Messina, sebuah kota aneh di Sicilia


Setelah keluar dari pulau Eropa (katakanlah begitu) dengan menumpang sebuah Ferry, maka kami sampai di pulau Sicilia. Dari jauh saja pulau ini sudah terlihat indah dan nyaman, dan memang begitulah adanya ketika kami pada akhirnya menginjakkan kaki di kota pertama pulau ini.

Saat itu adalah tengah hari, matahari akhir musim panas terasa menyengat, rasanya tidak mungkin kalau ini adalah udara Eropa. Aku jadi teringat suasana panas seperti ini waktu berada di Marrakech. Dan memang begitulah kenyataannya, jika saja ditarik garis lurus, maka kepulauan Sicilia ini sebenarnya berada di benua Afrika, lengkap dengan iklimnya. Katakanlah jika mau renang sedikit saja ke arah barat di Laut Mediterania (Laut Tengah) maka kita akan sampai di Tunesia.

Aku suka Mediterania, segala sesuatu tentang Mediterania. Makanannya, iklimnya, alamnya, penampakan orang-orangnya. itulah sebabnya aku ada disini.

Ketika pertama kali datang kemarin, ada pikiran sangat sekilas sekali dan sangat jauh sekali di belakang kepala; Ah rupanya aku telah salah memilih Jerman sebagai tempat menetap...




Messina adalah kota persinggahan pertama di Sicilia, dan rasanya kok aneh ya. Pokoknya ada sesuatu yang tidak biasa disini menurut perasaanku.
Aku suka terdampar di kota asing antah berantah, selalu saja menyenangkan melihat hal-hal baru dan kejutan-kejutan kecil yang bisa ditemui. Tapi Messina kok seperti kota mati saja layaknya.

Dari pelabuhan kami harus berjalan beberapa meter, mungkin satu kilometer ke hotel yang telah kami pesan lewat hotels.com (aku suka layanan ini, praktis dan mudah dinavigasi dengan hotels map locator).

Dua kali kami salah membaca peta dan dua kali kami tersesat. Malu bertanya sesat di jalan, lha tapi kalau tidak ada orang yang bisa ditanya? Di seluruh penjuru kota, mungkin cuma ada kami berdua. Kemanakah orang-orang? apakah Messina seperti layaknya banyak kota-kota kecil di Eropa yang sedang sekarat dan perlahan ditinggalkan penduduknya? Sayang sekali, kota ini indah, terawat, berada di pelabuhan dan terlihat nyaman. Ataukah penduduk kota ini sedang ketakutan karena berada dalam cengkeraman mafia? Mungkin saja, ini di Sicilia?

Akhirnya ketemu sepasang opa-oma keluar dari mobil, kami bertanya sembari menyodorkan peta, mereka tidak tahu dan samar-samar aku bisa menangkap kata-kata Italia mereka, bahwa mereka bukan dari sini dan juga sedang mencari alamat. Kesempatan kedua, ada dua orang brondong lewat, ditanya... eh sombongnya sedang tinggi, dan berlalu begitu saja.

Ada taman kota yang rindang sekali dengan pohon-pohon besar. Saking rindangnya, taman ini terlihat gelap dan samar-samar di tengah hari bolong. Ini adalah taman indah dengan banyak tempat duduk disana-sini dan berlantai paving, ada kios bertebaran, meja dan kursi buat makan-minum atau seperti itu. Tapi kok tidak ada orang yang datang? dan kenapa semua kios tutup? Sayang sekali. Benar-benar sayang.

Di ujung taman ada taksi mangkal, kami memutuskan untuk naik saja, tapi sang supir malah menunjukkan arah, 200 meter ke depan maka kami akan sampai tujuan!

Sampai di kamar aku sudah putus asa melihat keadaan sepintas kota Messina, kota indah ini sudah tidak bernyawa, sayang sekali. Pantaslah kamar hotel sebagus dan seluas ini berharga murah sekali.

