Messina, sebuah kota aneh di Sicilia


Setelah keluar dari pulau Eropa (katakanlah begitu) dengan menumpang sebuah Ferry, maka kami sampai di pulau Sicilia. Dari jauh saja pulau ini sudah terlihat indah dan nyaman, dan memang begitulah adanya ketika kami pada akhirnya menginjakkan kaki di kota pertama pulau ini.

Saat itu adalah tengah hari, matahari akhir musim panas terasa menyengat, rasanya tidak mungkin kalau ini adalah udara Eropa. Aku jadi teringat suasana panas seperti ini waktu berada di Marrakech. Dan memang begitulah kenyataannya, jika saja ditarik garis lurus, maka kepulauan Sicilia ini sebenarnya berada di benua Afrika, lengkap dengan iklimnya. Katakanlah jika mau renang sedikit saja ke arah barat di Laut Mediterania (Laut Tengah) maka kita akan sampai di Tunesia.

Aku suka Mediterania, segala sesuatu tentang Mediterania. Makanannya, iklimnya, alamnya, penampakan orang-orangnya. itulah sebabnya aku ada disini.

Ketika pertama kali datang kemarin, ada pikiran sangat sekilas sekali dan sangat jauh sekali di belakang kepala; Ah rupanya aku telah salah memilih Jerman sebagai tempat menetap...


Perjalanan Panjang ke Sicilia


Kami turun dari waterbus keluar dari kota tua Venezia, sepagi itu stasiun kereta Santa Lucia sudah ramai. Pada sebuah undakan anak tangga memasuki pintu stasiun terlihat dua orang ibu-ibu kesulitan mengangkat kopernya yang besar. Wajah mereka bersimbah peluh, make up berlebihan tak bisa menyembunyikan kelelahannya. Mereka terlihat ribut dan ribet bercakap-cakap.

"Mbak, kalau bawa koper gedong kayak gitu lewat sini, jangan lewat undakan..." Kataku iba melihat alangkah ribetnya mereka, sembari menunjukkan jalur yang sedang aku lewati. Itu adalah jalur memutar yang akan lebih mudah dilalui jika menyeret koper.

Dua orang ibu-ibu itu tentu saja bengong disapa dalam bahasa Indonesia, kemudian tertawa, ini di Venezia. Lalu mereka mengikuti kami dengan riang dan tetap tidak percaya bahwa aku berbahasa Indonesia. "Mau kemana mas?".

"Dari Venezia kami akan terbang ke selatan, kemudian naik kereta api, lalu nyeberang selat pakai ferry, kemudian naik kapal laut melintasi beberapa pulau dan akan tinggal beberapa hari di Stromboli, sebuah pulau kecil di Sicilia." Kataku sembari berjalan santai, kami punya cukup waktu untuk terbang setelah tengah hari nanti. Sementara kedua emak-emak dari Jakarta itu akan melanjutkan perjalanan mereka ke Roma.