Perjalanan Panjang ke Sicilia


Kami turun dari waterbus keluar dari kota tua Venezia, sepagi itu stasiun kereta Santa Lucia sudah ramai. Pada sebuah undakan anak tangga memasuki pintu stasiun terlihat dua orang ibu-ibu kesulitan mengangkat kopernya yang besar. Wajah mereka bersimbah peluh, make up berlebihan tak bisa menyembunyikan kelelahannya. Mereka terlihat ribut dan ribet bercakap-cakap.

"Mbak, kalau bawa koper gedong kayak gitu lewat sini, jangan lewat undakan..." Kataku iba melihat alangkah ribetnya mereka, sembari menunjukkan jalur yang sedang aku lewati. Itu adalah jalur memutar yang akan lebih mudah dilalui jika menyeret koper.

Dua orang ibu-ibu itu tentu saja bengong disapa dalam bahasa Indonesia, kemudian tertawa, ini di Venezia. Lalu mereka mengikuti kami dengan riang dan tetap tidak percaya bahwa aku berbahasa Indonesia. "Mau kemana mas?".

"Dari Venezia kami akan terbang ke selatan, kemudian naik kereta api, lalu nyeberang selat pakai ferry, kemudian naik kapal laut melintasi beberapa pulau dan akan tinggal beberapa hari di Stromboli, sebuah pulau kecil di Sicilia." Kataku sembari berjalan santai, kami punya cukup waktu untuk terbang setelah tengah hari nanti. Sementara kedua emak-emak dari Jakarta itu akan melanjutkan perjalanan mereka ke Roma.




Selamat tinggal Venezia. Kami ingin melanjutkan perjalanan ke daerah selatan Italia. Nun jauh disana ada kepulauan indah yang konon katanya - menurut kebanggaan orang-orang disana - bukan termasuk negara Italia melainkan Sicilia. Disana juga terkenal akan kekuasaan para mafia.


Setelah melalui perjalanan panjang namun santai selama dua hari sembari nginap sana-sini, kami tiba di tujuan terakhir perjalanan Italia kali ini yaitu Pulau Stromboli. Ini adalah pulau kecil mungil yang terbentuk dari erupsi gunung berapi. Jadi sebagian besar pulau ini tak layak huni, karena terdiri dari bebeatuan tajam dan curam. Hanya beberapa cuil daerah di sepanjang pantai saja ada beberapa desa. Kami tinggal di salah satu desa ini.

Pada suatu hari ketika mengunjungi sebuah museum Vulkanologi di pulau Stromboli, sesaat sebelum keluar, sang penjaga museum meminta kami mengisi buku tamu. Disitu ada kolom nama, negara asal, dan komentar. Sang penjaga berbinar-binar setelah membaca INDONESIA tertulis dalam kolom negara asalku, "Oh, anda adalah orang Indonesia pertama yang mengunjungi kami, Grazie..!".

Akupun bangga.

Oleh sebab itu, baiklah sekarang akan aku tuliskan bagaimana pergi ke tempat yang amat tidak populer buat orang Indonesia ini, termasuk biaya perjalanan. Percayalah, Stromboli adalah sebuah pulau di Italia yang cantik sekali, nantikan saja foto-foto dan cerita pada postingan mendatang....

Kita mulai perjalanan dari kota tua Venezia. Di Venezia ada dua airport, Marco Polo dan Treviso. Jaraknya tak terlalu jauh antara satu dengan lainnya dan pesawat yang terbang ke selatan berasal dari Treviso, jadi kita pergi ke airport Treviso. Di Stasiun dan terminal Santa Lucia ada bis airport transfer, loket dan informasinya ada dimana-mana.

Treviso bukanlah bandara besar, bahkan terminal keberangkatannya sangat amat sederhana dan spartan, aku saja tidak betah berlama-lama disini, ada perasaan serasa seperti dalam bahaya atau seperti itu, pokoknya tidak nyaman.

Pesawat yang akan kami tumpangi terparkir tepat di depan 'gate'!

Tujuan kami adalah terbang selama satu setengah jam ke bandara Lamezia Terme yang berada di ujung selatan negara Italia. Nah dari bandara kami harus pergi ke pusat kota Lamezia dimana disitu ada stasiun kereta api Lamezia Terme Zentrale.

Ada bis airport transfer dari bandara ke stasiun, bis ini beroperasi secara tidak teratur. Jika ada pesawat datang maka sebentar kemudian dia akan berangkat ke kota. Harga karcisnya adalah 2,50€. Bis ini cuma berangkat dan pergi antara bandara dan stasiun kereta api.

