain. Jadi pada akhirnya kami lupa tujuan semula untuk pergi ke jembatan Rialto.


Hari-hari selanjutnya kami selalu lupa tentang jembatan Rialto yang heboh itu. Entahlah kami sudah melintasinya beberapa kali, atau samasekali tidak berhasil melihatnya. Sumprit banyak sekali jembatan di Venezia ini.

Cukup sekian cerita hari ini ya, jangan lupa untuk datang kembali karena masih ada kelanjutan cerita berfoto liburan kami di Italia. Bagi yang belum membaca cerita sebelumnya, silahkan klik disini.
Bagi yang sudah pernah pergi ke Venezia, apa yang paling berkesan tentang kota ini buat kalian?

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)