Ya sudah, ngadem saja di kamar sembari menunggu makan malam. Toh kami cuma transit disini, besok pagi-pagi sekali kami harus berjalan jauh lagi. Lagipula kamar hotelnya nyaman, bergaya klasik sekali dengan pintu kokoh dan langit-langit tinggi.

Senja menjelang, kami sudah rapi jali dan wangi. Baiklah, marilah kita keluar, dan makan secara diam-diam di pojok ruangan dalam sebuah restorang yang sunyi senyap, itupun jika ada restoran buka, jika tidak ada maka setidaknya kami akan pergi ke terminal dan membeli makanan murah disana, tanpa duduk dan tanpa suasana... Pokoknya kami sudah mempersiapkan mental.

Pintu hotel kami langsung menuju trotoar dan senja itu ketika keluar, aku langsung terbengong dan tergirang-girang...

Di jalanan banyak sekali orang lalu-lalang, mereka terlihat riang dan dalam kondisi sebaik-baiknya. Sepertinya mereka mengenakan pakaian terbaik yang mereka punya. Ada banyak anak muda dalam gerombolan, saling bercanda dan menggoda, banyak terlihat pasangan sejoli sedang berjalan sembari berpegangan tangan, tak sedikit pula keluarga sedang bersama-sama.

Sementara sayup-sayup terdengar musik di tengah keramaian kota. Ada apakah ini gerangan?

Tak sulit untuk larut dalam suasana riang seperti itu, kamipun segera berbaur dalam kemeriahan senja kota Messina.

Ah rupanya orang-orang sedang pergi ke taman kota yang kami lalui tengah hari tadi dan tahukah kalian? Ini adalah suasana senja yang sempurna! Taman yang terlihat muram tadi siang, kini menjadi berkilau, cantik dan ramai. Lampu taman terlihat terang benderang, semua kios cindera mata dan makanan sibuk melayani pembeli, meja dan kursi taman penuh oleh orang-orang yang sedang menikmati hidangan.

Saking meriahnya suasana, kami harus melipir keluar taman untuk mencari makan malam, di sebuah restoran yang lebih tenang dan elegan. Nanti saja setelahnya, kami akan pergi lagi ke taman menikmati suasana dengan segelas dua gelas Aperol Spritz.


Rupanya taman kota ini berada di tengah-tengah pertokoan. Toko-toko di sepanjang jalan yang kami lihat tutup dan sedih tengah hari tadi, kini sedang berada dalam puncak kesibukannya. Bahkan jalanan harus ditutup untuk kendaraan, saking ramainya pejalan kaki.

Setidaknya kami berada dalam suasana gembira seperti ini sampai tengah malam. Bahkan ketika sampai pulang ke kamar-pun, sayup-sayup masih terdengar musik dari tengah kota.

Ah lihatlah, bahkan adat kebiasaan kota Messina-pun sama seperti kota di Afrika. Marrakech juga mirip seperti ini, penduduknya berdiam diri di rumah pada siang hari, dan keluar jika matahari sudah tenggelam dan udara tidak lagi terlalu menyengat.

Apakah kalian juga pernah menjumpai suasana kota yang unik dan tak terduga? Dimanakah itu?


4 comments:

  1. Kalo tersesat bersama orangtersayang itu seru2 aja yaaa kak ??? hahaha

    Kok ngak posting lagi, kamu sibuk pacaran yaaa hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku lagi sibuk pemekaran, mas Cum.... blog-nya sampai terlantar. Tapi jangan kuatir cerita liburanku bakalan muncul lagi, tunggu kelanjutannya yes...

      Delete
  2. Hallo apa kabar mas, salam kenal, lagi jalan jalan yah, seperti grup band saja namanya yah,,, sivilia Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai hai... salam kenal juga.... salam sama tetangga yaaaa.....
      Iya sengaja namanya memang dibikin begituuuu....

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)