Kemudian jika jadwalnya sesuai, dari Lamezia Terme Zentrale bisa langsung naik kereta api regional menuju kota Villa San Giovanni.  Rute ini berjarak 129 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan melintasi jalur yang sangat amat memukau. Di satu sisi ada terlihat pantai dengan lautan biru membentang, sementara di sisi lainnya terpampang panorama berganti-ganti antara bebukitan, hutan, lahan pertanian luas yang landai, kebun anggur tanpa batas sampai menyentuh batas cakrawala di ujung sana, desa-desa asri dan beberapa kota.

Yang membuat perjalanan ini tidak nyaman cuma satu, yaitu kereta api akan memasuki puluhan terowongan, mungkin hampir seratus jumlahnya. Terowongannya pendek-pendek dan masalahnya adalah, setiap keluar dan masuk terowongan, tekanan udara menjadi berubah sehingga membikin sakit telinga. Rasanya seperti take-off dan  take-on naik pesawat, cuma terlalu sering.

Ketika berangkat kami naik kereta regional yang lucu dan kuno, harga karcisnya 8,80€. Pulangnya ketepatan jadwal kereta InterCity dengan harga karcis lebih mahal yaitu 17,50€.

Kereta regional, kuno dan tidak modern, seperti di Asia saja layaknya.

Tepat di samping stasiun kereta api Villa San Giovanni ada pelabuhan penyeberangan ke pulau Sicilia, tepatnya ke pelabuhan kota Messina. Ongkosnya murah, cuma 2,20€. Beberapa menit saja menyeberang selat menggunakan ferry, sampailah kita.

Tujuan utama kami bukan pulau Sicilia yang besar ini namun sebuah pulau kecil di sekitarnya, maka dari pelabuhan Messina, berjarak beberapa kilometer dari situ ada terminal bis yang menyatu dengan stasiun kereta api. Disini ada bis yang menuju etape selanjutnya yaitu kota Milazzo, ongkosnya 2,40€. Atau naik taksi jika harus mengejar jadwal keberangkatan kapal cepat seharga 80€.

Nah, dari Milazzo inilah ada kapal cepat menuju pulau Stromboli, sebuah pulau tropis mungil tujuan perjalanan kami. Tiket kapal cepat (speed boat) adalah 20,35€.  Ini adalah perjalanan panjang selama 2 jam dengan kecepatan tinggi dan menerjang ombak besar.

Perlu diketahui bahwa pada low season, speed boat cuma berangkat dan pergi dua kali sehari menuju pulau Stromboli yaitu pada dini hari dan sore. sementara pada high season, kapal cepat berangkat setiap 2 jam. Satu-satunya kapal cepat yang melayani rute ke Stromboli bernama Ustica Lines.

Dari rangkaian perjalanan estafet berganti-ganti mulai dari pesawat, bis, kereta, ferry ini, serta singgah pada beberapa kota kecil, ini adalah perjalanan santai yang sangat mengesankan. Sepertinya highlight perjalanan kami ke Italia adalah pada saat melintasi jalur ini dan tinggal di Stromboli, bukan ketika kami berada di Venezia.

Pada saat berangkat, kami menginap semalam di kota Lamezia Terme dan semalam di kota Messina, dan ketika dalam perjalanan pulang kami menginap semalam di Villa San Giovanni sebelum terbang kembali ke Venezia Marco Polo.

Apakah kalian pernah pergi ke Italia? Mana tempat paling berkesan buat kalian?

9 comments:

  1. bisa terbayangkan betapa serunya perjalananya. duh..... kepengen kepengen kepengen lagi lagi lagi kesana kesana kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berkesan banget pokoknya, it is not about destination tapi perjalanan yang seru :)

      Delete
  2. Jauh sekali perjalanannya dari Venezia ke Stromboli. Barusan googling Mt. Stromboli ternyata cakep yaaaa..
    Italia, cuman ngedatengin 2 kota doang dan belom puas. Tempat paling berkesan yang aku datengin yaitu Pompeii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, Pompeii kota antik yang terkena erupsi vulkano itu ya? baca cerita kejadiannya kok ngeri ya... tapi pastilah asik pergi kesitu.

      Delete
    2. Di Pompei 1 hari belum puas, ke Italia cuma 3 hari juga kayaknya gak puas, banyak kota cantik yang bisa didatengin kan hehe

      Delete
  3. Buka open trip dong ke kawasan mediterania :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ogah ah, lebih enak kasih panduan di blog gini saja...

      Delete
  4. salam kenal.
    ceritanya seru banget ya,
    tahu nama pulau ini dari lagunya Slank.
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali :)
      Iya, kenyataannya lebih seru lagi.
      Dan benar dulu aku juga bisa nyanyi lagunya Slank itu, sekarang sudah lupa syairnya tapi sepertinya itu lagu kritik tentang Indonesia kan?

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)