Stromboli, Pulau Damai di Sisilia


Matahari bersinar cerah, udara terasa hangat dan nyaman, langit berwarna biru, begitu pula dengan air laut yang membentang luas. Ini adalah keindahan sempurna yang kami dapatkan di sebuah pulau mungil nun jauh dari mana-mana yang berada di Sisilia.

Sisilia adalah sebuah region otonomi di Italia, letaknya berada di ujung selatan negara. Ada sebuah pulau besar, sementara tujuan kami adalah pulau Stromboli, salah satu pulau mungil yang berada di Sisilia.

Waktu pertama kali menjejakkan kaki di pelabuhan, setelah teraduk-aduk selama beberapa jam di dalam speed boat, aku tidak percaya bahwa aku berada di Eropa (benua yang kinclong dan modern itu). Disini, di pulau Stromboli ini, suasana kehidupan terasa kembali ke sepuluh tahun sebelumnya.


Aku menyukai suasana nyaman seperti ini. Lihatlah, ada banyak bar, kafe dan restoran berjajar di pantai, dan dimana-mana terlihat orang bersantai.

Kami akan tinggal seminggu disini, hotel kami terletak tak jauh dari pelabuhan dan tepat di pinggir pantai. Sementara jika melihat kebelakang, nun jauh disana terlihat gunung berapi menjulang tinggi. Dan tidak main-main, gunung berapi ini masih aktif dan selalu mengepulkan asap.

Bisa dikatakan kami tinggal tepat berada ditengah-tengah kesibukan pulau, jadi tentu saja sangat menyenangkan setiap pagi melihat taksi mangkal di depan hotel menunggu speed boat bersandar. Taksinya adalah bajaj, sama seperti yang ada di Jakarta kita, yang suaranya nyaring dan meriah itu....


Di depan hotel juga ada pasar, yang jualan cuma ada tiga, sebuah mobil jualan sayur mayur dan sembako, sebuah food truck mini jualan macam-macam camilan dan minuman, dan ada sebuah lagi jualan buah-buahan. Sementara pom bensin-nya terlihat lucu dan tradisional. Harga bensin dua kali lebih mahal daripada di Eropa.


Ini pom bensin.




Di pulau ini tidak ada mobil, karena pastilah tidak bisa jalan mengingat jalanan yang sempit. Lagipula siapa yang perlu mobil didalam pulau mungil seperti ini? sudah mungil,  tipografi-nya heboh pula, bergunung-gunung. Jadi sebenarnya tempat yang layak ditinggali ya cuma sak uprit, cuma yang ada di pantai saja.


Banyak yang kami lakukan di Stromboli. Kami mendaki gunung vulkano sampai puncak, blusukan ke kebun olive, keluar masuk kampung, ngobrol santai dengan orang-orang dan yang paling penting adalah bersantai. Tempat ini cocok sekali buat bermalas-malasan dan party.

Kami mulai pendakian, ditengah jalan ada kafe buat istirahat sejenak.

Nah, ini adalah lereng gunung berbahaya, sewaktu-waktu akan mengalir lahar di depan itu, langsung menuju laut.
Tentu saja kami tidak boleh mendekati jalur lahar itu



Pada suatu malam, kami benar-benar melakukan pendakian sampai ke puncak, tentu saja dalam rombongan dengan panduan guide. Dan itu adalah pengalaman yang tak terlupakan melihat pijar lava tepat dari bibir vulkano! Di atas ketinggian. Sementara nun jauh di bawah, tampak kerlap-kerlip lampu pemukiman tempat kami tinggal.  Terlihat mungil dan lucu.

Kami juga jalan-jalan blusukan sampai tersesat di kebun orang. Disini ada kebun pisang, jeruk dan olive. Dan aku kasih peringatan buat kalian semua, jangan sekali-kali mencuri buah olive atau kamu akan menyesal.
Waktu itu kami berada ditengah-tengah kebun olive, tepatnya tersesat. Tapi jangan kuatir, tersesat di pulau mungil seperti ini bukan masalah besar. Masalahnya adalah aku terlalu ingin tahu, jadi dengan ringan aku memetik sebuah buah olive dan langsung memakannya begitu saja. Thomas berteriak agar supaya aku tidak memakan buah olive tetapi tentu saja semua sudah terlambat karena aku sudah mulai menggigitnya.
Apa yang terjadi selanjutnya? Aku menggigit, seketika itu pula melotot dan meludahkan sekuat tenaga. Itu adalah rasa getir yang sangat getir dan terasa pahit sepahit-pahitnya. Padahal biasanya aku suka membeli buah olive di Supermarkt. Setidaknya aku merasa getir di lidah dan seluruh mulut selama tengah hari itu, meskipun telah di netralisir dengan Gelato dan beberapa gelas Aperol Spritz.

Ini adalah buah olive.
Ada pula sebuah museum vulkanologi yang mungil disini. Meskipun begitu, itu adalah museum yang informatif dan menarik. Aku suka dengan film tentang vulkano yang mereka punya, pada saat meletus dengan dahsyat, membentuk formasi baru, bagaimana orang-orang terselamatkan, dan apa saja yang telah terjadi.
Ketika keluar dari museum, kami mengisi buku tamu dan dibawah kolom 'Negara Asal', aku menulis Indonesia. Sang penjaga museum tersenyum girang dan berkata bahwa pada akhirnya mereka dikunjungi orang dari Indonesia. Akupun bangga.

Sepertinya ini adalah satu-satunya gereja di pulau Stromboli.

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)